Revolusi Prancis di Bumi Nusantara
Oleh: Primus Dorimulu
DUNIA mengenal Revolusi Prancis, 1789, yang terkenal dengan motto: “Liberte, egalite, et fraternite!” Tiga kata magis Revolusi Prancis itu menginspirasi dunia dalam menata kembali peradaban manusia yang diwarnai ketidakadilan, sarat eksploitasi, dan penindasan. Prancis memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan dunia dengan berbagai kosakata yang menggugah dunia, di antaranya ”Exploitation par Lomé à Lomé”, eksploitasi atau pengkhianatan terhadap rakyat yang dilakukan oleh bangsa sendiri.
Lama berproses, Revolusi Prancis meletus saat ribuan rakyat Prancis menyerbu Bastille, penjara paling kejam di negara itu, 14 Juli 1789. Bergejolak selama sepuluh tahun, Revolusi Prancis berakhir tahun 1799 ketika Napoleon Bonaparte tampil sebagai pemimpin. Bastille Day atau National Day kemudian menjadi Fête de la Fédération atau Perayaan Persatuan Bangsa Prancis.
Setahun setelah penyerbuan penjara Bastille, 14 Juli 1790, rakyat Prancis memperingati Bastille Day, Hari Nasional, antara lain, dengan parade militer di Champs-Élysées, kawasan perdagangan di jantung kota Paris. Inilah parade militer tertua dan terbesar di Eropa. Di tahun yang sama, Maximilien Robespierre, tokoh revolusioner dari kelompok Jacobin, memperkenalkan motto “Liberté, egalité, et fraternité” (kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan). Seruan itu kemudian menjadi “yel-yel” selama Revolusi Prancis dan menggema hingga ke seluruh penjuru dunia.
Setidaknya terdapat tujuh pemikir Prancis yang memengaruhi peradaban dunia, yakni Voltaire (1694–1778), Jean-Jacques Rousseau (1712–1778), Montesquieu (1689–1755), Denis Diderot (1713–1784), Simone de Beauvoir (1908–1986), Albert Camus (1913–1960), dan Michel Foucault (1926–1984). Mereka menggugat kekuasaan yang menindas, mendorong lahirnya demokrasi, hak asasi manusia, dan kesetaraan gender. Pemikiran mereka mengilhami perjuangan dunia melawan eksploitasi, baik ekonomi, politik, sosial, maupun gender.
Voltaire adalah pejuang kebebasan berpendapat, anti-otoritarianisme, dan perlawanan terhadap dogma agama yang menindas. “Saya tidak setuju dengan apa yang Anda katakan, tetapi saya akan membela sampai mati hak Anda untuk mengatakannya,” kata Voltaire. Jean-Jacques Rousseau terkenal dengan Du Contrat Social (Kontrak Sosial). Lewat karya L’Esprit des lois (Ruh Undang-undang), Montesquieu menjelaskan tentang trias politika (pemisahan kekuasaan: eksekutif, legislatif, yudikatif).
Albert Camus menolak keras kekuasaan yang otoriter dan ideologi yang membenarkan kekerasan demi tujuan serta membela nilai martabat manusia dalam dunia yang absurd. “Saya memberontak, maka saya ada,” kata Albert. Sedang Michel Foucault dalam “Discipline and Punish, The History of Sexuality” mengingatkan bahwa penindasan terjadi bukan hanya lewat negara, tapi lewat ilmu pengetahuan, institusi, dan wacana. Ia membongkar bagaimana kekuasaan tersembunyi bekerja dalam kehidupan sosial. Ia memperluas cara berpikir tentang kekuasaan dan kebebasan di era modern.
Bahasa Prancis tidak hanya terkenal oleh karena keindahannya, tetapi juga karena pengaruhnya yang kuat dalam membentuk wacana global, terutama dalam bidang politik, hukum, ekonomi, seni, dan diplomasi. Warisan Revolusi Prancis dan dominasi budaya Prancis di masa lampau telah meninggalkan jejak yang abadi dalam perbendaharaan kata dunia.
Selama abad ke-17 hingga ke-19, Prancis adalah pusat budaya, filsafat, dan diplomasi Eropa. Bahasa Prancis menjadi bahasa resmi istana dan perundingan internasional. Tidak heran jika banyak kosakata Prancis terserap dalam percakapan global, bahkan dipertahankan dalam bentuk aslinya karena nilai estetik dan intelektualnya.
