OJK: Di Tengah Fluktuasi IHSG, Hasil Investasi Asuransi Jiwa Tumbuh 15,75% per April 2025
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja investasi industri asuransi jiwa tetap menunjukkan tren positif meskipun pasar modal mengalami fluktuasi pada awal tahun ini. Per April 2025, hasil investasi yang dibukukan perusahaan asuransi jiwa tumbuh 15,75% secara year on year (yoy).
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengungkapkan, pihaknya terus mencermati dinamika yang memengaruhi kinerja investasi asuransi, baik sisi eksternal maupun internal.
“OJK dalam fungsi pengawasan selalu memantau dan mencermati berbagai dinamika tantangan investasi pada industri asuransi,” ujarnya secara tertulis, menjawab pertanyaan Investortrust, Senin (16/6/2025).
Baca Juga
Hasil Investasi Asuransi Jiwa Merosot Tajam, Sejumlah Hal Ini Disinyalir Jadi Penyebabnya
Menurut Ogi, tantangan eksternal bagi investasi asuransi jiwa yang terus dicermati oleh pihaknya ialah yang berkaitan dengan fluktuasi pasar keuangan global, ketidakpastian ekonomi makro, serta tekanan dari penyesuaian suku bunga dan inflasi.
Sementara dari sisi internal, ada pula tantangan seperti peningkatan kapasitas pengelolaan investasi, dna juga penerapan manajemen risiko yang lebih adaptif dalam mengantisipasi dinamika yang terjadi di pasar.
“OJK juga terus mendorong perusahaan asuransi untuk mengedepankan prinsip kehati-hatian, melakukan diversifikasi investasi, serta memperkuat manajemen risiko,” kata Ogi.
Baca Juga
AAJI Catat Investasi Asuransi Jiwa Tembus Rp 541 Triliun, Mayoritas Ditempatkan di SBN
Hal ini, lanjutnya, bertujuan untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan dari kinerja investasi perusahaan-perusahaan asuransi di tengah kondisi yang masih sangat dinamis.
Sejalan dengan hasil investasi, OJK mencatat total investasi industri asuransi jiwa mencapai Rp 550,18 triliun pada April 2025, atau tumbuh 2,42% (yoy). Baik total investasi maupun hasilnya yang tumbuh positif, mencerminkan kemampuan industri dalam mempertahankan kinerja investasi di tengah tekanan pasar.

