Berutang dan Nyaris Bunuh Diri, Kini Mulyadi Mapan Jadi AgenBRILink
JAKARTA, investortrust.id – Luka-luka hilanglah luka. Biar tenteram yang berkuasa. Kau terlalu berharga untuk luka. Katakan pada dirimu. Semua baik-baik saja.
Demikian penggalan lagu Tulus dengan judul Diri. Lagu itu sepertinya tepat menggambarkan perjalanan hidup seorang Mulyadi Jaya Martono. Bagaimana tidak, pria berusia 56 tahun itu sempat hidup bergelimang harta, namun usahanya bangkrut hingga menyisahkan utang Rp 1 miliar. Bahkan ia mengaku sempat berpikir untuk bunuh diri, meski meninggalkan dua anak dan seorang istri.
Kepada Investortrust baru-baru ini, ia bercerita, hidup memang penuh lika-liku. Semua bermula saat Mulyadi main di bisnis kepabeanan dan bandara. Dengan jaringan luas dan kemampuannya membaca peluang, ia sempat menikmati kejayaan dalam dunia usaha. Namun dari seorang oknum yang berjaya di bidang kepabeanan hingga terpuruk dalam lilitan utang, Mulyadi kini bangkit sebagai AgenBRILink yang sukses.
Bisnis yang dilakoninya sejak Bandara Soekarno Hatta beroperasional 1985, diakuinya memang bukanlah bisnis yang benar. Bahkan, salah satu maskapai nasional Tanah Air bangkrut salah satunya karena ia.
“Saya jatuh, memang Tuhan kasih saya harus jatuh. Dulu itu maaf sampai dikata dapat duit itu mudah, tidak bisa dihitung, dalam arti itu. Saya juga hancur dirumah tangga. Jadi saya bilang terima kasih saya dijatuhin,” ujarnya dengan suara bergetar, matanya berkaca-kaca.
Baca Juga
“Kalau nggak jatuh, saya sombongnya akan luar biasa. Karena saya pikir siapa yang bisa pecat saya?. Orang saya tidak punya keterikatan. Tapi semua orang, mulai dari tukang parkir, tukang sampah ibaratnya kenal saya semua,” sambungnya.
Terpuruk secara finansial, ia mengaku harus menghadapi tekanan besar. Namun PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memberinya kesempatan untuk bangkit kembali, meski pinjamannya belum bisa ia lunasi. Justru ia heran karena orang BRI mau memberinya pinjaman dan pendampingan.
Dengan modal pinjaman hampir Rp 150 juta, pria kelahiran Banjarmasin, 9 Oktober 1968 tersebut memutuskan untuk terjun ke bisnis AgenBRILink pada tahun 2020.
"Waktu itu saya sudah tidak bisa berpikir, mau bisnis apa lagi. Justru saya disarankan untuk buka BRILink dan mau dikasih pinjam modal. Saya dalam hati bilang gila ini orang BRI,” candanya mengingat momen tersebut.
Pinjamannya pun berlarut mulai bisa ia lunasi secara perlahan. Dengan keteguhan dan berkat Allah, ia mengungkapkan menjadi AgenBRILink adalah jalan Tuhan yang diberikan kepadanya supaya ia bertobat ke jalan yang benar.
Raih Penghargaan
Bahkan, AgenBRILink yang dinamakan Lestari BRILink yang berlokasi di Jalan Jambu, Pegadungan, Kalideres ini berhasil masuk peringkat tiga besar dalam ajang penghargaan BRILink Kanwil Jakarta Barat.
“Makanya saya bilang terima kasih banget ke BRI, kalau tidak saya mungkin sudah bunuh diri saat bangkrut,” ujarnya terharu karena merasa beruntung mendapat kepercayaan dari BRI.
Di hari pertama menjadi AgenBRILink, saat ia dan istrinya membersihkan tempat usahanya, ia langsung mencatat transaksi senilai Rp 3 juta. Ia pun kaget dan tidak percaya. “Saya sampai bingung, ini beneran atau enggak,” kenangnya.
Seiring waktu, usahanya semakin berkembang. Dalam sehari, ia bisa mencatat sekitar 40 transaksi dengan perputaran uang hingga Rp 18 juta, terutama dari layanan tarik tunai dan transaksi digital lainnya. Bahkan, pada hari-hari ramai seperti akhir pekan, omzetnya bisa lebih tinggi.