Sebutlahkata noblesse oblige (kebangsawanan membawa kewajiban). Setiap pemegang kekuasaan memiliki kewajiban moral untuk bertindak dengan kemurahan hati dan tanggung jawab sosial.Mereka yang memegang kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif harus memiliki kewajiban moral untuk membebaskan rakyat dari penindasan, rasa takut, kebodohan, kemiskinan, dan kemelaratan.
Sebuah organisasi hanya bisa kokoh-kuat jika para anggotanya memilikiesprit de corps, semangat kebersamaan dalam kelompok.Tanpa semangat korps, sebuah organisasi akan mudah retak dan pecah.
Dalam wacana pengelolaan ekonomi, Prancis menyumbang kata laissez-faire (biarkan pasar berjalan sendiri). Filosofi utama kapitalisme liberal klasik adalah laissez-faire, yakni penolakan terhadap campur tangan pemerintah dalam urusan pasar bebas.
Rezim yang lemah mudah dihajar coup d’etat (kudeta). Kudeta adalah penggulingan kekuasaan secara tiba-tiba dan tidak konstitusional, dan itu biasanya dilakukan oleh militer atau elite politik.
Terhadap pihak yang melakukan tindakan anti-mainstream, ada kata Prancis “avant-garde” (pelopor inovatif). Kata avant-garde dikenakan kepada mereka yang menjadi pencetus gaya atau gerakan baru yang belum diterima secara luas. Pandangan dan gerakan mereka sering dianggap radikal atau kontroversial pada masanya, tapi kemudian bisa menjadi dasar dari perkembangan arus utama.
Revolusi di Bumi Nusantara
Indonesia juga kecipratan revolusi Prancis. Ada sejumlah perubahan revolusioner di Bumi Nusantara akibat pengaruh Prancis.Jalan raya pertama sepanjang 1.000 km yang membelah Jawa dibangun oleh Belanda saat negara itu di bawah kekuasaan Prancis.
Pemimpin Prancis Napoleon Bonaparte menunjuk Herman Willem Daendels, tokoh Belanda menjadi gubernur jenderal Hindia Belanda, 1 Januari 1808–28 Mei 1811. Untuk memudahkan pergerakan pasukan dan suplai logistik dalam menghadapi potensi serangan Inggris dari laut selatan, pada tahun 1808, Daendels membangun Jalan Raya Pos (De Grote Postweg) dari Anyer (Banten) ke Panarukan (Jawa Timur) sepanjang sekitar 1.000 km hanya dalam waktu kurang dari setahun. Pada era Daendels (1808–1811), pemerintahan Hindia Belanda menerapkan sistem administrasi dan hukum yang lebih modern dan sentralistik di Jawa.
Prancis di bawah kekuasaan Napoleon Bonaparte secara efektif menguasai Belanda selama sekitar 18 tahun, yaitu dari 1795 hingga 1813. Pengaruh ini juga berdampak besar terhadap Hindia Belanda (sekarang Indonesia), yang saat itu merupakan koloni Belanda.
Di bidang infrastruktur pertanian dan energi, Prancis juga melakukan revolusi! Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim Sudjono Djojohadikusumo menjelaskan, pembangunan Waduk Jatiluhur yang ikonik itu melibatkan Prancis. Sebagian besar air baku untuk Jakarta berasal dari Jatiluhur. Waduk Jatilihur juga mengontribusi listrik untuk jaringan listrik Jawa Bali. Prancis memiliki keahlian dalam pengelolaan PLTA.
Dikenal sebagai Waduk Ir H Djuanda, pembangunan Jatiluhur, 1957-1967, dikerjakan oleh perusahaan konsorsium, satu di antarnya adalah Société d’Études pour l’Équipement et l’Aménagement dari Prancis. Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Bank Dunia dan mendapatkan bantuan teknis dan dana dari luar negeri, termasuk dari Prancis. Kontraktor utama pembangunan bendungan adalah Campenon Bernard, sebuah perusahaan konstruksi besar asal Prancis. Waduk Jatiluhur mengairi lahan sawah seluas sekitar 242.000 ha di Jawa Barat dan menjadi salah satu sistem irigasi teknis terbesar di Indonesia.
Restoran Prancis, demikian Hashim, adalah restoran asing pertama yang dibuka di Borobudur, sebuah hotel yang terletak di Lapangan Banteng. Hotel yang dibangun pada era Presiden Soekarno dan diresmikan tahun 1974 oleh Presiden Soeharto itu hanyasepelemparan batu dari Gedung Kementerian Keuangan, Menko Perekonomian, dan Kementerian Luar Negeri.
