Usai Libur Natal, IHSG Sesi I Terkoreksi ke Posisi 7.057
JAKARTA, investortrust.id – Masih terkoreksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun 8,45 poin (0,12%) pada sesi I, Jumat (27/12/2024). Dengan begitu, usai libur Natal, IHSG siang ini mendarat di posisi 7.057,29. Pergerakan indeks sesi tersebut bergerak dalam rentang 7.049-7.100 dengan nilai transaksi Rp 6,04 triliun.
Koreksi IHSG hari ini bersamaan dengan pelemahan sektor saham konsumer non-primer (cyclical) 1.8%, sektor keuangan 0,4%, dan sektor teknologi 1,67%.
Meski IHSG ditutup melemah, sejumlah saham masih torehkan penguatan, seperti PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) naik 34,52% menjadi Rp 226, PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) naik 23,16% menjadi Rp 218, dan PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) naik 22,37% menjadi Rp 93 per lembar.
Baca Juga
IHSG Ditutup Melemah, Saham AYLS, JAST dan POLU Auto Reject Atas
Penguatan juga melanda saham PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) yang menguat 17,65% menjadi Rp 80, dan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) menguat 10,53% menjadi Rp 105 per lembar.
Sebaliknya pelemahan terdalam melanda saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA), PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA), PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), dan PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF).
Sedangkan, sebelum Natal 2024, IHSG juga ditutup melemah, yakni 30,69 poin (0,43%) ke posisi 7.065,74 pada Selasa (24/12/2024). Sepanjang hari itu IHSG bergerak direntang 7.063,75-7.096,47.
Baca Juga
Sektor Teknologi Terkapar, IHSG Sesi I Tergelincir 0,05% ke Level 7.092
Sebanyak 269 saham mengalami kenaikan, 312 saham terkoreksi, dan 208 saham stagnan. Adapun nilai transaksi tercatat sebesar Rp 9,62 triliun, volume perdagangan saham sebanyak 20.953 miliar, serta total frekuensi perdagangan mencapai 1.022.852 kali. Kapitalisasi pasar hari itu sebesar 12.326,812 triliun.
Penurunan indeks didukung peningkatan sejumlah sektor saham, seperti sektor saham energi 0,56%, sektor kesehatan 2,30%, sektor infrastruktur 0,15%, sektor properti 0,34% dan sektor transportasi 0,06%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor bahan baku, industri, consumer siklikal, keuangan, consumer non-siklikal dan teknologi.

