Bagikan

Hasil Investasi Asuransi Jiwa Turun 0,57% di November 2024, OJK Dorong Kebijakan Investasi yang Lebih Adaptif

JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga November 2024 hasil investasi industri asuransi jiwa mengalami penurunan sebesar 0,57% secara year on year (yoy) menjadi 4,04%. Sementara, hasil investasi di asuransi umum dan reasuransi sebesar 5,53% atau naik 0,02% (yoy). 

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (KE PPDP) OJK Ogi Prastomiyono mengungkapkan, penurunan hasil investasi industri asuransi jiwa terutama disebabkan oleh kinerja negatif dari instrumen saham dan reksa dana. 

“Pada asuransi jiwa, penurunan hasil investasi disebabkan oleh turunnya hasil investasi pada instrumen saham dan reksa dana,” ujarnya, dalam jawaban tertulis, belum lama ini. 

Baca Juga

Program 3 Juta Rumah dan Makan Bergizi Gratis Jadi Peluang Bagi Industri Asuransi

Kemudian, total investasi industri asuransi jiwa hingga November 2024 sebesar Rp 541,82 triliun, sedangkan investasi asuransi umum dan reasuransi mencapai Rp 150,71 triliun. Menurut Ogi, instrumen investasi di industri asuransi masih didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN), dengan porsi 38,4% untuk asuransi jiwa, dan 36,1% untuk asuransi umum dan reasuransi. 

Selain itu, ia juga mengungkapkan adanya peningkatan investasi asuransi di instrumen Surat Berharga Bank Indonesia (SRBI) sejak Juli 2024. Meski begitu, porsi investasi industri asuransi di SRBI masih di bawah 1% dari total investasi. 

“Salah satu kelebihan dari instrumen SRBI adalah risiko yang rendah dan imbal hasil investasi yang relatif tinggi,” kata Ogi. 

Baca Juga

Industri Asuransi Disebut Hadapi Sejumlah Tantangan Dalam 3 Tahun ke Depan, Apa Saja?

Di sisi bersamaan, lanjut dia, OJK terus mendorong perusahaan asuransi dan reasuransi untuk menyusun kebijakan investasi yang lebih adaptif atau disesuaikan dengan durasi kewajiban serta memperhatikan kualitas aset dan likuiditas guna memastikan kemampuan pembayaran klaim jatuh tempo. 

“Kebijakan investasi yang dibuat ini menjadi acuan bagi perusahaan dalam memilih jenis investasi untuk mendukung kesesuaian antara kewajiban dan kekayaan,” ucap Ogi

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024