Restoran Prancis dengan nama Le Bistro dibuka sejak awal Hotel Borobudur beroperasi. Menyajikan masakan Prancis klasik, lengkap dengan layanan ala fine dining Eropa, restoran ini mendatangkan sejumlah chef dari Prancis. Le Bistro dikenal luas sebagai tempat makan eksklusif dan simbol status sosial di Jakarta era 70-an dan 80-an.
Indonesia dan Prancis sudah memiliki hubungan saling menguntungkan yang panjang. Di bidang pertahanan dan keamanan ada kerjasama pengadaan alutsista (alat utama sistem senjata), transfer teknologi, pelatihan, dan peningkatan kemampuan industri pertahanan. Indonesia membeli jet tempur Rafale, kapal selam Scorpène, helikopter Caracal, dan peningkatan radar dan sistem komando terpadu.
Tidak heran jika pada acara Bastile Day, Hari Nasional Prancis, Senin, 14 Juli 2025, pasukan Indonesia menjadi tamu kehormatan dan dipercayakan menempati barisan terdepan. Indonesia hadir dengan 500 personel, yakni 260 pasukan tempur dari tiga matra: Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Darat serta selebihnya personel drum band.
Diadakan di Kawasan Champs Alysees,Bastile Day dirayakan dengan defile, drum band, parade militer, dan arakan pasukan berkuda. Di antara berbagai acara yang menarik, ada dua pertunjukan yang paling memukau, yakni atraksi barisan 500 personel TNI yang sangat apik dan indah, serta akrobatik pesawat tempur Prancis. Pada saat yang sama, penonton harus berbagi perhatian agar bisa melihat penampilan pasukan Indonesia dan tidak kehilangan momentum menyaksikan akrobatik pesawat tempur Prancis.
“Pesawat tempur Prancis paling mutakhir ditampilkan di acara National Daytahun ini,” kata Dubes Indonesia untuk Prancis Mohamad Oemar. Dari negeri Napoleon Bonaparte ini dunia mengenal sejumlah pesawat tempur canggih, di antaranya Mirage.
Lebih dari 100 pesawat dan helikopter yang diterbangkan pada rangkaian terbang (flypast), termasuk 60–63 pesawat Prancis ditambah sekitar tujuh pesawatdari negara sekutu seperti Jerman, Swiss, Spanyol, Italia, dan Inggris. Pesawat Mirage 2000 ditampilkandalam beberapa formasi. Pada malam harinya, sekitar 1.000 drone membentuk pertunjukan cahaya di langit Paris, di atas Menara Eiffel, menampilkan pesan-pesan patriotik dan moto republik “Liberté, Égalité, Fraternité!”
Video: Courtesy of Sekretariat Presiden
Meski tidak sebesar Belanda, jejak pengaruh Prancis di Bumi Nusantara cukup signifikan dalam berbagai bidang, mulai dari kebudayaan, teknologi, hingga upaya menurunkan emisi karbon untuk mengasi global warming dan perubahan iklim yang ekstrem.Prancis adalah simbol mode dan gaya hidup elegan. Pengaruhnya masuk ke Indonesia melalui industri mode, kuliner, parfum, hingga gaya hidup kelas menengah-atas di kota besar.
Di bidang pendidikan, sejumlah pemikir Indonesia pada awal abad ke-20 seperti Soekarno dan Sutan Sjahrir mengadopsi ide-ide revolusioner dari filsuf Prancis seperti Rousseau, Voltaire, dan Montesquieu. Banyak istilah Prancis digunakan dalam bahasa Indonesia, terutama dalam bidang seni, kuliner, hukum, dan diplomasi.
Revolusi Prancis (1789) dengan slogan “Liberté, egalité, fraternité” menginspirasi tokoh-tokoh pergerakan nasional Indonesia. Gagasan republik, kedaulatan rakyat, dan pembatasan kekuasaan absolut banyak diadopsi oleh para pendiri bangsa.
Sebagian struktur hukum Belanda dipengaruhi oleh Code Napoléon dari Prancis. Karena itu, konsep hukum sipil dan hukum publik Prancis secara tidak langsung ikut memengaruhi sistem hukum Indonesia, terutama dalam hukum perdata dan administrasi negara.
