Tiga Jenis Jet Tempur Baru Ada Di Depan Mata, Presiden Prabowo Juga Mau Ikut Proyek Jet Tempur Baru Ini
Jakarta, investortrust.id - Dalam waktu dekat TNI AU akan menerima tiga jenis jet tempur baru yakni Rafale F3R dari Perancis, F-15EX dari Amerika Serikat dan KF-21 Boramae, jet tempur semi siluman yang dibangun bersama Korea Selatan. Kunjungan Presiden Prabowo ke Turkiye ternyata juga membawa angin segar untuk TNI AU dan industri pertahanan Indonesia karena di sana Prabowo Subianto menyampaikan keinginannya kepada Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan untuk mengikutsertakan industri pertahanan Indonesia dalam proyek pengembangan jet tempur generasi 5.0 Turkiye, “KAAN” yang saat ini dibangun oleh Turkish Aerospace Industries (TAI).
Rencana untuk ikut serta dalam joint-development proyek Jet Tempur “KAAN” itu disampaikan oleh Presiden Prabowo saat menyampaikan pernyataan bersama (joint statement) dengan Presiden Erdogan setelah keduanya bertemu empat mata dan memimpin pertemuan bilateral antara Pemerintah RI dan Pemerintah Turkiye.
“Indonesia berkeinginan untuk ikut serta dalam kerja sama pengembangan jet tempur generasi ke-5 KAAN, dan juga pembangunan, pengembangan kapal selam bersama industri Turki,” ujar Presiden Prabowo di saat menyampaikan pernyataan bersama di Istana Kepresidenan Turkiye, Ankara, Kamis (10/4/2025) waktu setempat.
Presiden Prabowo juga menyebut Indonesia dan Turkiye juga sepakat untuk membentuk perusahaan patungan (joint-venture) antara perusahaan pertahanan Indonesia dan Turkiye. Walaupun demikian, Presiden tidak menyebutkan lebih lanjut perusahaan pertahanan apa saja yang diproyeksikan untuk joint-venture. Presiden juga tidak menyebutkan proyek pengembangan kapal selam apa yang dibidik oleh Pemerintah Indonesia.
Seperti yang telah banyak diberitakan, KAAN merupakan jet tempur generasi ke-5 yang saat ini dikembangkan oleh Turkish Aerospace Industries sejak 2010. Prototipe pertama jet tempur buatan dalam negeri (indigenous) Turkiye itu sukses menjalani uji terbang pertama dan keduanya pada 2024. Gelombang pertama produksi jet tempur KAAN direncanakan rampung pada 2028-2029 untuk Angkatan Udara Turkiye.
Proyek KF-21 Boramae Tetap Lanjut
Sementara itu pada tanggal 24 Maret 2025 lalu seperti dikutip dari The Korean Times, Badan Akuisisi Pertahanan Korea Selatan (DAPA) mengeluarkan pernyataan bahwa Pejabat pertahanan Korea Selatan dan Indonesia telah menegaskan kembali kerja sama mereka untuk proyek bersama guna mengembangkan jet tempur KF-21 Boramae.
Seok Jong-gun, menteri Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA), dan Donny Ermawan Taufanto, wakil menteri pertahanan Indonesia, membahas proyek pengembangan bersama tersebut, serta agenda kerja sama persenjataan lainnya, selama pertemuan mereka di Jakarta. Tahun lalu, otoritas pertahanan Korea Selatan menyetujui rencana untuk mengurangi kontribusi Indonesia terhadap proyek pembangunan jet tempur supersonik canggih tersebut pada tahun 2026 menjadi 600 miliar won (US$409 juta) dari jumlah awal 1,6 triliun won, menyusul penundaan pembayaran berulang kali oleh Jakarta.
"Sebagai pertemuan tingkat tinggi pertama yang berlangsung setelah penyelidikan terhadap teknisi Indonesia, pembicaraan tersebut menjadi kesempatan untuk menormalisasi kerja sama senjata bilateral yang sempat sedikit tegang," kata Seok, dan berjanji akan menggunakannya sebagai "momentum" untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia.
Setelah menghadapi berbagai tantangan, termasuk penundaan pembayaran dari pihak Indonesia, pemerintah Korea Selatan telah menyetujui penyesuaian kontribusi finansial Indonesia. Kontribusi Indonesia ini dikurangi dari 1,6 triliun won menjadi 600 miliar won untuk proyek senilai total 8,1 triliun won yang diluncurkan pada 2015.
Hubungan kedua negara dalam proyek ini sempat mengalami ketegangan akibat dugaan kebocoran teknologi yang melibatkan tim insinyur Indonesia yang bekerja di Korea. Namun, pertemuan terbaru ini dianggap sebagai momen penting untuk menormalkan kembali hubungan bilateral di bidang pertahanan. Proyek KF-21 diharapkan akan menghasilkan pesawat tempur supersonik canggih pada 2026, dengan Indonesia mendapatkan sejumlah unit KF-21 Boramae, transfer teknologi dan model prototipe sebagai bagian dari kesepakatan.
Indonesia-Turkiye Sepakat Perluas Akses Pasar
Presiden Prabowo, saat menyampaikan pernyataan bersama, menegaskan dirinya dan Presiden Erdogan sepakat untuk memperluas akses pasar, dan menghapus hambatan-hambatan dagang antara dua negara. Prabowo dan Erdogan juga langsung menginstruksikan menteri masing-masing agar segera merampungkan negosiasi preferential trade agreement (PTA), yang merupakan langkah awal menuju perjanjian ekonomi komprehensif (CEPA) Indonesia-Turki.
Presiden Prabowo dan Presiden Erdogan bertemu empat mata (tête-à-tête), kemudian keduanya memimpin pertemuan bilateral antara delegasi Pemerintah RI dan Pemerintah Turki. Hasil pertemuan itu yang kemudian disampaikan ke hadapan wartawan Istana Kepresidenan Turki dan beberapa wartawan Istana Kepresidenan Indonesia di Istana Kepresidenan Turki, Ankara.
Presiden Prabowo menyambangi Istana Kepresidenan Turki dalam rangka kunjungan kenegaraan balasan, setelah Presiden Erdogan berkunjung ke Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 12 Februari 2025. Dalam rangkaian pertemuan itu, delegasi Pemerintah RI yang mendampingi Presiden Prabowo, terdiri atas Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi, dan Duta Besar RI untuk Turki Achmad Rizal Purnama.
Presiden Erdogan juga didampingi oleh menteri-menterinya, salah satunya Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan.

