Margin Tebal Indofood CBP (ICBP) yang Membuat Kepincut Kalangan Sekuritas
JAKARTA, investortrust.id – Penurunan bahan baku diharapkan membuat tingkat margin keuntungan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) tetap tinggi sampai akhir tahun, sehingga diharapkan lompatan laba bersih berlanjut sampai penutup tahun ini. Hal ini mendorong sejumlah analis, khususnya Ciptadana Sekuritas dan BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham Grup Salim ini.
Analis Ciptadana Sekuritas Asia Putu Chantika Putri mengatakan, Indofood CBP menunjukkan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid hingga kuartal III-2023. Raihan tersebut didukung oleh peningkatan volume penjualan produk bersamaan dengan kenaikan rata-rata harga jual.
Indofood CBP mencatatkan kenaikan pendapatan sebanyak 4,9% dari Rp 48,90 triliun menjadi Rp 51,30 triliun. Sedangkan laba bersih bertumbuh lebih pesat mencapai 113,3% dari Rp 3,30 triliun menjadi Rp 7,06 triliun.
Lompatan laba bersih tersebut didukung oleh penurunan harga pokok penjualan (COGS) bersamaan dengan penurunan beban keuangan yang drastis dari Rp 4,13 triliun menjadi Rp 539 miliar. Hal ini membuat margin keuntungan bersih perseroan melesat dari 6,8% menjadi `13,8%.
“Realisasi penjualan tersebut sudah sesuai dengan perkiraan dengan merefleksikan 73% dari target Ciptadana Sekuritas dan mencerminkan 74% dari perkiraan konsensus analis,” tulis riset Ciptadana Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Begitu juga dengan penjualan ekspor, dia mengatakan, Indofood CBP menunjukkan performa kuat dengan pertumbuhan penjualan mencapai 15,3%. Segmen ini juga menunjukkan peningkatan margin kotor, seiring dengan penurunan biaya bahan baku.
Sedangkan segmen penjualan mie instan masih menjadi tulang punggung pendapatan perseroan dengan tren peningkatan volume penjualan. Sedangkan segmen minuman susu olahan masih menunjukkan performa melemah sesuai dengan sektornya yang sedang melemah.
Dari performa keuangan yang kuat tersebut, Ciptadana Sekuritas memberikan pandangan positif atas keberhasilan ICBP mencatatkan margin EBIT hingga melampaui target yang ditetapkan manajemen sekitar 18-20%. Penguatan margin tersebut diprediksi tinggi hingga melampaui estimasi yang telah ditetapkan manajemen sampai akhir tahun ini.
Berbagai faktor tersebut mendorong Ciptadana Sekuritas untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli saham ICBP dengan target harga Rp 14.100. Target harga tersebut telah mempertimbangkan tingkat pertumbuhan penjualan domestik yang diprediksi lebih rendah, dibandingkan perkiraan semula.
Ciptadana Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih ICBP menjadi Rp 9,08 triliun tahun ini, dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 4,58 triliun. Sedangkan penjualan diharapkan meningkat dari Rp 64,79 triliun menjadi Rp 68,90 triliun.
Diprediksi Berlanjut
Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto mengatakan, rekomendasi beli untuk ICBP mengasumsikan perkiraan kenaikan pendapatan perseroan mencapai 7% tahun depan, seiring ekspektasi peningkatan volume penjualan dan rata-rata harga jual.
Begitu juga dengan rata-rata margin keuntungan perseroan diprediksi tumbuh sejalan degan perkiraan harga bahan baku CPO dan gandum cenderung stagnan tahun depan. Hal ini diharapkan menaikkan gross margin ICBP sebanyak 20 bps.
“Perseroan juga didukung pelaksanaan pemilu pada semester I-2024. Berbagai hal tersebut diharapkan membuat laba bersih perseroan tetap melambung menjadi Rp 10,7 triliun tahun depan dan laba inti diperkirakan naik menjadi Rp 9,7 triliun,” tulisnya dalam riset yang dipublikasikan di Jakarta, Jumat (10/11/2023).
