Daur Ulang Penting Dalam Ekosistem Baterai Listrik
JAKARTA, investortrust.id – Peneliti Produk Desain Industri dan Pengamat Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu mengatakan, diprediksi potensi tambang nikel yang ada di Tanah Air akan habis dalam waktu sekitar 20 tahun ke depan. Untuk itu, perlu dipersiapkan sustainable strategy guna memastikan sebanyak mungkin baterai kendaraan listrik didaur ulang di Indonesia, dan tetap menjadi bagian dari aset ketahanan energi Indonesia, mengingat lebih dari 90% baterai terseebut dapat didaur ulang untuk menjadi produk baterai baru.
Selain itu, semua pihak terkait harus bersinergi, mulai dari Kementerian Keuangan; Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral; Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi; serta Kementerian Perhubungan untuk melaksanakan hilirisasi nikel guna membangun ekosistem battery electric vehicle. Ini termasuk mendidik anak sekolah untuk menggunakan kendaraan listrik dan mendidik anak bangsa menjadi ahli kendaraan listrik.
“Sampai sekarang di Indonesia tidak ada yang ahli mobil listrik, oleh karena itu SDM kita juga harus dididik. Semuanya harus berkolaborasi, karena melalui hilirisasi nikel inilah kita bisa mencapai Visi Indonesia Emas 2045,” ucapnya dalam seminar Membangun Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik yang diselenggarakan Investortrust di Raffles Hotel, Jakarta, Selasa (29/08/2023).