Aliran seni modern dari Prancis (impresionisme, realisme, surealisme) memengaruhi perkembangan seni rupa Indonesia, terutama pascakolonial. Beberapa seniman Indonesia —Affandi dan Heri Dono— menimba ilmu di Prancis. Bangunan kolonial, seperti istana dan kantor pemerintahan, banyak mengadopsi gaya arsitektur Eropa kontinental. Festival film Prancis rutin digelar di Indonesia dan menjadi ruang diplomasi budaya yang cukup kuat, memperkenalkan cara bercerita, teknik sinematografi, dan gagasan-gagasan kontemporer.
Kerja Sama ekonomi
Selama empat hari, penulis bersama sepuluh pemimpin media arus utama di Indonesia mengikuti kunjungan Kadin ke Paris. Selain menghadiri National Day, 1 Juli 2025, para pemimpin redaksi diikutsertakan dalam pertemuan Kadin Indonesia dengan pelaku bisnis Prancis yang tergabung dalam MEDEF (Mouvement des Entreprises de France).
Penduduk Prancis tahun 2024 sekitar 68,4 juta dengan PDB per kapita US$ 46.200. Sedangkan Indonesia berpenduduk 284 juta dengan PDB per kapita US$ 5.000. Di tahun yang sama, PDB Prancis US$ 3,2 triliun, sementara Indonesia US$ 1,4 triliun. Ekonomi Prancis jauh lebih besar dari Indonesia.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan, Kadin sebagai mitra pemerintah berusaha menarik foreign direct investment (FDI) atau investasi asing dan meningkatkan perdagangan dengan berbagai negara, termasuk dengan Prancis, negara yang sudah mempunyai hubungan panjang dengan Indonesia. “Kadin berusaha mencegah PHK dan itu hanya mungkin jika ada investasi asing yang masuk dan peningkatan perdagangan,” kata Anin.
Sejumlah perusahaan besar Prancis sudah berinvestasi di Indonesia. Sebutlah TotalEnergies, perusahaan di bidang migas dan energi terbarukan. TotalEnergies, antara lain, beroperasi di Blok Mahakam, Kalimantan Timur, yang dioperasikan sejak 1968 dan sempat menjadi produsen gas terbesar untuk fasilitas LNG Bontang hingga 2017. TotalEnergies juga beroperasi di Blok Sebuku dan Blok Bobara di lepas pantai Papua Barat. Lewat TotalEnergies Marketing Indonesia, perusahaan Prancis ini menyediakan pelumas dan produk khusus.
TotalEnergies juga bergerak di industri terbarukan melalui entitas TotalEnergies Renewables DG dan Total Eren. Mereka mengembangkan solusi energi surya untuk bisnis. Sebutlah Proyek Solar + BESS di Riau yang dibangun bersama Raja Garuda Emas(RGE).
Hadir di Indonesia sejak 1998 dengan mengakuisisi AQUA, merek air minum dalam kemasan lokal yang berdiri sejak 1973, perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) Danone kini menguasai sekitar 50% pasar Indonesia. Mempekerjakan 11.000 karyawan, Danone kini mengelola 24 pabrik yang tersebar di seluruh Indonesia.
Prancis hadir di Indonesia lewat L’Oréal sejak 1979. Melalui PT L’Oréal Indonesia dan PT Yasulor Indonesia, L’Oréal memimpin segmen salon profesional, luxury, dan skincare pria, serta Garnier. Pada tahun 1986, L’Oréal mendirikan perusahaan manufaktur pertama di Ciracas. Sedang pada November 2012, L’Oréal meresmikan pabrik baru yang berlokasi di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Bekasi.
Air Liquide, perusahaan gas industri asal Prancis, telah aktif di Indonesia sejak 1993, melalui entitas lokal mereka yaitu PT Air Liquide Indonesia (juga dikenal sebagai Alindo). Saat ini, Air Liquide mengoperasikan Air Separation Units di Cilegon, menghasilkan gas industri seperti oksigen, nitrogen, argon. Air Liquide juga memiliki fasilitas di Bekasi (Fajar Industrial Estate) untuk memasok gas ke daerah industri seperti MM2100, Jababeka, dan EJIP. Perusahaan ini membangun jaringan pipa bawah tanah sepanjang 100 km, melayani kawasan industri Cilegon–Anyer–Merak, Bojonegara, serta Lampung dan Cibitung .