Selain itu, Natalia mengatakan, ICBP akan mendapatkan sumbangan pertumbuhan pendapatan dari segmen bisnis di luar negeri. Kenaikan datang dari pertumbuhan pasar di Timur Tengah dan Afrika. Sedangkan penjualan di pasar domestik, perseroan kemungkinan tetap mampu untuk mencatatkan kenaikan penjualan mie instan akibat kenaikan inflasi pangan.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli saham ICBP dengan target harga Rp 13.000. Target harga tersebut juga menggambarkan diversifikasi produk dan stabilnya volume penjualan.
Pada perdagangan Jumat (10/11/2023), saham ICBP dikunci di level Rp 10.575 atau menorehkan gain 5,8% selama tahun berjalan (ytd), dengan market cap sebesar Rp 123,32 triliun
BRI Danareksa Sekurtias memperkirakan kenaikan laba bersih ICBP menjadi Rp 9,20 triliun tahun ini dan diharapkan naik menjadi Rp 10,69 triliun pada 2024, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 4,58 triliun.
Begitu juga dengan proyeksi pendapatan meningkat menjadi Rp 67,88 triliun pada 2023 dan menjadi Rp 73,25 triliun pada 2024, dibandingkan perolehan tahun lalu senilai Rp 64,79 triliun.
Ciptadana Sekuritas Asia
Rekomendasi : Buy
Target harga : Rp 14.100
BRI Danareksa Sekuritas
Rekomendasi : Buy
Target harga : Rp 13.000
Ketangguhan Model Bisnis
Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP, Anthoni Salim, menyatakan bahwa performa keuangan yang bertumbuh cukup bagus itu merupakan hal menggembirakan di tengah ketidakpastian perekonomian global. “Dengan didukung oleh ketangguhan model bisnis yang kami miliki, kami tetap positif untuk dapat menghadapi berbagai tantangan dan memanfaatkan berbagai peluang yang ada guna mempertahankan kinerja yang berkelanjutan serta posisi keuangan yang sehat,” katanya dalam pernyataan terkait laporan keuangan kuartal III-2023, beberapa waktu lalu.
Penjualan Indofood bukan hanya ditopang pihak relasi, tapi juga pihak ketiga. Penjualan kepada pihak ketiga tumbuh 6,55% Rp 21,57 triliun (yoy), sedangkan penjualan kepada pihak berelasi mencapai Rp 29,73 triliun atau tumbuh 3,74%.
Dari enam divisi lini bisnis ICBP, mie instan masih mendominasi dengan kontribusi Rp 38,11 triliun (tumbuh 6,6% yoy), disusul dairy Rp 6,81 triliun, makanan ringan Rp 3,23 triliun, penyedap makanan Rp 2,85 triliun, nutrisi dan makanan khusus Rp 890,05 miliar, dan minuman Rp 1,20 triliun.
Indofood CBP Sukses Makmur merupakan salah satu produsen produk konsumen bermerek yang mapan dan terkemuka. ICBP menawarkan berbagai pilihan produk makanan dan minuman sebagai solusi kebutuhan sehari-hari bagi konsumen di segala usia dan segmen pasar, melalui lebih dari 30 merek produk.
Kegiatan operasional ICBP didukung oleh 60 pabrik yang tersebar di berbagai wilayah utama di Indonesia. Didukung oleh jaringan distribusi PT Indofood Sukses Makmur Tbk yang ekstensif di segenap penjuru Nusantara, ICBP dapat memenuhi permintaan konsumen secara tepat waktu dan lebih efisien.
Guna melayani permintaan pasar di mancanegara, ICBP memiliki lebih dari 20 fasilitas produksi di Malaysia, Afrika, Timur Tengah, dan Eropa Tenggara yang menempatkan ICBP menjadi salah satu produsen mi instan terbesar di dunia. Selain itu, ICBP juga mengekspor berbagai produknya dari Indonesia, sehingga produknya hadir di lebih dari 100 negara di dunia.
Indofood CBP Sukses Makmur didirikan pada 2 September 2009 dan mulai beroperasi secara komersial 1 Oktober 2009. ICBP merupakan hasil pengalihan kegiatan usaha divisi mi instan dan penyedap Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), pemegang saham pengendali.
Pada 24 September 2010, ICBP memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham ICBP (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1,166 miliar dengan harga penawaran Rp 5.395 per saham. Saham-saham ICBP dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Oktober 2010. (Hari Gunarto)
Baca Juga
Saham ICBP dan MYOR Disebut Jadi Pemenang, Berikut Analisanya

