Bitcoin September Ditutup Menguat, OctoBull Sudah di Depan Mata?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Bitcoin berhasil menutup bulan September 2025 dengan kinerja positif, mencatatkan kenaikan solid sebesar 5,4%. Sepanjang September, Bitcoin bergerak dalam rentang US$ 107.271 sebagai level terendah, hingga US$ 117.911 untuk titik tertingginya.
“Artinya, volatilitas bulan ini berada di kisaran US$ 10,600 atau sekitar 9,8% dari harga open,” ujar Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha, Rabu (1/10/2025).
Meski sempat menyentuh level rendah di kisaran US$ 107.000, Bitcoin berhasil menguat dan menutup bulan ini ke sekitar level US$ 114.000 atau naik sekitar 5,4% dari harga pembukaan bulan lalu yakni US$ 108.228.
“Capaian ini sangat penting karena mematahkan tren historis September yang dikenal sebagai bulan koreksi di kalangan trader kripto dengan rata-rata historis pengembalian adalah -3,06%.
Lebih lanjut, dengan hasil tahun ini, Bitcoin berhasil mencatatkan penutupan September dengan hasil positif tiga tahun berturut-turut yakni 2023, 2024, dan 2025. Sebuah rekor yang menegaskan momentum kenaikan di tengah sentimen pasar yang menantang.
Baca Juga
Bitcoin Jeblok Pasca FOMC, Altcoin Ikut Runtuh. Awal Tren 'Bearish'?
Menatap bulan Oktober, data historis memberikan sinyal bullish yang sangat kuat. Bulan ini secara tradisional dikenal sebagai ‘Octobull’ karena tingkat pengembalian Bitcoin yang konsisten tinggi.
Berdasarkan data yang ada, rata-rata pengembalian bulanan Bitcoin di Oktober mencapai +21,89%, dengan nilai median +21,2%. Rekor positif selama 9 dari 13 tahun terakhir membuat investor optimistis bahwa momentum rebound dari September akan dilanjutkan.
“Hal ini memberikan dorongan signifikan bagi Bitcoin di awal kuartal IV-2025,” imbuh Panji.
Baca Juga
Lewat E-Trade, Morgan Stanley Akan Tawarkan Perdagangan Bitcoin, Ethereum, dan Solana Awal 2026
ETF Bitcoin spot
Pekan lalu, pergerakan harga Bitcoin mengalami volatilitas tinggi, yang mayoritas diwarnai oleh arus dana keluar (outflow). Selama periode 22-26 September, ETF Bitcoin Spot mencatat total arus dana keluar bersih sebesar US$ 902,49 juta.
Panji menilai, angka itu mengindikasikan bahwa investor institusi menarik sebagian modal mereka di tengah ketidakpastian pasar yang didominasi oleh likuidasi besar-besaran pada pekan tersebut.
Pasar dengan cepat menunjukkan pemulihan di awal pekan berikutnya. Pada hari Senin, 29 September, ETF Bitcoin Spot mencatat inflow bersih yang sangat kuat sebesar US$ 521,95 juta. Arus masuk dana yang tajam ini menunjukkan bahwa minat institusi untuk membeli BTC kembali meningkat setelah terjadi koreksi.
“Memperlihatkan mentalitas buy the dip yang kuat di kalangan investor besar,” ujar Panji menyimpulkan.
Hari ini, Bitcoin berpotensi bergerak di sekitar US$ 114.000 - US$ 116.000. Ethereum berpotensi bergerak di sekitar US$ 4.000 - US$ 4.400. Sedangkan dalam 24 jam sebelumnya, Bitcoin turun 0,25% bertengger di sekitar US$ 114.250 atau Rp 1,92 miliar. Dominasi pasar BTC (BTC.D) kini berada di level 59,1 %, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto melemah 0,6% menjadi US$ 3,85 triliun.

