Rupiah Melemah Makin Dalam, Menembus Rp 16.735 per US$ di Akhir Pekan Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (19/12/2025). Rupiah melemah ke posisi Rp 16.735 per US$.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro mengatakan nilai tukar rupiah melemah sekitar 0,17%.Rupiah diperdagangkan pada kisaran Rp 16.710 hingga 16.747 per US$.
Catatan Bank Mandiri melihat imbal hasil SBN Indonesia tenor 10 tahun turun 1,1 basis poin (bps) menjadi 6,15% dan imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun dengan valas turun 0,7 bps ke 4,9%.
“Kepemilikan asing di SBN per 16 Desember 2025 tercatat sebesar Rp 874,8 triliun, arus masuk bersih Rp 2,6 triliun month to date [mtd], arus keluar bersih Rp 1,8 year to date (ytd) atau setara 13,34% dari total outstanding,” ujar dia.
Baca Juga
Rupiah Menguat Tipis Terhadap Dolar AS, Imbas Aksi Suku Bunga Bank Sentral Inggris dan Eropa
Dalam laporannya, BI menyebut indeks dolar AS atau DXY menguat ke level 98,43 pada Kamis (18/12/2025). Sementara itu, imbal hasil US Treasury Note 10 tahun turun ke 4,122% dan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun turun ke 6,14%.
Sehari setelahnya, rupiah dibuka dengan level penawaran sebesar Rp 16.710 per US$. Imbal SBN 10 tahun turun 6,12%.
Baca Juga
Rupiah Menguat Tipis Terhadap Dolar AS, Imbas Aksi Suku Bunga Bank Sentral Inggris dan Eropa
Selama pekan ketiga Desember 2025 ini, 15-18 Desember 2025, nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp 0,24 triliun. Pembelian ini terdiri dari neto sebesar Rp 0,6 triliun di pasar saham dan Rp 0,26 triliun di pasar Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Asing juga tercatat menjual neto SBN sebesar Rp 0,62 triliun.
Berdasarkan data setelmen hingga 18 Desember 2025, nonresiden tercatat menjual neto sebesar Rp 25,04 triliun di pasar saham, Rp 2 triliun di pasar SBN, dan Rp 112,39 triliun di pasar SRBI.