Pada Mei–Juli 2025, Alindo meresmikan gudang baru di Semarang guna memperkuat distribusi gas kemasan dan speciality gas di Jawa Tengah dan Yogyakarta . Gudang ini melengkapi fasilitas sebelumnya yang berada di Jawa Timur, meningkatkan kecepatan respons dan ketersediaan pasokan . Sekitar lima bulan lalu, Alindo menyelesaikan instalasi Hydrogen Refueling Station (HRS) bertekanan tinggi (70 MPa) di fasilitas Toyota Motor Manufacturing Indonesia.
Di bidang keuangan, Prancis hadir lewat BNP Paribas sejak 1970 dan menjadi satu‑satunya bank asal Prancis yang memiliki anak perusahaan di Indonesia. Ada tiga entitas, yakni PT Bank BNP Paribas Indonesia, PT BNP Paribas Asset Management, dan PT BNP Paribas Sekuritas.
Hingga saat ini, jauh lebih banyak investasi Prancis di Indonesia dibandingkan investasi Indonesia di Prancis. Pada tahun 2021, saat pandemi, investasi Prancis di Indonesia mencapai US$ 5,5 miliar. Sempat turun pada tahun 2022, investasi Prancis naik lagi menadi US$ 4,2 miliar pada 2023.
CPO dan nuklir
Undangan Presiden Prancis Emmanuel Jean‑Michel Frédéric Macron untuk menghadiri National Day, 14 Juli 2025, dimanfaatkan Kadin Indonesia untuk bertemu para pengusaha Prancis yang tergabung dalam MEDEF (Mouvement des Entreprises de France). Pada CEO Forum yang digelar di Paris, 15 Juli 2025, Ketua Umum Kadin, Anin Bakrie menjelaskan tentang upaya pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto mewujudkan laju pertumbuhan ekonomi 8%.
Upaya mewujudkan pertumbuhan ekonomi 8% dilakukan lewat sejumlah program, yakni program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan 3 juta rumah, pembangunan bidang kesehatan, sektor pertanian dan pangan, energi, dan industri. Kadin mengimbau para pelaku bisnis Prancis untuk terlibat dalam berbagai program. Paling tidak, ada tindak lanjut MoU Kadin dan MEDEF di Jakarta, 28 Mei 2025.
Sebagai mitra pemerintah, kata Anin, Kadin mengajak pengusaha Prancis untuk meningkatkan investasi dan perdagangan dengan Indonesia. Hingga saat ini, Indonesia didera defisit dalam perdagangan dengan Prancis. Pada tahun 2024, Indonesia mencatat defisit US$ 532,4 juta dalam perdagangan dengan Prancis.
Impor utama Indonesia dari Prancis adalah parfum, pesawat terbang dan suku cadang pesawat terbang, kendaraan bermotor, tas mewah, dsb. Sedang ekspor utama Indonesia ke Prancis mencakup konverter statis, mentega, kakao, lemak, minyak, suku cadang sepeda motor, mesin dan perlengkapan elektrik, bahan bakar mineral, minyak astiri dan bahan kosmetik, kopi dan rempah-rempah.
Pada pertemuan di Paris, ada sinyal kuat bahwa Prancis akan membuka pintu bagi impor CPO (crude palm oil) dari Indonesia. Sedangkan Indonesia akan bekerjasama dengan Prancis untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia. Saat ini, 67% pembangkit listrik di Prancis dikontribusi oleh PLTN.
“Indonesia akan mengembangkan PLTN,” kata Hashim. “Kita tidak perlu terlalu khawatir terhadap bahaya nuklir karena teknologi untuk pengamaman semakin baik. Kemajuan AI bisa dimanfaatkan untuk pengamaman PLTN,” jelas CEO Arsari Group yang juga Utusan Khusus Presiden untuk perubahan iklim.
Meski surplus terhadap Indonesia, neraca perdagangan Prancis defisit terhadap total perdagangan dunia. Pada tahun 2024, defisit perdagangan Prancis mencapai US$ 113,6 miliar, sedangkan Indonesia pada tahun yang sama surplus US$ 31 miliar.
Ekonomi Prancis, sedikit-banyaknya, digerakkan oleh pariwisata. Pada tahun 2024, Prancis dikunjungi oleh 102 juta wisman sekaligus menempati peringkat kedua setelah China yang pada tahun yang sama dikunjungi 132 juta wisman.
Wisatawan Prancis yang mengunjungi Indonesia tahun 2024 mencapai 346.337. Tidak ada angka jumlah pelancong Indonesia yang mengunjungi Prancis. Dubes Indonesia untuk Prancis Mohamad Oemar mengatakan, wisman asal Prancis yang ke Indonesia jauh lebih banyak dibanding wisatawan Indonesia yang ke Prancis.
