Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Sebut Pemerintahan Teheran “Terpecah”
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memutuskan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. Ia menilai kondisi pemerintahan Teheran “terpecah secara serius”.
Baca Juga
Diplomasi atau Perubahan Rezim, Pernyataan Trump Picu Kebingungan Arah Perang AS–Iran
Trump mengatakan, gencatan senjata yang sebelumnya dijadwalkan berakhir Rabu kini akan terus berlaku hingga para pemimpin Iran mampu mengajukan “proposal terpadu” untuk mengakhiri konflik dengan AS dan Israel.
Keputusan ini muncul di tengah meningkatnya ketidakpastian jalur diplomasi. Rencana kunjungan Wakil Presiden AS, JD Vance, ke Pakistan untuk melanjutkan pembicaraan damai dilaporkan ditunda. Sementara itu, media pemerintah Iran Tasnim menyebut delegasi Teheran tidak akan menghadiri perundingan lanjutan.
Menurut laporan Tasnim, Iran menilai negosiasi menjadi sia-sia karena AS dianggap menghalangi tercapainya kesepakatan yang layak.
Seorang penasihat ketua parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menyebut perpanjangan gencatan senjata Trump sebagai “taktik untuk mengulur waktu” untuk serangan mendadak, lapor Reuters.
Penasihat Qalibaf, dalam sebuah unggahan di X, juga mengatakan bahwa blokade berkelanjutan terhadap pelabuhan Iran oleh Angkatan Laut AS “tidak berbeda dengan pemboman dan harus ditanggapi dengan respons militer,” lapor Reuters.
Trump sendiri menegaskan bahwa keputusan ini juga diambil atas permintaan Panglima Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, serta Perdana Menteri Shehbaz Sharif, yang meminta waktu tambahan bagi Iran untuk menyatukan posisi internalnya.
Baca Juga
“Kami akan melanjutkan blokade dan tetap siap secara militer dalam segala aspek,” ujar Trump, dikutip dari CNBC, Rabu (22/4/2026) Ia menegaskan bahwa opsi militer tetap terbuka jika diplomasi gagal.

