Nikkei Tembus Rekor Setelah Trump Perpanjang Gencatan Senjata, tapi Pasar Asia Masih Tertekan
Poin Penting
|
TOKYO, investortrust.id - Bursa saham Asia-Pasifik bergerak beragam pada Rabu (22/4/2026). Indeks utama Jepang mencetak rekor tertinggi baru di tengah perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran oleh Presiden Donald Trump.
Baca Juga
Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Sebut Pemerintahan Teheran “Terpecah”
Dikutip dari CNBC, indeks Nikkei 225 melonjak ke level tertinggi sepanjang masa di 59.691, didorong optimisme pasar setelah keputusan Washington menunda eskalasi militer. Namun, reli Jepang kontras dengan pelemahan mayoritas pasar Asia lainnya yang masih dibayangi ketidakpastian konflik Timur Tengah.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyatakan AS menunda serangan terhadap Iran atas permintaan pihak Pakistan, termasuk Field Marshal Asim Munir dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif. Ia menegaskan gencatan senjata akan diperpanjang hingga Iran menyampaikan proposal resmi atau pembicaraan mencapai kesimpulan.
Meski demikian, prospek negosiasi masih suram. Perwakilan Teheran dilaporkan menolak menghadiri pembicaraan dengan AS dan menyebutnya sebagai “pemborosan waktu,” menurut media pemerintah Iran. Ketidakpastian ini juga menunda kunjungan Wakil Presiden AS JD Vance ke forum perundingan damai, sebagaimana dilaporkan Axios dan The New York Times.
Di pasar komoditas, harga minyak melemah setelah sempat menguat. Kontrak berjangka West Texas Intermediate turun 0,28% ke US$89,42 per barel, sementara Brent melemah 0,29% ke US$98,19 per barel.
Dari sisi fundamental, Jepang mencatat surplus perdagangan sebesar 667 miliar yen pada Maret, menandai kenaikan ekspor selama tujuh bulan berturut-turut. Investor kini menanti keputusan kebijakan moneter Bank of Japan pekan depan. Meski demikian, indeks Topix justru turun 0,60%.
Di kawasan lain, indeks Kospi Korea Selatan turun 1,02% akibat aksi ambil untung setelah reli sebelumnya, sementara Kosdaq merosot 1,57%. Data bank sentral menunjukkan harga produsen melonjak pada laju tercepat dalam lebih dari tiga tahun, dipicu kenaikan harga energi.
Pasar China juga melemah, dengan indeks CSI300 turun tipis 0,11% dan indeks Hang Seng Index Hong Kong anjlok 1,08%. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia terkoreksi 0,98%.
Di Wall Street, pada perdagangan Selasa, ketiga indeks utama AS ditutup melemah. S&P 500 turun 0,63% ke 7.064,01, Nasdaq Composite turun 0,59% ke 24.259,96, dan Dow Jones merosot 293 poin ke 49.149,38.
Baca Juga
Ketidakpastian Kesepakatan AS-Iran Tekan Wall Street, Dow Anjlok Hampir 300 Poin
Kontrak berjangka saham AS menunjukkan pemulihan terbatas setelah penurunan pada sesi sebelumnya. Futures S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing naik 0,4%, sedangkan futures Dow Jones Industrial Average bertambah 190 poin.
Secara keseluruhan, pasar global masih bergerak dalam bayang-bayang ketidakpastian geopolitik, dengan investor menimbang peluang perdamaian melawan risiko konflik yang berlarut-larut di Timur Tengah.

