ICBP, Mesin Uang Indofood (INDF) yang Merajai Pasar Global
JAKARTA, investortrust.id -- Kinerja keuangan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) tahun ini diprediksi tetap solid dengan pertumbuhan laba bersih dua digit. Penurunan harga bahan baku, melonjaknya konsumsi masyarakat yang distimulasi pemilu, serta kuatnya penjualan di pasar manca negara merupakan faktor positif pendorong kinerja ICBP. Kepercayaan dan loyalitas pelanggan ikut melanggengkan stabilitas penjualan.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto memprediksi tahun ini ICBP mampu meraih laba bersih Rp 10,7 triliun, tumbuh 16,2% dari perkiraan laba bersih 2023. Adapun laba inti mencapai Rp 9,7 triliun atau naik 5%.
Penurunan harga CPO dan gandum sebagai bahan baku tahun ini diyakini dapat menopang perbaikan margin kotor. Perhelatan pemilu nasional bakal mendorong belanja iklan dan promosi sekitar 4% dari penjualan demi menggenjot penjuatan produk.
Di lain sisi, penjualan di luar negeri memperkuat pasar domestik ICBP yang resilien. Penjualan produk di luar negeri berkontribusi 28% terhadap total penjualan ICBP pada 9 bulan pertama 2023 (9M2023). Meski Mesir dan Turki didera inflasi tinggi, sehingga memukul penjualan Pinehill selaku afiliasi, ICBP mampu membukukan volume penjualan dua digit pada 9M2023. “Itu merefleksikan potensi besar pasar mi instan di Timur Tengah dan Afrika sangat besar,” kata Natalia.
Atas dasar itu, Natalia merekomendasikan beli saham ICBP dengan target harga Rp 13.000, dengan asumsi PER 14,2x. “Kami melihat ICBP sebagai perusahaan dengan produk yang terdiversifikasi dan volume penjualan stabil, valuasinya menarik,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa risiko yang dihadapi ICBP adalah kenaikan harga bahan baku dan depresiasi rupiah.
Sedangkan analis PT Panin Sekuritas, Christian Yowono mengatakan, Rabu (10/01/2024), menargetkan harga ICBP di level Rp 11.500.
Pada perdagangan Selasa (6/2/2024), saham ICBP melesat dan ditutup di posisi Rp 11.525, atau telah memberikan gain sebesar 8,98%. Sepanjang tahun lalu, harga saham ICBP meningkat 5,75%.
Berdasarkan laporan keuangan 9 bulan pertama 2023 (9M2023), penjualan neto konsolidasi ICBP tumbuh sebesar 5% menjadi Rp 51,31 triliun, laba usaha naik 14% menjadi Rp 10,90 triliun, serta laba inti melonjak 35% menjadi Rp 6,97 triliun. Adapun margin laba usaha membaik menjadi 21,2% dari 19,5% di tahun sebelumnya.
Mengomentari keinerja keuangan tersebut, Anthoni Salim, Direktur Utama dan CEO ICBP, mengatakan: “Kami senang bahwa ICBP kembali mencatatkan pertumbuhan di tengah ketidakpastian perekonomian global. Dengan didukung oleh ketangguhan model bisnis yang kami miliki, kami tetap positif untuk dapat menghadapi berbagai tantangan dan memanfaatkan berbagai peluang yang ada guna mempertahankan kinerja yang berkelanjutan serta posisi keuangan yang sehat.”
Kepercayaan dan Loyalitas
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) merupakan salah satu produsen produk konsumen bermerek yang mapan dan terkemuka. Saat ini, ICBP memiliki sejumlah merek yang menguasai pasar di segmennya. ICBP memproduksi lebih dari 30 merek, yakni 6 jenis mi instan (misalnya Indomie), 8 produk dairy (seperti Indomilk), 6 makanan ringan (Chitato), 5 penyedap makanan, 4 nutrisi dan makanan khusus, serta tiga produk minuman.
Banyak di antara merek-merek tersebut memiliki pangsa pasar yang signifikan di Indonesia, didukung oleh kepercayaan dan loyalitas yang mendalam dari para konsumen selama puluhantahun. Sebut saja Indomie, merek mi instan unggulan ICBP telah berkembang menjadi merek internasional dengan kepemimpinan pasar yang kuat di berbagai negara.
Operasional ICBP didukung oleh 60 pabrik yang tersebar di berbagai wilayah, untuk mendekatkan kepada konsumen sekaligus menjamin kesegaran produk di seluruh channel penjualan, didukung oleh jaringan distribusi PT Indofood Sukses Makmur Tbk yang ekstensif di segenap penjuru Nusantara.
Guna melayani permintaan pasar luar negeri, ICBP memiliki lebih dari 20 fasilitas produksi di Malaysia, Afrika, Timur Tengah, dan Eropa Tenggara yang menempatkan ICBP menjadi salah satu produsen mi instan terbesar di dunia, dan merajai pasar di sejumlah negara. Selain itu, produk ICBP sudah hadir di lebih dari 100 negara di dunia.
Cikal bakal ICBP berawal dari Grup Produk Konsumen Bermerek (Consumer Branded Product atau CBP) perusahaan induknya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) yang mulai memproduksi mi instan pada tahun 1982. Di tahun 1985, Grup CBP memulai kegiatan usaha di bidang nutrisi dan makanan khusus, dan di tahun 1990 mengembangkan kegiatan usahanya ke bidang makanan ringan. Kegiatan usaha di bidang penyedap makanan dibentuk pada tahun 1991.
