Rapat Direksi Bank bjb Tunjuk Yusuf Saadudin Jadi Pengganti Dirut
JAKARTA, Investortrust.id - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk (Bank BJB) menunjuk Yusuf Saadudin sebagai Direktur Pengganti Direktur Utama Perseroan.
Keputusan ini diambil dalam Rapat Direksi pada 11 Maret 2025, menyusul pengunduran diri Yuddy Renaldi dari jabatannya sebagai Direktur Utama Bank BJB.
Sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas kepemimpinan, rapat direksi Bank BJB menetapkan Yusuf Saadudin, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Konsumer dan Ritel, untuk mengisi posisi Direktur Pengganti Direktur Utama.
“Pada tanggal 11 Maret 2025, Rapat Direksi Perseroan dengan mempertimbangkan Memo Dewan Komisaris Perseroan Nomor 22/DKO/M/2025 tanggal 10 Maret 2025, menetapkan Bapak Yusuf Saadudin selaku Direktur Konsumer dan Ritel Perseroan untuk menjadi Direktur Pengganti Direktur Utama Perseroan,” demikian surat penunjukkan direktur pengganti yang diunggah di Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 13 Maret 2025.
Sebelumnya disampaikan dalam keterbukaan informasi pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank BJB mengungkapkan Yuddy Renaldi telah menyampaikan surat pengunduran diri pada 4 Maret 2025. Selanjutnya, pada 6 Maret 2025, Dewan Komisaris Bank BJB berdasarkan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi memutuskan untuk membebastugaskan Yuddy Renaldi dari tugas dan jabatannya.
Baca Juga
Sebagaimana diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan dugaan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa berupa iklan di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB).
Pelaksana Harian (Plh) Direktur Penyidikan KPK, Budi Sokmo Wibowo, menyatakan bahwa pada 27 Februari 2025, KPK telah menerbitkan lima surat perintah penyidikan (sprindik) bernomor 13 hingga 17 untuk lima orang tersangka.
"Tersangka terdiri dari dua orang pejabat Bank Jabar Banten dan tiga orang dari pihak swasta," ujar Budi dalam konferensi pers pada Kamis (13/3/2025).
Dua pejabat tersebut adalah YR, selaku Direktur Utama BJB, dan WH, sebagai Pimpinan Divisi Corporate Secretary (Corsec) BJB. Sementara itu, tiga tersangka dari pihak swasta merupakan pemilik agensi iklan.
Mereka adalah ID, pemilik agensi Arteja Mulyatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri; S, pemilik agensi PSJ dan WSPA; serta SGK, pemilik agensi CKMB dan CKSB.
Baca Juga
Setelah Rumah Ridwan Kamil, KPK Geledah Kantor Bank BJB di Bandung
Budi menjelaskan, dalam periode 2021 hingga pertengahan 2023, Bank BJB merealisasikan belanja beban promosi umum dan produk bank sebesar sekitar Rp 409 miliar yang dikelola oleh Divisi Corsec.
Sementara itu dalam pernyataan tertulis, Corporate Secretary Bank bjb, Ayi Subarna menyampaikan bahwa manajemen ingin menegaskan komitmennya terhadap prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), transparansi, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
“Bank bjb senantiasa menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan berkomitmen untuk menjalankannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,”kata Ayi, Kamis (13/3/2025).
Menurut Ayi, dalam menjalankan operasionalnya, bank bjb memastikan bahwa seluruh kegiatan bisnis tetap berjalan dengan normal. Keberlanjutan operasional perusahaan menjadi prioritas utama, dengan jajaran direksi dan manajemen yang tetap fokus memberikan layanan terbaik kepada nasabah, mitra bisnis, serta pemegang saham. bank bjb terus mengupayakan pertumbuhan bisnis yang sehat dan bertanggung jawab demi memenuhi kewajibannya kepada seluruh pemangku kepentingan.
“Kami juga mengapresiasi kepercayaan yang terus diberikan oleh para pemegang saham, mitra bisnis, nasabah, dan masyarakat luas. bank bjb berkomitmen untuk menjaga profesionalisme, transparansi, serta kepercayaan publik dalam setiap aspek operasionalnya. Dengan semangat ini, Kami akan terus menjalankan bisnis secara bertanggung jawab dan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

