ORI030: Kupon Tertinggi dalam 8 Tahun, namun Bagaimana Posisinya di Pasar Sekunder?
Poin Penting
|
Oleh: Steffy Jeslyn *)
INVESTORTRUST.ID - Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri 30 yang terbaru menawarkan kupon tetap sebesar 6,90% p.a. untuk tenor 3 tahun yang dibayarkan setiap bulan hingga jatuh tempo pada 15 Juli 2029 (ORI030T3), serta 7,00% p.a. untuk tenor 6 tahun hingga jatuh tempo pada 15 Juli 2032 (ORI030T6).
Angka ini merupakan kupon ORI tertinggi sejak seri ORI015 yang diterbitkan pada 2018. Peningkatan kupon tersebut seiring kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang ditetapkan menjadi 5,75% dengan tujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal. Maka dari itu, tingkat kupon perlu turut disesuaikan agar tetap menawarkan spread yang menarik dibandingkan suku bunga acuan.
Meski demikian, klaim "kupon tertinggi dalam 8 tahun terakhir" adalah perbandingan terhadap sejarah ORI itu sendiri, dan bukan berarti ORI030 adalah instrumen berimbal hasil tertinggi yang tersedia saat ini. Untuk menilai apakah tingkat kupon tersebut kompetitif dalam kondisi pasar terkini, artikel ini membandingkan ORI030 dengan obligasi pemerintah lain yang memiliki sisa waktu jatuh tempo (time to maturity atau TTM) serupa.
Kedua tabel perbandingan tersebut menunjukkan bahwa ORI030T3 tetap kompetitif, dan bahkan mengungguli beberapa seri lain yang tersedia. Sementara itu, untuk ORI030T6 dengan tenor 6 tahun yang lebih panjang, meski relatif kompetitif, terdapat beberapa alternatif bagi investor yang mengutamakan imbal hasil tertinggi pada obligasi pemerintah.
Diskon imbal hasil ORI030T6 ini kemungkinan disebabkan oleh tekanan makroekonomi terkini, yang membuat obligasi bertenor lebih pendek menawarkan imbal hasil (yield) yang lebih tinggi. Dengan semakin banyaknya investor yang beralih ke obligasi atau instrumen dengan tenor lebih singkat, permintaan terhadap obligasi bertenor panjang berpotensi menurun, sehingga turut menekan peningkatan yield obligasi tersebut.
Meski demikian, investor ritel dapat menghadapi sejumlah kendala apabila ingin memanfaatkan imbal hasil yang lebih tinggi tersebut melalui perdagangan di pasar sekunder. Sebagai contoh, tidak semua obligasi pemerintah ditawarkan oleh bank atau platform investasi untuk diperjualbelikan. Investor juga diwajibkan memiliki rekening efek, serta perlu memahami mekanisme premi atau diskonto saat bertansaksi di pasar sekunder obligasi.
Bagi investor yang dapat memenuhi kriteria tersebut, alternatif contohnya FR0101 untuk tenor pendek, atau FR0058 untuk tenor lebih panjang, dapat menjadi pilihan menarik karena menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi. Namun demikian, mengingat harga pasar yang dapat berfluktuasi, investor perlu memperhitungkan potensi kerugian modal (capital loss) apabila menjual obligasi tersebut sebelum jatuh tempo.
Di sisi lain, diskon imbal hasil yang relatif kecil pada ORI030 dapat dipandang sebagai kompensasi atas kemudahan aksesnya, mengingat ORI dapat dibeli dengan minimum Rp1.000.000 per unit, tanpa kewajiban memiliki rekening efek, serta didistribusikan secara luas melalui bank dan berbagai platform investasi.
Selain itu, ORI juga dapat diperjualbelikan di pasar sekunder obligasi yang memberi peluang partisipasi bagi investor yang terlewat masa penawaran awal. Secara historis, sejumlah seri ORI tercatat harga di bawah par (100) di pasar sekunder. Harga diskonto ini turut meningkatkan yield bagi pembeli di pasar sekunder.
Bagi investor yang membeli mendekati jatuh tempo, kombinasi harga diskonto dan sisa tenor yang lebih pendek dapat menghasilkan yield yang lebih menarik dibandingkan yield penawaran awal. Namun harga diskonto tersebut juga membawa risiko tersendiri, yaitu potensi capital loss jika investor melakukan penjualan sebelum jatuh tempo.
Risiko lain yang perlu dipertimbangkan adalah kemungkinan Bank Indonesia (BI) akan kembali meningkatkan suku bunga acuan dalam jangka waktu dekat. Alhasil, obligasi pemerintah yang diterbitkan di masa depan dapat menawarkan kupon yang lebih tinggi, sehingga menyebabkan penurunan daya saing ORI030.
Kesimpulan
Meski bukan produk dengan imbal hasil tertinggi di pasar obligasi saat ini, ORI030 tetap kompetitif terhadap kondisi pasar yang berlaku, khususnya untuk ORI030T3 dengan tenor yang lebih singkat bagi investor ritel konservatif. ORI030T6 menarik untuk investor yang ingin mengunci kupon tinggi 7,00% p.a. untuk jangka waktu yang lebih panjang dengan catatan trade off potensi kupon yang lebih tinggi di masa depan jika BI Rate kembali naik.
Terlepas dari selisih imbal hasil tersebut, kemudahan akses yang ditawarkan ORI030 tetap menjadikannya opsi investasi yang wajar dipertimbangkan bagi investor ritel konservatif. Namun demikian, artikel ini tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi, dan investor disarankan untuk tetap melakukan riset secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan keuangan. ***
*) Research Analyst PT Infovesta Utama.