Kegiatan usaha di bidang dairy dimulai di tahun 2008 melalui akuisisi Drayton Pte Ltd, pemegang saham mayoritas dari PT Indolakto. Di tahun 2009, Indofood melakukan restrukturisasi berbagai kegiatan usaha produk konsumen bermerek di bawah Grup CBP untuk membentuk ICBP. Sejak pendirian ICBP sebagai entitas terpisah, perseroan terus mengembangkan usahanya dan memperkuat kepemimpinannya di berbagai segmen pasar.
Pada 2010, ICBP melantai di bursa (IPO), kini 80,53% sahamnya dikuasai Indofood (50,07% dimiliki Firs Pacific Company Limited) dan 19,47% oleh publik.
Langkah strategis berikutnya untuk menopang pasar luar negeri adalah mengakusisi 100% saham Pinehill Company Limited, produsen mi instan dengan kegiatan operasional di negara-negara di Afrika, Timur Tengah dan Eropa Tenggara. ICBP Mengakuisisi seluruh kepemilikan saham pada anak perusahaan di bidang makanan ringan pada 2021. Sebelumnya, pada tahun 2014, ICBP terjun di usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) melalui akuisisi merek “Club”.
ICBP juga menggeluti bisnis kemasan, terutama untuk produk internal. Sebab, kemasan mengkomunikasikan identitas merek, sebagai penentu dalam persaingan. Kemasan diyakini dapat memapankan posisi dan profil produk tertentu, dalam kategori dan rentang harga tertentu.
Di jagat persaingan yang semakin tajam dan segmen produk yang penuh sesak, dimana para konsumen dihadapkan dengan banyak pilihan, hanya spesialis kemasan yang fokus pada pemasaran lah yang dapat membuat perbedaan. Komitmen kuat terhadap investasi pada teknologi terkini dan SDM telah memungkinkan Divisi Kemasan ICBP menciptakan produk-produk kemasan berkualitas tinggi bagi pelanggan lokal maupun global, sekaligus meningkatkan nilai stakeholder.
Dijegal di Taiwan
Persaingan dagang membuat produk ICBP hendak dijegal di Taiwan. Media massa setempat pada 24 April 2023 memberitakan tentang terdeteksinya etilen oksida (EtO) pada produk Mi Kari Putih Penang Ah Lai dari Malaysia dan bumbu perisa mi instan Indomie Rasa Ayam Spesial.
Menanggapi isu tersebut, Direktur ICBP Taufik Wiraatmadja menegaskan bahwa semua produk mi instan ICBP di Indonesia diproses sesuai dengan standar keamanan pangan dari Codex Standard for Instant Noodles dan juga standar yang sesuai dengan ketentuan Badan POM RI. “Produk mi instan kami telah mendapatkan Sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) serta diproduksi di fasilitas produksi yang tersertifikasi Standar Internasional,” kata dia.
ICBP telah mengekspor produk mi instan ke berbagai negara di seluruh dunia selama lebih dari 30 tahun. Itulah sebabnya, tegas Taufik, perseroan senantiasa memastikan bahwa produknya telah memenuhi peraturan dan ketentuan keamanan pangan yang berlaku di Indonesia dan berbagai negara dimana produk mi instan ICBP dipasarkan.
Salah satu bukti kredibilitas ICBP tercermin pada berbagai sertifikat dan penghargaan yang diperoleh. ICBP telah meraih ISO 22000, 45001, 14001 dari SGS United Kingdom Ltd pada 2023. ISO 50001 didapat dari Tuv Nord Gmbh. Selain itu, penghargaan halal (Halal Award) disematkan oleh LPPOM MUI pada 2022 serta penghargaan dari Bank Indonesia.
Konsistensi ESG
Sebagai perusahaan berstandar global, ICBP konsisten mengimplementasikan ESG (environmental, social, and governance). ICBP telah menerapkan sistem manajemen lingkungan yang sesuai dengan standar internasional. Hampir separuh dari seluruh unit operasional ICBP telah meraih sertifikasi ISO 14001 untuk Sistem Manajemen Lingkungan dan beberapa di antaranya juga telah meraih sertifikasi ISO 50001 untuk Sistem Manajemen Energi.
Sebagai anak perusahaan Indofood, komitmen ICBP terhadap perlindungan lingkungan berpedoman pada kebijakan lingkungan Indofood. Langkah yang dilakukan antara lain memenuhi peraturan perundang-undangan serta persyaratan lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan, mencegah terjadinya pencemaran lingkungan yang meliputi air serta menggunakan sumber daya alam dan energi secara efektif dan efisien.
Perseroan mengupayakan konservasi air dan melindungi keanekaragaman hayati termasuk upaya mengurangi dan memanfaatkan limbah dengan prinsip “Reuse, Recycle dan Recovery”. Gugus tugas lingkungan juga telah dibentuk di masing-masing unit operasional yang bertugas mengelola, mengawasi, mengukur serta melaporkan kinerja lingkungan yang meliputi penggunaan energi, emisi gas rumah kaca, limbah, dan air.
ICBP telah terbukti menjadi mesin uang bagi induknya, Indofood Sukses Makmur (INDF). Keseluruhan pencapaian ICBP tidak terlepas dari konsistensi dalam menjaga kualitas produk, melakukan inovasi, promosi, dan menggenjot volume penjualan di pasar domestik dan manca negara.
Semua itu sejalan dengan misi perusahaan, yakni konsisten berinovasi, fokus pada kebutuhan pelanggan, menawarkan merek-merek unggulan dengan kinerja tak tertandingi, serta meningkatkan stakeholder's value secara berkesinambungan.***

