APPI Harap Industri Pembiayaan Tumbuh 10% Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) mengharapkan industri pembiayaan atau multifinance di Tanah Air tumbuh 10% tahun ini.
Harapan itu disampaikan Ketua Umum APPI, Suwandi Wiratno pada acara "Pertemuan Anggota dan Apresiasi APPI" di Ballroom Hotel Sheraton Gandaria City, Jakarta, Kamis (5/12/2024).
"Nah, tahun ini kami mau tumbuh 12% aja berat sekali. Mudah-mudahan 10% bisa, saya harap teman-teman juga berjuang untuk menetapkan 10% sebagai pertumbuhan kita," ujar Suwandi.
Baca Juga
OJK Catat Pembiayaan Multifinance Tumbuh 9,39% Menjadi Rp 501,78 Triliun di Kuartal III 2024
Suwandi menjelaskan, industri pembiayaan sempat menikmati pertumbuhan yang luar biasa sampai 16% pada 2023. "Itu angka yang mungkin tidak bisa kita bayangkan, kita tumbuh begitu hebat pada 2023," kata Suwandi.
Suwandi mengakui, mundurnya pemilihan kepala daerah (pilkada) dari Oktober menjadi November turut memengaruhi kinerja industri pembiayaan.
Tantangan atau masalah, menurut Suwandi, akan selalu dihadapi industri pembiayaan, dari pandemi Covid-19, sampai berbagai masalah lainnya. Namun, para pelaku industri pembiayaan jangan fokus ke masalah, melainkan kepada peluang.
"Karena when we focus into a problem then problem will come more and more to us. Tapi kalau kita fokus pada kesempatan, the chances for us to actually solve the problem, kita akan bisa memecahkan problem itu dengan baik, baik secara organisasi maupun secara industri, bersama-sama," papar Suwandi.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya memproyeksikan piutang pembiayaan industri multifinance tumbuh 10-12% hingga akhir 2024.
Baca Juga
Pelaku Industri Multifinance Harap Daya Beli Masyarakat Meningkat pada Era Prabowo-Gibran
Kepala Eksekutif Pengawasan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK, Agusman menerangkan, piutang pembiayaan multifinance mencapai Rp 501,78 triliun sampai September 2024, tumbuh 9,39% secara tahunan (year on year/yoy).
Agusman mengungkapkan, laba industri pembiayaan per September 2024 tumbuh 0,84% (yoy) atau sebesar Rp 16,97 triliun.

