BSI Ancang-ancang Lansir Super App Ritel Syariah
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) tengah menyiapkan sebuah Super App yang akan melayani nasabah ritelnya, yang akan menggantikan BSI Mobile.
Disampaikan Direktur Utama emiten berkode bursa BRIS, Hery Gunardi dalam kesempatan berbuka puasa bersama para jurnalis di Jakarta, Senin (18/3/2024), peluncuran Super App ini merupakan bagian dari transformasi digital yang tengah giat dilakukan perseroan.
“Kami terus melakukan transformasi dan membangun IT yang lebih baik, dengan mengganti sistem yang obsolete (usang) dengan yang baru, termasuk perbaikan data center, dan mengikuti best practises. Berikutnya kami sednag membuat Super App baru untuk ritel untuk menggantikan BSI Mobile,” kata Hery.
Mengenai super App, dikatakan Hery nantinya aplikasi milik BSI akan mirip-mirip dengan platform Livin by Mandiri yang dimiliki oleh Bank Mandiri, sehingga dalam aplikasi tersebut BSI akan menyediakan fitur-fitur layanan finansial, cash, lifestyle hingga untuk kebutuhan investasi nasabah.
Baca Juga
“Saat ini sedang dalam proses percobaan versi Beta dan dicoba di lingkup karyawan BSI. Diharapkan super App ini bisa kita luncurkan pada tahun ini, dan sedang menunggu perizinan dari Bank Indonesia,” papar Hery.
Selain super App untuk ritel, BSI juga tengah menyiapkan engine baru untuk platform layanan wholesale perseroan. Mesin baru ini dipastikan akan memberikan experience yang jauh lebih baik bagi nasabah korporat dalam cash management, trade, foreign exchange, hingga supply chain.
Bicara kinerja, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencetak pertumbuhan laba 33,88% (yoy) menjadi Rp 5,70 triliun di tahun 2023. Di periode yang sama BSI mencatat pembiayaan yang disalurkan sebesar Rp 240,32 triliun atau tumbuh 15,70% year on year, dengan kualitas pembiayaan (NPF) gross membaik sebesar 2,08%.
Komposisi pembiayaan yang disalurkan didominasi oleh segmen konsumer (54,32%), wholesale (28,09%) dan retail (17,58%). Pembiayaan berkelanjutan di BSI mencapai Rp 57,7 triliun yang didominasi sektor UMKM sebesar Rp 45,4 triliun, diikuti sustainable agriculture Rp 4,8 triliun, eco-efficient product Rp 5,8 triliun, energi terbarukan Rp 1,1 triliun dan proyek eco-green Rp 549,6 miliar.
