Saham Semen Terlalu Murah untuk Diabaikan, Intip Target Saham SMGR dan INTP Ini
JAKARTA, investortrust.id – Sucor Sekuritas menyebutkan bahwa saham emiten semen terlalu murah untuk diabaikan, seiring dengan penurunan harga yang pesat dalam beberapa bulan terakhir. Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan kinerja industri yang masih bertumbuh.
Berdasarkan data perdagangan saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) telah anjlok lebih dari 45% terhitung sejak awal tahun hingga hari ini atau year to date (ytd). Begitu juga dengan saham PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) telah anjlok 21% ytd.
Baca Juga
Volume Produksi dan Harga Jual Naik, Potensi Cuan Saham Semen Indonesia (SMGR) bisa 73%
“Penurunan besar dua saham emiten semen ini dipicu keluarnya dana besar dari pasar saham. Penurunan tersebut telah membuat harga dua saham tersebut berada di bawah level terendah, dibandingkan dengan fundamentalnya,” tulis analis Sucor Sekuritas Yoga Ahmad Gifari dalam riset yang dipublikasikan di Jakarta, kemarin.
Berdasarkan data dengan harga saham SMGR saat ini merefleksikan harga pabrik senilai US$ 38 per ton dan INTP merefleksikan US$ 54 per ton. Angka tersebut jauh di bawah harga pembangunan pabrik semen baru dengan teknologi terkini dari China berkisar US$ 80 per ton.
Selain faktor tersebut, Sucor Sekuritas menyebutkan, visibilitas pendapatan kedua emiten semen terbesar ini menunjukkan tren peningkatan, seiring dengan penurunan intensitas perang harga. Peningkatan juga didukung perbaikan permintaan pasar dan posisi utang yang rendah.
“Kondisi ini dapat membuat margin tingkat keuntungan kedua perusahaan meningkat ke depan. Sebaliknya peluang kenaikan harga batu bara dan minyak bisa menjadi risiko terhadap keuntungan dua emiten ini,” tulis riset tersebut.
Sekuritas ini memperkirakan rata-rata pertumbuhan penjualan tahunan (CAGR) industri semen nasional mencapai 4% dalam lima tahun ke depan. Permintaan diharapkan ditopang penjualan semen kemasan. Faktor utama pendorong berasal dari inisiatif pemerintah baru untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi berkisar 6-7%.
Hal ini terlihat dari rencana program pemerintah baru untuk mengandalkan sektor swasta untuk mendongkrak perekonomian nasional. Apalagi berdasarkan data pertumbuhan PDB suatu negara berkorealasi terhadap pertumbuhan penjualan semen, yaitu setiap pertumbuhan PDB sebanyak 100 bps, penjualan semen akan meningkat 250 bps.
Baca Juga
Kenaikan permintaan semen juga diharapkan berasal dari proyek-proyek besar yang tengah digarap pemerintah, seperti pembangunan IKN, smelter, hingga pembangunan jalan tol dan program perumahan nasional.
Berbagai faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan pandangan positif terhadap emiten semen dengan saham pilihan teratas INTP dengan target harga Rp 8.900. Begitu juga dengan saham SMGR direkomendasikan beli dengan target harga Rp 5.100.
Grafik Saham SMGR dan INTP Ytd

