Deni Daruri Tegaskan Revolusi Perusahaan Dimulai dari Pengungkapan ESG
JAKARTA, investortrust.id - Founder PT Bumi Global Karbon, Achmad Deni Daruri menyebutkan, untuk melakukan revolusi perusahaan maka harus dimulai dari ESG disclosure atau pengungkapan ESG. Pasalnya, saat ini negara-negara maju sudah menjadikan environmental, social, and governance (ESG) sebagai acuan.
Dijelaskan oleh Deni Daruri, ESG disclosure adalah proses di mana perusahaan menyampaikan data dan informasi tentang dampak, risiko, dan peluang ESG mereka kepada pemangku kepentingan.
“Revolusi ini dimulai karena semakin banyaknya investor, konsumen, dan regulator, yang menuntut transparansi lebih besar dalam hal keberlanjutan (sustainability) dan tanggung jawab sosial perusahaan,” kata Deni Daruri dalam Seminar ESG Revolution, Rabu (28/8/2024).
Menurutnya, ESG disclosure akan membantu perusahaan untuk meningkatkan transparansi, mendapatkan kepercayaan, mematuhi regulasi, dan mengidentifikasi risiko dan peluang. Dengan ESG disclosure, perusahaan dapat memulai perjalanan menuju praktik bisnis yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Baca Juga
Eks Ketua OJK Ungkap Implementasi ESG Jadi Lebih Krusial bagi Perusahaan Terbuka
Deni Daruri menerangkan, ESG disclosure disajikan melalui sustainability reporting atau laporan berkelanjutan, yang menjadi fondasi untuk transparansi dan komitmen terhadap dampak lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik.
“Inilah awal mulai revolusi yang benar. Jadi men-disclosure ESG-nya dalam sustainability reporting, sesuai POJK 51/2017. Nah itu yang kita mulai,” tegas dia.
Berdasarkan laporan yang dimuat Corporate Knights dan Aviva, beberapa pasar modal dunia telah memimpin dalam hal ESG disclosure. Sebagai contoh, Nasdaq Helsinki memiliki disclosure rate ESG tertinggi di dunia dengan angka 80,6% dan disclosure timeliness rata-rata 126 hari.
“Di kita (Indonesia) berapa hari nih teman-teman melaporkan? Ada yang 1 bulan, ada yang 2 bulan kan ke OJK. Kalau di Nasdaq 126 hari rata-rata sudah melaporkan. Itu Nasdaq nomor 1 yang terbaik,” sebut Deni Daruri.
Baca Juga
Survei: 63% Emiten di Asia-Pasifik Buktikan Kinerja Produk Investasi ESG Lebih Baik
Setelah Nasdaq Helsinki, pasar modal selanjutnya yang memiliki disclosure rate ESG tertinggi adalah BME Spanish Stock Exchanges dengan 77,7%. Adapun disclosure timeliness-nya rata-rata 181 hari.
Sementara itu, London Stock Exchange ada di posisi ke-15 dengan disclosure rate 55,4% dan disclosure timeliness-nya rata-rata 135 hari. Sedangkan Indonesia Stock Exchange tertinggal di urutan ke-36 dengan disclosure rate 32,1% dan disclosure timeliness-nya tidak terdata.
“Jadi (Indonesia) belum ada nih. Datanya gak terkumpul dengan baik di OJK berapa hari sih yang sudah melaporkan nih? Belum ketahuan,” beber Deni Daruri.

