Harga Terlalu Murah, Saham Semen Indonesia (SMGR) Tetap Favorit
JAKARTA, investortrust.id – Tingkat pertumbuhan kinerja keuangan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) diprediksi lebih rendah dibandingkan perkiraan semula. Hal ini mendorong sejumlah analis merevisi turun target pertumbuhan kinerja perseroan. Namun, saham SMGR tetap menjadi favorit karena harganya dinilai terlalu murah dan pertumbuhan EPS-nya bakal solid.
Meskipun proyeksi kenaikan laba dipangkas, sejumlah analis tersebut masih kompak untuk mempertahankan rekomendasi beli saham SMGR. Rekomendasi tersebut mempertimbangkan prospek kuat penjualan semen dalam jangka panjang, apalagi dengan digenjotnya pembangunan Ibu Kota Negara.
Analis CIMB Sekuritas, Genie Purnamasari dan Bob Setiadi dalam riset yang diterbitkan belum lama ini menyebutkan, manajemen SMGR sebelumnya telah merevisi target peningkatan rata-rata harga jual dari semula 2-3% menjadi 1,5% tahun ini. Revisi turun tersebut tentu berimbas terhadap peningkatan margin keuntungan yang relatif terbatas sepanjang tahun ini.
Terkait segmen penopang utama kinerja keuangan perseroan, Genie dan Bob mengatakan, berasal dari proyek Ibu Kota Negara (IKN) dengan target mencapai 400-500 ribu ton tahun 2023 dan diharapkan naik menjadi 1,3-1,4 juta ton pada 2024 dari proyek pemerintah saja.
Kian terbatasnya peluang kenaikan harga jual semen tersebut mendorong CGS CIMB Sekuritas merevisi turun target laba bersih dari semula Rp 2,93 triliun menjadi Rp 2,73 triliun tahun ini. Begitu juga dengan perkiraan pendapatan dipangkas dari Rp 39,74 triliun menjadi Rp 39,20 triliun.
CIMB Sekuritas memperkirakan penjualan semen perseroan hanya mencapai 40,21 juta ton tahun ini dengan rata-rata harga jual mencapai US$ 56,3 per ton, dibandingkan perkiraan semula US$ 57 per ton.
Revisi turun terhadap kinerja keuangan Semen Indonesia (SMGR) juga datang dari tim riset Trimegah Sekuritas. Analis Trimegah Sekuritas Trimegah Sekuritas, Alberto Jonas Kusuma dan Kharel Devin Fielim mengatakan, rata-rata harga jual produk perseroan tahun ini diprediksi lebih rendah, dibandingkan perkiraan semula. Sedangkan pertumbuhan harga pokok penjualan (COGS) diperkirakan lebih tinggi dibandingkan estimasi semula.
“Revisi turun tersebut mempertimbangkan rata-rata harga jual semen karung perseroan yang relatif stabil tahun ini, meskipun manajemen berniat untuk menaikkan harga jual,” terang analis Trimegah Sekuritas Alberto Jonas Kusuma dan Kharel Devin Fielim dalam riset yang diterbitkan Trimegah Sekuritas.
Revisi turun target kinerja keuangan tahun ini juga merupakan antisipasi peningkatan biaya energi per ton setelah nilai tukar rupiah melemah bersamaan dengan kenaikan harga energi global. Dengan demikian, diperkirakan COGS per ton perseroan akan meningkat menjadi Rp 681 ribu, dibandingkan semulai Rp 671 ribu sepanjang 2023.
Sejumlah faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas merevisi turun target pertumbuhan kinerja keuangan Semen Indonesia sepanjang 2023. Trimegah Sekuritas merevisi turun target laba bersih tahun ini dari Rp 3,24 triliun menjadi Rp 2,50 triliun. Begitu juga dengan perkiraan pendapatan direvisi turun dari Rp 39,64 triliun menjadi Rp 37,05 triliun.
Trimegah Sekuritas memperkirakan volume penjualan perseroan diprediksi mencapai 39,1 juta ton tahun ini dengan rata-rata harga jual diprediksi lebih rendah dari perkiraan semula menjadi Rp 948 ribu per ton.
Dipertahankan Beli
Meskipun target kinerja keuangan Semen Indonesia (SMGR) direvisi turun dipicu atas ekspektasi kenaikan harga jual yang lebih rendah dibandingkan perkiraan semula, kedua sekuritas tersebut tetap kompak untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BUMN semen ini.
CIMB Sekuritas mempertahankan rekomendasi add saham SMGR dengan target harga memang lebih rendah dari semulai, yaitu dari Rp 8.400 menjadi Rp 8.000 per saham.
CIMB Sekuritas beralasan bahwa Semen Indonesia mampu mempertahankan dominasi pasar penjualan semen di dalam negeri dengan pangsa pasar terbesar. Perseroan juga menunjukkan pertumbuhan EPS yang tetap solid sampai tahun 2024.
Rekomendasi add saham SMGR tersebut juga mempertimbangkan bahwa valuasi saham SMGR saat ini dinilai sudah terlalu murah atau berada di bawah rata-rata dalam lima tahun terakhir, sehingga terbuka potensi penguatan harga menuju level Rp 8.000.
Begitu juga dengan Trimegah Sekuritas merevisi turun target harga saham SMGR dari Rp 10.100 menjadi Rp 7.700. Meski target harga direvisi, saham SMGR dipertahankan dengan rekomendasi beli. Rekomendasi ini mempertimbangkan keberhasilan perseroan untuk mengamankan kebutuhan batu bara dengan harga DMO tahun 2024 dan pangsa pasar penjualan perseroan diprediksi tetap solid tahun depan.
