Ingin Berinvestasi di Pasar Saham? OJK Ajak Investor Muda Lakukan Hal Ini Terlebih Dahulu
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa investor muda atau masyarakat yang ingin terjun untuk berinvestasi di pasar saham harus belajar dan mengerti apa yang dibeli beserta risikonya.
Ajakan ini disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi dalam acara Peluncuran Gerakan Bersama Pelindungan Konsumen (GEBER PK) 2025 bertajuk "Sinergi Memperkuat Keberdayaan Konsumen di Era Digital" di The Ballroom Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (11/12/2024).
“Rasanya itu bentuk perhatian beliau (Presiden Prabowo Subianto) dan kasih sayang beliau kepada investor-investor, terutama yang ritel, makanya supaya tidak berjudi. Ayo investor muda itu harus belajar harus ngerti apa yang dibeli, underlying-nya apa,” ujar wanita yang akrab disapa Kiki tersebut.
Baca Juga
OJK Sebut Indonesia Anti-Scam Center (IASC) Telah Blokir 3.364 Rekening Sejak 10 Hari Diluncurkan
Kiki menjelaskan, dengan memahami manfaat dan risiko dalam berinvestasi di pasar saham, maka investor muda atau masyarakat bisa mengelola keuangan dengan bijak.
“Jadi benar-benar dia beli, karena memang dia tahu apa yang dibeli untuk investasi dan untuk investasi jangka panjang,” ungkap Kiki.
Sebelumnya diberitakan Investortrust, Presiden Prabowo Subianto yang menyebutkan bahwa masyarakat ekonomi rendah yang bermain saham serupa dengan melakukan praktik perjudian. Sebab, investasi saham penuh risiko dan berpotensi merugikan. Terlebih, menurutnya saham hanya akan menguntungkan bandar besar.
“Saya kasih tahu, ya. Main-main saham itu kalau orang kecil pasti kalah, itu untuk orang kecil sama dengan judi itu. Yang menang bandar besar yang kuat, ya kan,” ujar Prabowo dalam Pembukaan Sidang Tanwir dan Milad ke-112 Muhammadiyah, Rabu (4/11/2024).

