Bagikan

Investasi Reksa Dana: Kenali Risikonya dan Nikmati Manfaatnya

JAKARTA, investortrust.id – Merencanakan keuangan sangat disarankan dilakukan sejak usia ini, bahkan saat seseorang masih di usia sekolah atau mahasiswa, terlebih mereka yang sudah memiliki penghasilan.

Perencanaan keuangan demi menggapai kesejahteraan masa datang bisa dilakukan dengan melakukan investasi. Terdenger muluk, tapi investasi tidak mesti bernilai besar. Sumber dananya bisa dengan menyisihkan uang jajan yang diberikan orang tua.

Sementara bagi mereka yang sudah memiliki penghasilan, boleh menganggarkan dana investasi dari gaji yang diterima setiap bulan.

Banyak manfaat yang diperoleh dengan berinvestasi sejak dini. Setidaknya membiasakan seseorang untuk disiplin menyisihkan dananya untuk investasi.

Baca Juga

Mau Investasi di Reksa Dana, Pahami Jenis Produknya

Mungkin akan terasa berat, tapi percaya, banyak manfaatkan yang bisa diperoleh dengan investasi. Setidaknya membiasakan diri disiplin dan berhemat.

Investasi juga merupakan cara untuk meningkatkan nilai uang, sebab ada return atau imbal hasil yang diperoleh dengan investasi. Perlu disadari bahwa nilai uang hari ini tidak akan sama dengan 5 tahun atau 10 tahun mendatang, karena ada komponen inflasi yang menggerus.

Nah dengan investasi, nilai uang yang kita miliki hari ini setidaknya akan sama bahkan lebih tinggi di masa datang.

Untuk itu sangat penting mengetahui instrumen investasi yang berpotensi menghasilkan keuntungan di atas inflasi.

Selain itu, instrumen investasi yang tidak mengharuskan dana besar tapi memiliki prospek pertumbuhan hasil investasi yang baik juga harus dipahami.

Mengacu pada laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), investasi reksa dana sangat disarankan bagi para pemula. Anda tidak perlu punya pemahaman lebih terhadap dunia pasar modal, karena produk reksa dana dikelola oleh ahlinya, para manajer investasi (MI) yang tersertifikasi dan berizin dari OJK.

Baca Juga

20 Reksa Dana Paling Moncer 2023, Ada yang Cetak Return 18,16%

Karena dikelola oleh MI, investor reksa dana tidak perlu meluangkan waktu banyak memantau perkembangan harga saham atau obligasi yang menjadi portofolio reksa dana secara harian.

Selanjutnya, investasi reksa dana tidak harus dengan dana besar. Umumnya reksa dana bisa dibeli mulai Rp 100 ribu.

Reksa dana juga memberikan keleluasaan investasi bagi para pemegang unitnya. Dalam reksa dana, anda leluasa memilih suatu jenis investasi dan leluasa pula untuk pindah ke jenis lainnya sesuai dengan tujuan investasi anda.

Kemudian ini juga menarik, reksa dana menaearkan keringanan biaya. Investasi melalui reksa dana relatif lebih ringan biayanya dibandingkan bila anda melakukannya sendiri. Hal ini disebabkan karena pengelola investasi menghimpun dana dalam skala besar, sehingga dapat mengalokasikannya secara ekonomis.

Bagaimana bila mendadak butuh biaya? Tidak perlu risau karena investasi reksa dana sangat mudah dicairkan. Cukup mengisi form penjualan unit secara digital, uang anda akan masuk maksimal tiga hari bursa setelah pengajuan penjualan unit reksa dana.

Di samping itu, instrumen ini juga mampu mengurangi risiko investasi karena disebarkan pada berbagai produk investasi. Tetapi bukan berarti reksa dana bebas risiko. Untuk itu, investor tetap perlu mempelajari berbagai risiko produk ini.

Berderet manfaat yang ditawarkan, membuat instrumen reksa dana makin diminati. Tergambar dari jumlah dana kelolaan instrumen ini yang terus meningkat. Saat ini dana kelolaan reksa dana telah mencapai lebih dati Rp 500 triliun.

Cara Transaksi Reksa Dana

Setelah punya preferensi terhadap reksa dana, seseorang bisa mulai melakukan pembelian reksa dana. Tapi sebelumnya harus mencari dan membandingkan dulu produk reksa dana yang sesuai, begitu pula dengan manajer investasinya, baca prospektusnya, lalu lakukan pembelian (subscription) dan transfer dananya.