Saham Semen Indonesia tetap menjadi pilihan didukung bran perseroan yang sudah kuat di tengah masyarakat yang ditunjukkan atas raihan pangsa pasar di atas 52%. Rekomendasi beli tersebut juga mempertimbangkan bahwa harga saham SMGR saat ini dinilai sudah terlalu murah, dibandingkan dengan rata-rata lima tahun terakhir.
Pada perdagangan Selasa (14/11/2023), saham SMGR ditutup pada level Rp 6.225, atau masih terkoreksi 5,3% sepanjang tahun berjalan (ytd), dengan market cap Rp 37,2 triliun.
Prospek Saham SMGR
CGS CIMB Sekuritas
Rekomendasi : Add
Target harga : Rp 8.000
Trimegah Sekuritas
Rekomendasi : buy
Target harga : Rp 7.700
Efisiensi dan Optimalisasi
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, kenaikan pendapatan yang berkontribusi pada pertumbuhan laba hingga kuartal III-2023, menunjukkan keberhasilan strategi bisnis yang diterapkan perseroan, sehingga mampu menjaga profitabilitas di tengah tantangan persaingan industri yang sangat ketat.
Meski pasar semen sempat terkontraksi pada semester I-2023, kata dia, permintaan semen kantong mulai menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 6,6% pada kuartal III-2023. SIG pun berhasil menangkap peluang pertumbuhan pasar tersebut melalui penerapan strategi pengelolaan topline pada segmen retail, curah, ekspor dan produk turunan semen.
Secara khusus, volume penjualan domestik SIG untuk periode hingga September 2023 tumbuh 0,7% dibanding tahun lalu, di mana penjualan curah berkontribusi dengan pertumbuhan sebesar 9,6%. Sementara volume ekspor hingga September 2023 juga tercatat tumbuh 51,9% dibandingkan tahun lalu. Dengan volume penjualan yang meningkat, SIG mampu membukukan pendapatan yang meningkat 4% dibandingkan tahun lalu.
Meskipun beban pokok pendapatan mengalami peningkatan karena masih terdampak kenaikan harga bahan bakar yang terjadi di kuartal III tahun lalu, upaya-upaya efisiensi dan optimalisasi yang dilakukan SIG secara berkelanjutan baik dari sisi pengendalian biaya maupun operasi, memberikan kontribusi pada peningkatan profitabilitas.
Menjelang akhir tahun 2023, Vita Mahreyni mengatakan bahwa SMGR berfokus mencapai kinerja solid dan pertumbuhan dibandingkan tahun 2022. “Di tengah tantangan persaingan pasar yang ketat serta tekanan biaya komoditas, SIG mampu membuktikan kinerja yang teruji melalui konsistensi fokus pada pengelolaan pasar, optimalisasi program-program efisiensi untuk mencapai operational excellence , serta penerapan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan untuk mencapai target dekarbonisasi di berbagai lini”, tutur Vita Mahreyni.
Komitmen Dekarbonisasi
Sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan akselerasi Net Zero Emissions pada tahun 2060, SIG telah menjalin kolaborasi dengan PT PLN (Persero) untuk mendorong penggunaan listrik berbasis Energi Baru dan Terbarukan berupa panel surya di area operasional SIG. Pada tahap awal implementasi, direncanakan penggunaan panel surya sekitar 5,4 MWp - 32 MWp per lokasi dan akan semakin dikembangkan kapasitasnya dalam memenuhi kebutuhan listrik Perusahaan. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung pencapaian target Perseroan dalam penurunan intensitas emisi Cakupan 2 sebesar 24% di tahun 2030.
SIG membuktikan resiliensi tak hanya dari capaian bisnis, tetapi juga operasional berkelanjutan yang menjadi daya saing Perusahaan. Hingga akhir kuartal III/2023, substitusi energi panas (TSR) menjadi 7,29%. Emisi GRK Cakupan 1 turun 16,94% menjadi 588 kg CO2/ton semen ekuivalen dari baseline 2010 (708 kg CO2/ton semen ekuivalen). Capaian ini diperoleh dari penurunan clinker factor , penggunaan bahan bakar alternatif sebagai substitusi batu bara, dan optimalisasi Specific Thermal Energy Consumption (STEC).
Produk dan Solusi Berkualitas SIG
Sebagai penyedia solusi bahan bangunan terdepan di Indonesia, SIG terus fokus pada pengembangan produk untuk memenuhi kebutuhan pembangunan yang berbeda-beda. Komitmen ini didukung dengan memastikan kualitas terbaik dan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia.
Selain memiliki enam merek semen yang kuat dan mendominasi pasar ritel di masing-masing wilayah yaitu Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa, Dynamix, Semen Baturaja dan Semen Andalas, berbagai produk turunan SIG juga telah teruji untuk mendukung kebutuhan pembangunan proyek besar dan infrastruktur seperti konstruksi jalan, gedung, pembangkit energi, pelabuhan dan jembatan.
”Perseroan telah menerapkan sertifikasi ISO 9000 Series untuk memastikan mutu dan kualitas produk. Bahkan, laboratorium uji Perusahaan telah terkalibrasi dengan baik dan ini terbukti dari hasil uji sampel laboratorium yang mendapatkan nilai cukup baik dari Cement Concrete Reference Laboratory (CCRL). Kami terus mendorong pengembangan riset dan teknologi serta penerapan prinsip-prinsip berkelanjutan, untuk memastikan pelanggan mendapatkan nilai tambah dari produk dan solusi yang berkekuatan tinggi dan ramah lingkungan yang kami hadirkan,” ungkap Vita Mahreyni. (Hari Gunarto)

