Kuota ORI030 Naik Jadi Rp 30 Triliun, Kemenkeu Ungkap Alasan Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali menambah kuota Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030 dari Rp 25 triliun menjadi Rp 30 triliun.
Sebelumnya, pemerintah telah menaikkan target kuota awal ORI030 dari Rp 20 triliun menjadi Rp 25 triliun. Pasalnya hingga Kamis (16/7/2026) pukul 16.00 WIB, DJPPR mencatat keseluruhan realisasi penjualan ORI030 sudah mencapai Rp 21,9 triliun.
Kemudian hingga Jumat (17/7/2026) pukul 19:30 WIB, pemesanan ORI030 telah mencapai Rp 26,13 triliun atau 87% dari total kuota nasional terbaru.
Ketua Tim Pengembangan dan Pendalaman Pasar Surat Utang Negara (SUN) DJPPR Kementerian Keuangan, Chandra A.S. Wibowo, sempat menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat terhadap ORI030 cukup tinggi. Terbukti dari tembusnya nilai kuotasi nasional meski masa penawaran masih sampai 30 Juli 2026.
“Saya melihat prospek investasi pada SBN Ritel sepanjang 2026 masih sangat bagus. Ke depan dari perspektif investor, hal ini masih sangat bagus. Masih ada sekitar 3 SBN juga yang akan ditawarkan pemerintah sampai akhir tahun nanti,” ujar Chandra dalam UOB Media Literacy Navigating Market Volatility: Building Portfolio Resilience with ORI030, baru-baru ini.
ORI030 merupakan surat berharga negara (SBN) ritel dengan imbal hasil tetap, yakni 6,9% untuk tenor 3 tahun (ORI030T3) dan 7% untuk tenor 6 tahun (ORI030T6). Instrumen fiskal untuk pembiayaan APBN ini juga dapat diperdagangkan di pasar sekunder antarinvestor domestik.
Baca Juga
Senyap! Kemenkeu Telah Serap Surat Utang Sejak Kamis Pekan Lalu
“Dalam ORI030T6 juga kami memberi label SDGs bond ritel sebagai tematik ritel, bond convensional demi mencapai target SDGs pada 2030,” tambah Analis Keuangan Negara Ahli Madya tersebut.
Head of Deposit & Wealth Management UOB Indonesia, Emillya Soesanto, melihat terbukanya peluang investasi pada Semester II-2026, khususnya di pasar obligasi ritel. Emil pun menilai, ORI030T6 dengan imbal hasil obligasi 7% merupakan penawaran yang menarik.
“ORI030 sangat cocok untuk profil investor konservatif. Saat ini merupakan kesempatan yang bagus untuk menambah portofolio kita karena imbal hasilnya bagus, keamanan terjamin,” ujar Emil.
Sebagai informasi, ORI030 ditawarkan pemerintah melalui mitra distribusi, termasuk UOB Indonesia, hingga 30 Juli 2026.
