Rupiah Ditutup Melemah, Tekanan AS ke Venezuela Mengerek Dolar AS
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (5/1/2026). Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR mencatat posisi rupiah berada di Rp 16.748 per US$ atau melemah 0,13%.
Rupiah tertekan seiring menguatnya Indeks Dolar AS atau DXY yang mengalami kenaikan sebesar 0,32 poin di posisi 98,74.
Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi menjelaskan serangan AS ke Venezuela bukan menjadi akhir intervensi negara adidaya itu. Presiden AS, Donald Trump melihat akan mengambil tindakan terhadap negara-negara lain yang bertentangan dengan kebijakan AS, termasuk Kolombia dan Iran.
Baca Juga
Dolar AS Perkasa, Rupiah Tertekan di Tengah Krisis Venezuela
“Dia juga mengulangi seruannya untuk pengambilalihan Greenland oleh AS,” kata Ibrahim.
Aksi militer, ditambah dengan komentar Trump, meningkatkan ketidakpastian atas geopolitik global. Para analis juga memperingatkan bahwa tindakan Washington dapat menjadi preseden bagi negara-negara adidaya global lainnya, khususnya China dan Rusia.
Baca Juga
China akan mengambil langkah-langkah stimulus tambahan yang bertujuan untuk meningkatkan pengeluaran konsumen. Beijing mengumumkan program senilai US$ 8,94 miliar untuk memperpanjang subsidi barang elektronik konsumen dan barang lainnya pada akhir Desember 2025.
Di dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan mengenai surplus neraca perdagangan sebesar US$ 22,52 miliar. Ekspor Indonesia pada November 2025 turun 6,6% secara tahunan dibandingkan November 2024. Adapun impor November 2025 mencapai US$ 19,86 miliar turun 0,46% secara tahunan.

