Transformasi Berkelanjutan, Katalisator Performa BTN
JAKARTA, investortrust.id – Performa keuangan sepanjang 2023 dan transformasi berkelanjutan yang ditempuh oleh PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), membuat para analis optimistis bahwa pertumbuhan kinerja bank spesialis kredit properti tersebut bakal terus melesat. Berbagai iklim kondusif di indutri properti mendorong sejumlah sekuritas mematok target harga saham BBTN cukup tinggi.
Saham BBTN berhasil mencatatkan penguatan harga hingga mencetak level tertinggi baru selama setahun terakhir pada penutupan perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/2/2024) usai pilpres lalu. BBTN melesat Rp 55 (4,09%) ke level Rp 1.400.
Optimisme pelaku pasar terhadap BBTN antara lain dipicu kemenangan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam pilpres 2024. Di bidang perumahan rakyat, pasangan yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu berjanji membangun 3 juta rumah bagi rakyat yang belum memiliki tempat tinggal.
Janji lainnya menaikkan anggaran perumahan untuk mengatasi backlog kepemilikan rumah yang menjadi salah satu masalah di sektor perumahan. Untuk merealisasikan target tersebut, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 101 triliun per tahun.
Meski pada penutupan perdagangan Senin (19/2/2024), saham BBTN berada di level Rp 1.350, analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya dalam riset terakhirnya menyebutkan bahwa terbuka peluang penguatan lebih lanjut kinerja keuangan BBTN. Hal ini didukung oleh kebijakan insentif pembelian properti melalui diskon tarif PPN. Hal ini akan meningkatkan permintaan kredit kepemilikan rumah (KPR).
Prospek pertumbuhan yang kuat tahun ini ditambah keberhasilan mencatatkan pertumbuhan laba di atas target dan peluang berlanjutnya pertumbuhan tahun ini mendorong RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.650.
Senada dengan RHB, analis Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat dan Boby Kristanto Chandra menyebutkan bahwa laba bersih BTN tahun 2023 telah melampaui konsensus analis. Lonjakan laba tersebut didukung pertumbuhan pesat kredit bersamaan dengan dana murah CASA.
Bahkan, kedua analis ini memperkirakan pertumbuhan laba bersih BBTN lebih pesat tahun ini, seiring dengan ekspektasi pemangkasan tingkat suku bunga yang berimbas terhadap NIM. Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.800.
Begitu juga dengan tim riset Trimegah Sekuritas memberikan pandangan positif terhadap prospek keuangan dan saham BBTN tahun ini. Menurut riset harian yang diterbitkan pekan ini, perseroan diprediksi akan kembali mencatatkan pertumbuhan laba didukung peningkatan kredit bersamaan dengan rencana penjualan aset dengan target Rp 1 triliun tahun ini. Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.600.
Sementara itu, Sinarmas Sekuritas merekomendasikan add untuk saham BBTN dengan target harga setahun ke depan sebesar Rp 1.550. Sinarmas Sekuritas memprediksi BTN tahun ini mampu mencetak laba bersih sekitar Ro 3,96 triliun atau bertumbuh 13% dari realisasi 2023. Sekuritas ini menyebut hasil penjualan aset (recovery) akan signifikan tahun ini.
Di lain sisi, Sucor Sekuritas merekomendasi beli dengan target harga Rp 1.755. Sucor memprediksi BTN tahun ini menorehkan laba bersih sebesar Rp 3,92 triliun.
REKOMENDASI SAHAM
Mandiri Sekuritas
Rekomendasi: beli
Target harga: Rp 1.800
RHB Sekuritas
Rekomendasi: beli
Target harga: Rp 1.650.
Trimegah Sekuritas
Rekomendasi: beli
Target harga: Rp 1.600.
Sinarmas Sekuritas
Rekomendasi: add
Target harga: Rp 1.550
Sucor Sekuritas
Rekomendasi: beli
Target harga: Rp 1.755
Kinerja Cukup Impresif
Kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) sepanjang 2023 cukup impresif, membukukan laba bersih sebesar Rp 3,5 triliun, tumbuh 15% dibandingkan tahun 2022 senilai Rp 3,04 triliun. Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh tumbuhnya penyaluran kredit dan pembiayaan serta peningkatan fee based income.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, transformasi bisnis perusahaan secara menyeluruh telah berdampak positif terhadap berbagai lini kinerja keuangan baik dari sisi laba, penyaluran kredit, perolehan total dana pihak ketiga (DPK) khususnya dana murah maupun kenaikan aset.
