Kebangkitan Saham Teknologi Dongkrak Pasar Asia, Kospi Korea Selatan Melonjak Lebih 8%
Poin Penting
|
SEOUL, investortrust.id – Pasar saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan Selasa (9/6/2026). Pasar saham Korea Selatan bangkit setelah sehari sebelumnya mengalami aksi jual besar-besaran. Reli kuat saham semikonduktor global mendorong indeks utama Kospi melonjak lebih dari 8% dan kembali menembus level psikologis 8.000.
Indeks acuan Kospi dibuka di level 7.697,76, naik 213,35 poin atau 2,85% dibanding penutupan sebelumnya. Penguatan terus berlanjut sepanjang sesi hingga indeks ditutup pada level 8.096,93, melonjak 612,52 poin atau 8,18%.
Baca Juga
Saham Teknologi Asia Rontok, Kospi Korea Selatan Terjun Lebih dari 5%
Kenaikan tersebut hampir sepenuhnya menghapus penurunan 8,29% yang terjadi sehari sebelumnya ketika pasar dilanda kepanikan dan volatilitas ekstrem.
Kebangkitan serupa juga terjadi pada indeks teknologi Kosdaq. Indeks tersebut dibuka naik 2,89% menjadi 937,69 dan mengakhiri perdagangan di level 967,81, menguat 56,42 poin atau 6,19% dibanding sesi sebelumnya.
Di bursa Jepang, indeks Nikkei 225 melonjak lebih dari 2% dan ditutup di level 65.416,63. Di kawasan lainnya, indeks Hang Seng Hong Kong naik tipis 0,15%, sedangkan indeks CSI 300 Tiongkok menguat 1,87% ke level 4.801,81. Berbeda dengan tren regional, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 justru turun 0,24% menjadi 8.604,2.
Saham Chip Global Jadi Penggerak
Analis menilai pemulihan tajam pasar Korea Selatan terutama dipicu reli saham semikonduktor Amerika Serikat yang membantu memulihkan kepercayaan investor setelah aksi jual besar pada awal pekan.
Sentimen positif muncul setelah Iran dan Israel menyepakati penghentian sementara permusuhan, sehingga meredakan kekhawatiran geopolitik yang sebelumnya menekan pasar global.
Meski indeks Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,16%, saham-saham teknologi memimpin penguatan di Wall Street. Indeks S&P 500 naik 0,30%, sementara Nasdaq Composite menguat 0,86%.
Di sektor semikonduktor, saham Micron Technology melonjak 9,87% dan Intel melesat 11,19% setelah sebelumnya mengalami tekanan tajam. Kenaikan kedua emiten tersebut mendorong Philadelphia Semiconductor Index (SOX) naik 5,61%, memicu reli saham chip di berbagai bursa dunia.
"Kospi sempat memicu circuit breaker saat anjlok pada Senin. Namun masuknya dana pemburu saham murah setelah koreksi tajam menjadi bahan bakar utama pemulihan hari ini," kata Kang Jin-hyuk, analis Shinhan Securities, seperti dikutip Korea Times.
Volatilitas Diperkirakan Masih Tinggi
Meski pasar berhasil bangkit, analis memperingatkan bahwa volatilitas kemungkinan masih akan tinggi dalam beberapa hari mendatang.
Baca Juga
Pasar AS Mayoritas Menguat, Saham Teknologi Dongkrak Wall Street
Menurut Han Ji-young dari Kiwoom Securities, investor masih akan menilai apakah reli saat ini dapat berlanjut atau hanya merupakan pemantulan teknikal setelah penurunan tajam.
"Sebagian investor mungkin memanfaatkan pemulihan ini untuk mengurangi eksposur risiko, sementara yang lain melihat koreksi sebelumnya sebagai peluang masuk yang menarik. Pertarungan dua kekuatan tersebut kemungkinan akan membuat volatilitas pasar tetap tinggi sepanjang pekan ini," bebernya.
Won Menguat terhadap Dolar AS
Perbaikan sentimen juga terlihat di pasar valuta asing. Won Korea menguat signifikan terhadap dolar AS.
Mata uang Korea dibuka pada level 1.529,4 won per dolar AS, menguat 5,6 won dibanding sesi sebelumnya. Penguatan berlanjut hingga penutupan perdagangan onshore di level 1.512,1 won per dolar AS, atau naik 22,9 won dalam sehari.
Penguatan won mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap aset-aset Korea Selatan setelah meredanya ketegangan geopolitik global dan pulihnya sektor teknologi yang menjadi tulang punggung ekonomi negara tersebut.
Bagi investor global, pergerakan Kospi menjadi sinyal bahwa pasar masih sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik dan prospek industri semikonduktor. Dengan konflik Timur Tengah yang mulai mereda dan permintaan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) tetap kuat, saham-saham chip diperkirakan akan terus menjadi penggerak utama sentimen pasar Asia dalam jangka pendek.

