Likuiditas Cukup Ample, Risiko Perbankan Diyakini Masih Terkendali
JAKARTA, Investortrust.id - Survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, bank-bank di Tanah Air yakin risiko perbankan (risiko kredit, likuiditas, dan pasar) pada triwulan IV-2023 masih terjaga dan terkendali, meski kondisi makroekonomi diperkirakan kurang kondusif. Optimisme ini seiring fleksibilitas ruang penyesuaian suku bunga yang masih cukup besar bagi perbankan, karena ditopang likuiditas yang cukup ample (lebih dari cukup) serta didukung koordinasi kebijakan terintegrasi dalam KSSK yang selama ini cukup efektif dalam menangkal dampak global.
"Meskipun kondisi makroekonomi diperkirakan kurang kondusif, termasuk karena dampak risiko suku bunga acuan yang tinggi secara global dan dapat berlangsung lebih lama (higher for longer), mayoritas responden meyakini bahwa risiko perbankan triwulan IV-2023 masih terjaga dan terkendali. Hal tersebut terlihat dari Indeks Persepsi Risiko (IPR) sebesar 58 (zona keyakinan bahwa risiko cukup manageble), seiring dengan keyakinan bahwarisiko kredit dan risiko pasar yang tetap terjaga," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (26/11/2023).
Baca Juga
Survei OJK: Bank Optimistis Pertumbuhan Kredit dan DPK Naik Triwulan IV
Dian menyampaikan bahwa optimisme tersebut merupakan hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) triwulanan, yang bertujuan memperoleh gambaran dari industri perbankan tentang arah perekonomian, persepsi terhadap risiko perbankan, serta arah/tendensi bisnis perbankan pada triwulan mendatang. Pada triwulan IV-2023 ini, responden meyakini bahwa kualitas kredit tetap baik, PDN pada level rendah dan berada pada posisi long,dan rentabilitas masih akan meningkat seiring dengan kenaikan penyaluran kredit.Selanjutnya, risiko likuiditas juga diperkirakan masih terjaga stabil dibandingkan triwulan sebelumnya.
Pertumbuhan Kredit Meningkat
Dian menyampaikan bahwa hasil SBPO Triwulan IV-2023 ini menegaskan bahwa sektor perbankan tetap optimistis di tengah volatilitas kondisi global dan dinamika kondisi makroekonomi domestik. Hasil SBPO ini juga memperkuat paparan mengenai sektor perbankan yang disampaikan sebelumnya dalam RDK Bulanan OJK, mengenai dampak ketidakpastian global yang tidak signifikan terhadap kondisi sektor perbankan.
"Per September 2023, kinerja intermediasi perbankan tetap terjaga dengan pertumbuhan kredit tercatat 8,96% yoy dan DPK tumbuh 6,54% yoy. Outlook kinerja perbankan secara menyeluruh sampai dengan akhir tahun 2023 dan 2024 diperkirakan masih akan terjaga dengan baik," paparnya.
Baca Juga
NPL Gross Beberapa Bank di Atas 5%, NPL Net Perbankan di Bawah 5%
Ekspektasi terhadap kinerja perbankan pada triwulan IV-2023juga dalam zona optimistis, dengan IEK sebesar 84. Optimisme kinerja perbankan didorong oleh ekspektasi bahwa sisi funding (DPK) akan tetap mampu menyokong meningkatnya penyaluran kredit yang berdampak pada peningkatan laba dan modal perbankan.
"Optimisme kenaikan pertumbuhan kredit pada triwulan IV-2023didorong ekspektasi pertumbuhan ekonomi domestik yang masih cukup baik, meningkatnya konsumsi, dan masih terjaganya daya beli masyarakat.Dari sisi penghimpunan dana, responden memperkirakan bahwa pada triwulan IV-2023, DPK juga akan tumbuh meningkat sejalan dengan kegiatan ekonomi yang semakin membaik, usaha bank memperoleh sumber dana untuk mendukung pertumbuhan kredit, dan adanya dana pemerintah yang masuk pada bank daerah. Hal ini tercermin pada kinerja sektor perbankan yang masih on track sesuai dengan rencana bisnis yang disampaikan ke OJK," paparnya.

