China Perintahkan Maskapai Domestik Tunda Pengiriman Pesawat dari Boeing
BEIJING, Investortrust.id – Pemerintah China telah menginstruksikan maskapai domestiknya untuk menghentikan pengiriman pesawat dari Boeing dan menangguhkan pembelian peralatan serta suku cadang penerbangan buatan AS. Perintah ini terungkap pada hari Selasa (15/4/2025) seperti dikutip Sharecast.com, yang makin memperdalam sengketa dagang antara China dan Amerika Serikat.
Kebijakan dari Beijin ini ditetapkan menyusul pengumuman mengenai tarif balasan baru dari China, yang menaikkan total bea masuk atas barang-barang AS menjadi 145%, sebagai respons terhadap tarif terbaru yang diberlakukan oleh Washington.
Diberitakan Bloomberg, langkah terbaru ini secara langsung menargetkan Boeing, dengan tarif baru dari China, dan menjadikan pengiriman pesawat dan komponen buatan AS menjadi tidak layak secara ekonomi.
Pihak berwenang China dilaporkan tengah mengeksplorasi opsi dukungan keuangan bagi maskapai domestik yang menyewa pesawat Boeing, yang kini menghadapi biaya operasional yang lebih tinggi.
Diberitakan pula bahwa sekitar 10 pesawat Boeing 737 MAX saat ini tengah menunggu untuk masuk ke dalam jajaran armada maskapai China, termasuk untuk China Southern Airlines, Air China, dan Xiamen Airlines. Beberapa pesawat tersebut saat ini masih berada di Seattle, atau di pusat penyelesaian Boeing di Zhoushan, China bagian timur.
Pesawat-pesawat yang prosedur pengirimannya telah diselesaikan sebelum penerapan tarif pada 12 April masih bisa diizinkan masuk ke negara itu secara selektif, berdasarkan kasus per kasus.
Sementara itu Boeing, bersama dengan Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) dan maskapai utama China, belum memberikan komentar mengenai perkembangan ini hingga Selasa pagi waktu London.
Baca Juga
Setelah Apple, Boeing Diminta Bangun Pabrik Komponen di Indonesia
Secara terpisah, Juneyao Airlines baru-baru ini menunda pengiriman satu pesawat Boeing 787-9 Dreamliner, yang menunjukkan adanya kehati-hatian operasional yang semakin meningkat di kalangan maskapai China.
Pembekuan pengadaan peralatan penerbangan dari Boeing dipastikan akan semakin memperburuk tantangan Boeing di pasar China, yang diperkirakan menyumbang 20% dari permintaan pesawat Boeings ecara global dalam 20 tahun ke depan.
Meskipun hampir seperempat pesawat Boeing dikirim ke China pada tahun 2018, pesanan baru dari negara tersebut sebagian besar telah terhenti akibat ketegangan dagang dan masalah keselamatan.
Posisi Boeing juga telah melemah akibat larangan terbang 737 MAX yang berkepanjangan, pengawasan regulasi yang terus berlangsung, serta kegagalan kontrol kualitas terbaru yang melibatkan lepasnya penutup pintu darurat (door plug).
Meski maskapai China semakin mengandalkan Airbus dan munculnya pesawat buatan dalam negeri Comac C919, armada Boeing masih tetap dominan dalam operasi penerbangan mereka.
Kebutuhan pemeliharaan dan penggantian suku cadang pesawat tersebut menjadikan sektor penerbangan China tetap rentan terhadap gangguan rantai pasokan, sebuah hal yang telah diperingatkan oleh Boeing sebagai risiko akibat ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung dan dampak pandemi Covid-19 yang masih terasa.