“Kinerja gemilang perseroan tahun 2023 merupakan momentum untuk terus menggenjot pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan pada tahun ini. Kami optimistis dengan berbagai strategi bisnis yang kami lakukan, kinerja keuangan tahun 2024 akan semakin positif,” ujar Nixon pada Paparan Kinerja Keuangan BTN Tahun Buku 2023 di Jakarta, Senin (12/02/2024).
Sepanjangan tahun 2023, BTN berhasil menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp 333,69 triliun atau naik 11,9% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 298,28 triliun. Pertumbuhan ini melampaui pencapaian kredit yang disalurkan industri perbankan nasional sebesar 10,38% pada tahun 2023.
Pertumbuhan kredit BTN tahun 2023 masih didominasi oleh kredit ke sektor perumahan. Penyaluran KPR Subsidi meningkat 10,9% menjadi Rp 161,74 triliun. Sedangkan untuk KPR Non-Subsidi bertumbuh 9,5% dari Rp 87,82 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp 96,17 triliun pada 2023. “Kami terus memacu penyaluran kredit dengan prinsip kehati-hatian,” tutur Nixon.
Kehati-hatian itu membuat rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tetap terjaga dengan baik. Menurut Nixon, berkat transformasi, BTN selama 2023 berhasil menurunkan NPL gross menjadi sebesar 3% atau turun signifikan dari tahun 2022 yang sebesar 3,4%. “Bahkan penurunan sangat terasa jika dilihat dalam lima tahun terakhir, pada tahun 2019 NPL gross BTN masih bertengger di level 4,8%,” tegasnya.
Di sisi lain, pada tahun 2023 BTN berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 349,93 triliun, meningkat 8,7% dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp 321,93 triliun.
Dari jumlah tersebut, kontribusi dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) mencapai Rp 188 triliun atau naik 20,4% dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp 156 triliun. Dengan kenaikan tersebut, komposisi dana murah BTN mencapai 53,7% terhadap total DPK. Kenaikan dana murah berupa giro dan tabungan di BTN terlihat selama lima tahun terakhir. Pada 2019, porsi dana murah BTN masih di level 43,4% dan perlahan menanjak menuju 48,5% pada 2022.
“Transformasi menjadi bank tabungan yang kami gagas sejak tahun 2019 telah membuahkan hasil pada tahun 2023 ini. Porsi dana murah yang mencapai hampir 54% merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah BTN,” katanya.
Kenaikan dana murah ini turut ditopang oleh transformasi digital banking yang dilakukan BTN, terutama pada aplikasi BTN Mobile. Hingga akhir 2023, jumlah pengguna BTN Mobile mencapai 2,7 juta, dengan total transaksi mencapai 235 juta. Perseroan mampu menggaet lebih banyak pengguna BTN Mobile seiring dengan penambahan fitur-fitur baru yang memungkinkan pengguna melakukan lebih banyak transaksi.
Melesatnya transaksi di BTN Mobile turut mendongkrak pertumbuhan pendapatan berbasis biaya (fee-based income/FBI) perseroan naik 60,1% menjadi Rp 3,2 triliun pada tahun 2023 dari tahun sebelumnya sebesar Rp 2 triliun.
“BTN ingin terus menciptakan rantai nilai berkelanjutan dalam ekosistem digital, terutama pada bisnis inti di bidang KPR. Kami akan terus menambah mitra dan layanan dalam BTN Mobile untuk memudahkan calon nasabah dan nasabah existing kami bertransaksi untuk kebutuhan mereka sehari-hari, termasuk terkait aset rumah mereka,” ujar Nixon.
Secara keseluruhan, dengan total penyaluran kredit serta perolehan DPK yang tumbuh signifikan, BTN membukukan total aset sebesar Rp 439 triliun sepanjang tahun 2023, meningkat 9,1% dibandingkan tahun 2022 sebesar Rp 402 triliun.
Bank BTN telah berhasil menjaga momentum pertumbuhan bisnis di sepanjang 2023 dengan perbaikan strategi secara berkelanjutan dan dengan ditopang prinsip kehati-hatian. Selain itu, BTN berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pertumbuhan.
BTN Lahirkan Generasi Emas
Sepanjang 74 tahun berbakti untuk negeri, BTN yang cikal bakalnya adalah Postspaarbank yang didirikan di Batavia pada 1897 itu mencatat penyaluran pembiayaan rumah sebanyak 5,2 juta unit. Dari jumlah tersebut, sekitar 4,05 juta tersalur ke masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui fasilitas subsidi.