“Jika ada direct flight, jumlah wisman Prancis ke Indonesia akan lebih besar lagi,” kata Oemar. Ia menyarankan agar Garuda membuka rute Jakarta-Denpasar-Paris. Bali adalah daya tarik bagi pelancong seluruh Eropa.
Paris Agreement
Prancis sudah membuktikan diri sebagai negara terdepan dalam upaya mengurangi global warming dan climate change lewat dekarbonisasi. COP21 yang digelar di Paris, 2015, menghasilkan Paris Agreement. COP (Conference of the Parties) adalah konferensi tahunan para pihak yang menjadi anggota UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change). COP1 digelar di Berlin tahun 1995.COP30 akan digelar 10–21 November 2025 d Belém, Brasil.
Paris Agreement bertujuan menjaga kenaikan suhu rata-rata global tetap di bawah 2°C dibandingkan era pra-industri, dan berupaya menekannya hingga 1,5°C. Tujuan utama lain dari Paris Agreement adalah meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan membangun ketahanan iklim, pembangunan rendah emisi tanpa mengancam produksi pangan, dan mendukung aliran keuangan yang konsisten dengan jalur pembangunan rendah karbon dan tahan iklim. .
Perjanjian Paris juga menggalakkan kontribusi nasional sukarela (NDCs – Nationally Determined Contributions) dari setiap negara untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK), meningkatkan adaptasi, memberi laporan berkala dan transparan atas kemajuan mereka, dan mengakui prinsip tanggung jawab bersama namun berbeda (CBDR-RC). Negara maju diharapkan memberikan pembiayaan, teknologi, dan dukungan kapasitas kepada negara berkembang. Perjanjan Prancis mengaktifkan wacana penerapan ESG (Environmental, Social, Governance) dan gerakan dekarbonisasi menuju net zero emission.
Prancis bukan hanya simbol dalam Paris Agreement, tapi juga menjadi motor penggerak utama dalam diplomasi iklim global dan penerapan ESG secara konkret di sektor publik dan swasta. Prancis dan negara maju lainnya diharapkan mendukung negara berkembang seperti Indonesia melalui pembiayaan, teknologi, dan kemitraan jangka panjang.
Hubungan Emosional
Prancis tidak hanya memiliki hubungan baik dengan Indonesia, melainkan juga hubungan emosional dengan keluarga Presiden Prabowo Subianto. Seperti dijelaskan Hashim, Prof Sumitro Djojohadikusumo —ayah Hashim dan Presiden Prabowo— sempat belajar filsafat di Universitas Sorbonne, Paris, tahun 1937-1938. Dari Paris, Sumitro kembali ke Rotterdam untuk melanjutkan studi ekonomi dan meraih doktor pada usia 26 tahun lewat disertasi berjudul “Het Volkscredietwezen in de Depressie” (Kredit Rakyat di Masa Depresi).
Anak kedua Sumitro, Mariani Ekowati, menikah dengan Didier Lemeistre, pria asal Prancis. Didit Hediprasetyo atau Didit Prabowo, putra Presiden Prabowo Subianto, belajar dan berkarya cukup lama di Paris. Ia belajar fashion design di Parsons School of Design di New York selama empat tahun dan kemudian melanjutkan kuliah di Parsons Paris (École Parsons à Paris), lulus pada 2007 dengan gelar Bachelor of Fine Arts. Selain desain mode, ia juga mengikuti kursus melukis, fotografi, dan sejarah seni.
Setelah menamatkan pendidikan, Didit menetap di Paris untuk membangun karier sebagai perancang busana. Ia rutin menjadi peserta Paris Fashion Week dan bahkan tampil dalam kalender resmi acara tersebut. Didit juga dikenal sebagai perancang otomotif. Ia pernah membuat desain interior dan eksterior BMW Individual Series 7 edisi terbatas. Sejak kampanye pilpres 2024 dan ayahnya terpilih menjadi presiden RI, Didit menetap di Indonesia.
Revolusi Prancis tidak hanya memengaruhi dunia, melainkan juga Indonesia. Banyak jejak Prancis di Bumi Nusantara. Sesuai moto “Liberte, egalite, et fraternite”, hubungan Indonesia-Prancis hendaknya menjadi hubungan yang setara dan saling menguntungkan. ***

