Aktor Ini Bisa Mengerek Nilai Bisnis Hingga Rp218 Triliun
JAKARTA, Investortrust.id - Ryan Reynolds, sosok yang identik dengan kesuksesan Hollywood, kini mencuri perhatian soal kiprahnya di dunia bisnis. Usahanya yang dia miliki sebagian atau yang telah dijual, dan melibatkan berbagai industri, punya nilai gabungan sekitar US$14 miliar atau setara Rp218,4 triliun, demikian dilansir Forbes.
Portofolionya mencakup tim F1, klub sepakbola, merek minuman beralkohol, penyedia layanan nirkabel, hingga agensi periklanan. Keahlian bisnis Reynolds terlihat dalam kemampuannya mengidentifikasi diri dan memanfaatkannya pada berbagai peluang yang menguntungkan.
Dilaporkan Benzinga.com, Jumat (2/2/2024), Reynolds bukan hanya selebriti yang sekadar meng-endorse produk, ternyata dia juga ahli pemasaran. Strategi yang menggunakan ketenaran dan persona dirinya terbukti telah ikut memperkuat sejumlah brand, membentuk identitas dan bahkan membantu pertumbuhan bisnis.
Pendekatan ini terlihat saat ia memiliki saham Aviation American Gin. Investasi Reynolds tidak hanya dalam bentuk finansial, karena dia menyuntikkan personalitas dirinya ke dalam kampanye pemasaran merek. Strategi ini secara signifikan berkontribusi pada penjualan Aviation Gin sebesar US$610 juta saat dilego ke Diageo pada tahun 2020.
Ia juga terlibat pada penjualan Mint Mobile, lewat intuisi bisnisnya yang tajam. Perusahaan penyedia layanan nirkabel tersebut mengalami pertumbuhan yang signifikan di bawah pengaruhnya, sehingga mampu membawa nilai akuisisi senilai US$1,35 miliar oleh T-Mobile pada Maret 2023. Reynolds terus-menerus berperan sebagai juru bicara perusahaan, yang menunjukkan komitmennya terhadap merek yang ia dukung.
Dalam wawancara Squawk Box pada April 2023 yang membahas investasinya di perusahaan fintech Nuvei Corp, Reynolds mengaku tidak paham apapun soal fintech. "Saya tidak tahu apa-apa tentang fintech dan syukurlah saya tidak menjalankan perusahaan itu," ujarnya saat itu. Namun ia menyebut pentingnya kerjasama di balik layar dan keyakinannya pada investasi yang bersifat emosional.
"Bagaimana ini bisa terjadi jika Anda melihat perusahaan gin, perusahaan nirkabel, dan klub sepakbola Wales? Mereka tidak cocok bersama, tetapi semuanya memiliki dasar merek yang kuat," katanya dalam wawancara tersebut.
Reynolds memang memilih perusahaan-perusahaan yang telah memiliki dasar merek yang kuat, dan punya peluang untuk berkembang. Di saat yang sama ia menekankan pentingnya storytelling sebagai kunci kesuksesan pemasarannya, sehingga membuat pendekatannya menjadi unik.
Strategi bisnis Reynolds bersifat praktis dan intuitif. Dia mengakui pentingnya koneksi personal dengan konsumen, mengubah investasinya menjadi lebih dari sekadar usaha bisnis. Gabungan keterampilan hiburan dan wawasan wirausaha membuatnya memiliki model bisnis yang efektif. Meskipun belum menjadi miliarder, Reynolds berada pada track yang benar untuk bergabung dengan pengusaha paling sukses di dunia.