“Kami telah membuktikan posisi kami sebagai bank yang paling banyak menyalurkan pembiayaan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kami merupakan mitra pemerintah yang aktif dalam mensejahterakan rakyat dari sisi papan atau kepemilikan rumah,” ujar Nixon.
Pada HUT-nya ke-74 yang jatuh pada 9 Februari lalu, BTN mengusung tema “Berperan Membangun Peradaban dan Memajukan Masa Depan Bangsa”. Nixon bilang, tema ini diambil karena dari rumah yang dibiayai BTN telah banyak lahir peradaban-peradaban dari keluarga-keluarga yang awalnya tergolong MBR, dalam beberapa tahun mendatang ekonominya sudah maju. Dari rumah itu lahir pula generasi-generasi emas yang telah memajukan bangsa Indonesia ini.
“Banyak tokoh-tokoh yang pada masa awal membangun karier memiliki rumah pertama dibiayai oleh BTN. Dari tokoh-tokoh ini lahir anak-anak yang juga memiliki kontribusi besar bagi kemajuan bangsa,” kata Nixon.
BTN terus melakukan inovasi produk dan layananannya sebagai langkahdiversifikasi. BTN yang sebelumnya fokus pada pembiayaan rumah pertama, kini sudah melangkah lebih jauh dengan menerapkan strategi “Beyond KPR” pada dua tahun terakhir. Dengan strategi bisnis Beyond KPR, BTN menangkap potensi pembiayaan, melalui cross selling kepada nasabah captive, seperti Kredit Ringan Tanpa Agunan (KRING), Kredit Agunan Rumah (KAR), dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Transfomasi Berkelanjutan
BTN dalam beberapa tahun terakhir pun telah berhasil mengimplementasikan transformasi-transformasi yang membawa kinerja perusahaan semakin baik. Salah satu buktinya, pada 2021, perseroan telah berhasil melakukan transformasi untuk pertumbuhan berkelanjutan.
Dalam transformasi itu, BTN mengoptimalkan kontribusi pada program KPR subsidi dan meningkatkan KPR Non-Subsidi melalui kerja sama developer agen properti serta mengembangkan skema KPR yang menyasar generasi milenial.
Selanjutnya pada 2022, BTN melakukan transformasi perluasan bisnis berbasis ekosistem perumahan. Dalam transformasi ini, perseroan meningkatkan kredit high yield beyond mortgage melalui cross selling kepada nasabah captive.
Kemudian pada 2023, BTN menempuh transformasi dengan mengembangkan bisnis yang selaras dengan era disrupsi digital untuk menguasai ekosistem perumahan. Dalam hal ini, BTN fokus pada penghimpunan DPK murah dengan meningkatkan CASA pada segmen ritel dan institusi, serta membangun kapabilitas untuk peningkatan CASA pada wholesale banking.
Untuk tahun 2024 ini, BTN akan fokus pada transformasi untuk memperluas area bisnis dan menyediakan solusi keuangan terintegrasi. Untuk mengimplementasikan hal tersebut, BTN mengakselerasi digital banking dan digitalisasi proses secara masif yang mendukung pengembangan bisnis berbasis ekosistem perumahan sebagai sumber pertumbuhan baru.
Dengan berbagai transformasi yang telah dan akan dilakukan BTN tersebut, Nixon optimistis pada tahun 2025 perseroan akan berhasil mewujudkan visi menjadi The Best Mortgage Bank in Southeast Asia pada tahun 2025.
Sejalan dengan visi tersebut, BTN yang telah mencapai usia 74 tahun ingin terus meningkatkan kontribusi nyata untuk mengurangi backlog perumahan di Indonesia yang saat ini masih mencapai 12,7 juta.
Pada tahun 2025, transformasi yang akan diimplementasikan BTN adalah menjadi One Stop Financial Solution dalam Ekosistem Perumahan. “Dalam fase ini perseroan akan menggenjot peningkatan sumber fee berbasis layanan dan transaksional terutama pada bisnis wealth management digital banking dan corporate.
Dengan transformasi berkelanjutan serta berbagai terobosan layanan yang dilakukan, BTN diyakini bakal menorehkan performa yang semakin solid ke depannya, menyusul “saudaranya”, tiga bank BUMN terbesar yang sudah berlari lebih dulu. ***

