UI Hadirkan Aplikasi untuk Menilai Kelayakan Kredit UMKM
JAKARTA, investortrust.id - Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) menggagas model aplikasi pemeringkatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Peringkat dari aplikasi ini bisa dijadikan acuan untuk menilai kelayakannya bagi UMKM untuk mendapatkan penjaminan dan kredit perbankan.
Tim Peneliti Vokasi UI, Dede Suryanto mengatakan, model aplikasi ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan akses pembiayaan terhadap UMKM. Karena, pemerataan pembiayaan UMKM menjadi syarat dalam meningkatkan akses untuk pembiayaan UMKM.
“Model ini dapat digunakan oleh lembaga penjaminan dan perbankan atau lembaga pembiayaan untuk menilai kelayakan kredit UMKM,” ujarnya, seperti dikutip, Selasa (26/12/2023).
Sektor UMKM memang berperan penting dalam perekonomian nasional. Karena sektor ini berkontribusi sebesar 61,07% terhadap produk domestik bruto (PDB), serta menyerap tenaga kerja sekitar 97,2%.
Baca Juga
Bank Mandiri Salurkan Pembiayaan UMKM lewat Fintech Grup Salim Rp 50 Miliar
Menurut Dede, hingga saat ini akses pembiayaan terhadap UMKM masih belum merata, yang disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain masih minimnya literasi keuangan dan pemahaman UMKM tentang produk pembiayaan, persyaratan kredit yang ketat dari bank, hingga rendahnya nilai agunan yang dimiliki UMKM.
“Model aplikasi pemeringkatan UMKM dapat menjadi solusi untuk mengatasi tantangan akses permodalan bagi UMKM dan dapat membantu lembaga penjaminan untuk menilai kelayakan penjaminan kredit UMKM secara lebih objektif dan transparan,” katanya.
Dalam model aplikasi ini juga dijabarkan mengenai faktor-faktor yang dapat menilai UMKM, mulai dari profil usaha UMKM seperti jenis usaha, omzet, profitabilitas. Lalu juga faktor kemampuan keuangan UMKM, misalnya kondisi keuangan, arus kas, utang, dan lainnya.
“Selain faktor-faktor tersebut, model aplikasi pemeringkatan kredit UMKM juga mempertimbangkan faktor lain yang cukup penting, yaitu aspek personality atau karakter UMKM yang diukur melalui tes psikomteri,” pungkas Dede. (CR-13)
Baca Juga
Bukti Dorong Ekonomi Kerakyatan, BRI Konsisten Beri Pendampingan UMKM