‘’Kita juga bisa membeli langsung melalui manajer investasi atau membelinya lewat agen (bank) yang ditunjuk. kita datang ke penjual reksa dana, membuka rekening reksa dana, mengisi formulir, menyiapkan fotokopi identitas, dan tentu saja menyiapkan dana yang hendak diinvestasikan untuk membeli unit reksa dana,’’ demikian dilansir OJK.

Secara umum ada empat jenis reksa dana yang bisa kita pilih. Masing-masing reksa dana tersebut dapat dibedakan menurut alokasi jenis investasi yang dilakukan.

Pertama, Reksa dana pasar uang, di mana 100% invetasinya akan ditempatkan ke dalam surat berhaga efek pasar uang. Efek pasar uang adalah efek utang yang jatuh temponya kurang dari satu tahun, seperti sBi, deposito, obligasi dengan sisa jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Baca Juga

Harga Emas Batangan Antam: Beli dan Jual Turun Rp 2.000

Kedua, Reksa dana pendapatan tetap, dana investasi kita minimum 80% ditempatkan pada surat utang, umumnya pada obligasi.

Ketiga, Reksa dana saham, di mana sebanyak minimum 80% investasinya akan ditempatkan pada saham.

Keempat, Reksa dana campuran, yaitu dana investasi akan ditempatkan pada instrumen surat utang, saham, dan produk investasi lain yang tidak dapat dikategorikan pada ketiga jenis reksa dana sebelumnya.

Memahami Risiko Reksa dana

Semua instrumen investasi pasti melekat potensi risiko. Untuk menghindari risiko besar sejak awal, sebelum membeli reksa dana penting untuk mengecek suatu reksa dana tersebut legal atau tidak. Baik produk maupun manajer investasi serta agen penjual raksa dana harus terdaftar dan mendapat izin dari OJK.

Setelah menemukan produk dan MI yang diminati, perlu juga diperhatian risiko-risiko lain pada instrumen ini. OJK menyebut delapan risiko investasi reksa dana yang harus diantisipasi yaitu:

Pertama, keuntungan tidak dijamin. Investor harus menyadari bahwa dengan dengan berinvestasi di reksa dana, tidak ada jaminan untuk mendapatkan pembagian keuntungan, dividen, ataupun kenaikan modal investasi.

Kedua, risiko umum pasar modal. Setiap pembelian efek akan melibatkan beberapa risiko pasar. Oleh sebab itu, reksa dana mungkin rentan terhadap perubahan kondisi pasar yang merupakan hasil dari: global, regional atau perkembangan ekonomi nasional; kebijakan pemerintah atau kondisi politik, pergerakan suku bunga secara umum, sentimen investor yang meluas ataupun guncangan eksternal (misalnya bencana alam, perang dan lain-lain).

Ketiga, risiko efek. ada banyak risiko efek yang dapat terjadi pada setiap efek, contohnya adalah kemungkinan default perusahaan penerbit pada pembayaran kupon dan/atau pokok obligasi, dan implikasi dari peringkat kredit perusahaan yang di-downgrade.

Keempat, risiko likuiditas. Risiko likuiditas dapat didefinisikan sebagai seberapa mudah sebuah efek dapat dijual pada atau mendekati nilai wajarnya tergantung pada volume yang diperdagangkan di bursa.

Kelima, risiko inflasi. Risiko inflasi adalah risiko potensi kerugian daya beli investasi anda karena terjadinya kenaikan rata-rata harga konsumsi.

Keenam, risiko pembiayaan pinjaman. Jika dana pembelian unit reksa dana didapat dari pinjaman, maka investor perlu memahami bahwa: pinjaman meningkatkan kemungkinan untung maupun rugi; jika nilai investasi turun di bawah tingkat tertentu, investor mungkin diminta lembaga keuangan untuk menambah agunan, atau mengurangi jumlah pinjaman ke level yang disyaratkan.

Biaya pinjaman dapat bervariasi dari waktu ke waktu tergantung fluktuasi suku bunga. Risiko menggunakan pinjaman harus dipertimbangkan secara berhati-hati karena mengandung risiko.

Ketujuh, risiko ketidakpatuhan. Hal ini mengacu pada risiko terhadap reksa dana dan keuntungan investor yang dapat timbul karena ketidaksesuaian terhadap hukum, aturan, etika dan kebijakan dan prosedur internal dari manajer investasi.

Kedelapan, risiko manajer investasi. Kinerja setiap reksa dana sangat tergantung antara lain pada pengalaman, pengetahuan, keahlian dan teknik, proses investasi yang diterapkan oleh manajer investasi, dan setiap kekurangan dari syarat tersebut akan berdampak buruk pada kinerja reksa dana sehingga akan merugikan investor.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024