OJK Proyeksikan Piutang Pembiayaan Tumbuh Segini di Bulan Ramadan
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan penyaluran pembiayaan industri pembiayaan (multifinance) meningkat seiring naiknya permintaan kendaraan selama Ramadan. Selama Bulan Puasa, piutang pembiayaan diperkirakan tumbuh 13%.
“Hal ini terjadi akibat meningkatnya permintaan masyarakat terhadap kendaraan bermotor untuk keperluan mudik atau bepergian selama libur Lebaran,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) OJK, Agusman dalam keterangan tertulis, Selasa (12/3/2024).
Baca Juga
Multifinance Sulit Menyalurkan Pembiayaan Mobil Listrik, Ternyata Ini Penyebabnya
Berdasarkan data penyaluran pembiayaan selama lima tahun terakhir, selalu terjadi tren peningkatan penyaluran pembiayaan satu bulan sebelum Idulfitri atau pada bulan Ramadan, khususnya penyaluran pembiayaan multiguna kendaraan bermotor.
Di sisi lain, OJK juga memperkirakan peningkatan penyaluran pembiayaan di sektor pembiayaan buy now pay later. Hal itu dipicu meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk pembelian barang-barang persiapan Puasa dan Lebaran, serta pembelian tiket untuk mudik Lebaran.
“Selanjutnya, dari sisi supply, perusahaan pembiayaan menyambut demand tersebut dengan mengeluarkan penawaran-penawaran khusus, seperti nominal down payment (DP) yang rendah dan lainnya,” ujar Agusman.
Baca Juga
Dengan pertimbangan hal-hal tersebut, menurut Agusman, OJK memprediksi bulan ini piutang pembiayaan tumbuh di kisaran 11-13% secara tahunan (year on year/yoy).
Di sisi lain, kata Agusman, perusahaan multifinance diimbau terus menerapkan prinsip kehati-hatian. “OJK meminta perusahaan pembiayaan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam proses penyaluran pembiayaan sehingga pertumbuhan piutang tersebut tidak diiringi kenaikan risiko kredit,” papar Agusman.