Meski berlokasi di area perkotaan yang penuh pesaing, Mulyadi tak gentar. Berbeda dari kebanyakan agen lain yang aktif menjemput bola, ia memilih fokus pada pelayanannya.
Foto: Investortrust/Lona Olavia
Wiwin (38), warga Tasikmalaya yang bekerja didaerah Jalan Jambu menjadi salah pelanggan setianya. “Saya biasanya kesini buat transfer ke anak di kampung. Pilih kesini karena memang dekat dengan tempat kerja saya,” ucapnya.
Tidak hanya sekadar memperluas jangkauan, AgenBRILink juga menawarkan berbagai layanan yang dirancang untuk mempermudah kebutuhan harian masyarakat. Mulai dari pembayaran tagihan listrik, air, BPJS, telepon, pembelian pulsa, hingga pembayaran cicilan.
Selain itu, tersedia pula layanan referral untuk pembukaan rekening tabungan dan pinjaman, layanan asuransi mikro, tarik tunai dari luar negeri, serta pembelian tiket perjalanan seperti bus, shuttlle, dan kapal ferry.
Regenerasi
Foto: Investortrust/Lona Olavia
Kini dalam lima tahun terakhir, usaha BRILink yang ia jalankan berkembang stabil. Kini, pria berbadan gagap itu juga sedang menyiapkan putranya, Rizky Pratama (34) untuk meneruskan bisnis tersebut.
“Dulu saya punya ambisi besar untuk memperluas usaha, tapi sekarang saya lebih memilih menikmati hidup dan fokus pada keluarga. Saya ingin anak saya yang melanjutkan," ujar Mulyadi yang besar di Jelambar, Jakarta Barat itu.
Sang anak pun mengaku tertantang mendapat penugasan itu suatu saat nanti. “Sekarang sudah sering temenin menjalankan BRILink dan banyak yang saya dapatkan,” kata Rizky.
Di balik kesuksesan seseorang, selalu ada kisah perjuangan yang menarik. Begitu pula dengan pemilik Lestari BRILink yang memulai usahanya bukan karena rencana matang, melainkan dorongan keadaan.
“Dulu saya kehilangan rumah karena utang. Sekarang saya justru bisa punya tempat usaha sendiri. Hidup memang penuh kejutan,” tutupnya dengan senyum.
Baca Juga
Berjumlah 1 Juta Agen, Ini Dampak Ekonomi dan Sosial Keberadaan AgenBRILink Milik BRI
Buka Lapangan Kerja
Tangkapan layar : Investortrust/Lona Olavia
Inisiatif yang diambil oleh BRI ini kini menjadi simbol dari dukungan bank pelat merah tersebut ke Asta Cita ketiga Pemerintah Indonesia, yaitu khususnya dalam meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas dan mendorong kewirausahaan. Dengan fokus pada penguatan ekonomi kerakyatan, AgenBRILink hadir sebagai ujung tombak dalam memperluas akses keuangan hingga ke pelosok negeri.
Melalui jaringan AgenBRILink yang tersebar di seluruh Indonesia, BRI berperan aktif sebagai pelopor inklusi keuangan, mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan visi pembangunan nasional.
Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan, sebagai elemen strategi hybrid banking, BRI memadukan layanan digital dan fisik untuk memastikan akses layanan keuangan yang merata. AgenBRILink menjadi pilar penting dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Di samping untuk memperluas dan mempermudah akses layanan perbankan, AgenBRILink juga dimaksudkan untuk memastikan terjadinya sharing economy, pertumbuhan ekonomi yang secara inklusif melibatkan partisipasi masyarakat sebanyak-banyaknya,” ucap Sunarso dalam siaran pers, Rabu (22/1/2025).
Hingga akhir Desember 2024, BRI telah mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah AgenBRILink. Terdapat lebih dari 1,06 juta agen yang tersebar di seluruh Indonesia, meningkat dari 740 ribu agen pada Desember 2023. Artinya, sepanjang 2024, sebanyak 324 ribu masyarakat bergabung menjadi AgenBRILink. Jaringan ini kini menjangkau lebih dari 85% wilayah Indonesia, melayani lebih dari 62 ribu desa.

