Usai Bertemu Xi, Trump Sebut China Akan Borong 200 Jet Boeing
Poin Penting
|
BEIJING, investortrust.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut China akan memesan 200 pesawat dari Boeing. Klaim itu disampaikan Trump di sela pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden China Xi Jinping.
Baca Juga
Dalam wawancara dengan Fox News yang ditayangkan Kamis (14/5/2026), Trump mengatakan Xi telah menyetujui pembelian besar pesawat Boeing.
“Dia setuju hari ini untuk memesan 200 jet. Itu hal besar. Boeing,” kata Trump dalam cuplikan wawancara tersebut, seperti dikutip CNBC.
Meski demikian, Trump tidak menjelaskan tipe pesawat yang akan dibeli China maupun jadwal pengirimannya. Dalam laporan Reuters sebelumnya, analis memperkirakan Beijing dapat memesan hingga 500 pesawat Boeing, termasuk ratusan seri 737 MAX serta pesawat berbadan lebar seperti 787 Dreamliner dan 777.)
Pasar justru merespons negatif pengumuman tersebut. Saham Boeing turun lebih dari 4% karena investor menilai jumlah pesanan lebih kecil dibanding ekspektasi awal, seperti dilaporkan The Wall Street Journal.
Kunjungan Trump ke Beijing menjadi sorotan global karena berlangsung di tengah hubungan AS-China yang masih dibayangi rivalitas perdagangan, teknologi, dan geopolitik. Menurut laporan Reuters dan sejumlah media internasional, agenda utama pertemuan mencakup stabilisasi hubungan dagang, konflik Iran, isu Taiwan, serta upaya memperluas ekspor Amerika ke China.
Trump datang ke China bersama delegasi pengusaha besar Amerika, termasuk CEO Tesla Elon Musk, CEO NVIDIA Jensen Huang, dan CEO Boeing Kelly Ortberg. Kehadiran para petinggi industri itu mempertegas fokus ekonomi dalam lawatan Trump ke Beijing.
Media internasional melaporkan Trump dan Xi menggelar pembicaraan intensif selama dua hari, termasuk jamuan kenegaraan di Great Hall of the People dan kunjungan simbolis ke Temple of Heaven di Beijing. Xi juga disebut memberikan peringatan keras terkait Taiwan dan meminta Washington berhati-hati agar isu tersebut tidak membawa hubungan kedua negara ke “situasi berbahaya.”
Baca Juga
Selain pesawat Boeing, kedua negara juga membahas kemungkinan peningkatan pembelian energi dan produk pertanian AS oleh China. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Washington ingin memperluas ekspor ke pasar China serta membentuk mekanisme baru pengawasan perdagangan dan investasi bilateral.
Kesepakatan Boeing ini dinilai penting karena menjadi pembelian besar pertama China terhadap pesawat komersial buatan AS dalam hampir satu dekade. Terakhir kali Beijing membuat pesanan besar Boeing terjadi pada 2017, saat Trump melakukan kunjungan pertamanya ke China dalam masa jabatan awalnya. Kala itu China memesan sekitar 300 pesawat senilai US$37 miliar.
Dalam beberapa tahun terakhir, China lebih banyak membeli pesawat dari rival utama Boeing, yakni Airbus, yang bahkan telah memiliki fasilitas perakitan di China. Boeing sendiri sempat terpukul oleh perang dagang AS-China, krisis keselamatan 737 MAX, hingga pembatasan produksi oleh regulator AS.
Meski pengumuman Trump dipandang sebagai sinyal mencairnya hubungan ekonomi kedua negara, sejumlah analis tetap skeptis mengenai implementasi konkret kesepakatan tersebut. Beberapa pengamat menilai Beijing kerap menggunakan pembelian pesawat sebagai instrumen diplomasi dalam negosiasi dagang dengan Washington.

