APPI Umumkan Perusahaan Pembiayaan Terbaik di APPI Award
JAKARTA, Investortrust.id - Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) baru saja menggelar acara "Pertemuan Anggota dan Apresiasi APPI" di The Raffles Hotel, Jakarta, Selasa (28/11/2023). Rangkaian gelaran tersebut diawali dengan sambutan Ketua Umum APPI, Suwandi Wiratno dan keynote speech oleh Deputi Komisioner Pengawas Lembaga Pembiayaan dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bambang W. Budiawan.
Ketua Umum APPI, Suwandi Wiratno mengungkapkan, gelaran ini merupakan bentuk apresiasi APPI kepada para nasabah perusahaan pembiayaan yang telah mendukung perusahaan pembiayaan.
acara "Pertemuan Anggota dan Apresiasi Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI)" di The Raffles Hotel, Jakarta, Selasa (28/11/2023). Foto: Investortrust/Elsid Arendra
Baca Juga
"Tanpa disadari, kita di penghujung akhir tahun 2023, dan kali ini APPI kembali mengadakan APPI Award pada hari ini, yaitu apresiasi kepada para nasabah-nasabah perusahaan pembiayaan yang telah mendukung perusahaan pembiayaan," ujarnya.
Untuk diketahui, gelaran APPI award merupakan kali ke-12, yang telah diselenggarakan sejak tahun 2009.
Lebih lanjut, Suwandi Wiratno menyebut, APPI Award dalam rangkaiannya selalu memberikan beasiswa kepada para putra dan putri terbaik dari sisi akademisi serta tentunya dari karyawan perusahaan pembiayaan.
Baca Juga
OJK Sebut 6 Perusahaan Multifinance Masih Bermasalah di Permodalan
"Sampai saat ini penerima beasiswa dari tahun 2008 sampai dengan 2022 sudah 202 adik-adik kita, dan tentunya di tahun ini penerima beasiswa akan ada 14 orang," katanya.
Selain itu, APPI Award juga memberikan apresiasi kepada para konsumen yang telah tumbuh dan maju berkat pembiayaan.
"Kita berikan kepada para konsumen yang tumbuh bersama perusahaan pembiayaan melalui proses seleksi yang ketat," jelasnya.
Selanjutnya, APPI award juga memberikan apresiasi kepada tokoh multifinance yang telah berkontribusi luar biasa untuk industri perusahaan pembiayaan melalui penghargaan "Lifetime Achievement Award in Multifinance Industry".
Baca Juga
Bubar Jalan, Izin Usaha Pembiayaan Syariah PT Al Ijarah Finance Dicabut OJK
Adapun untuk penghargaan tersebut, diraih oleh Suparno Djasmin atas kesuksesannya mengembangkan layanan pembiayaan Grup Astra melalui Astra Financial.
Pemenang Penghargaan APPI Award
Tidak hanya itu, gelaran ini juga memberikan penghargaan kepada "Perusahaan Pembiayaan Terbaik" yang dibagi menjadi tiga kategori, yaitu kelompok perusahaan pembiayaan dengan aset di bawah Rp1 triliun, aset antara Rp1 triliun-Rp5 triliun, dan aset di atas Rp5 triliun.
Secara rinci, untuk kategori pertama, yaitu pemenang perusahaan pembiayaan terbaik dengan total aset di bawah Rp1 triliun berhasil diraih oleh Sarana Global Finance Indonesia (Juara 1), Rabana Investindo (Juara 2), dan Asia Multidana (Juara 3).
Kemudian untuk kategori kedua, pemenang perusahaan pembiayaan terbaik dengan total aset antara Rp1 triliun-Rp5 triliun diraih oleh Swadharma Bhakti Sedaya Finance (Juara 1), BCA Multifinance (Juara 2), dan Sinar Mitra Sepadan Finance (Juara 3).
Lalu, untuk kategori ketiga, pemenang perusahaan pembiayaan terbaik dengan total aset di atas Rp5 triliun adalah BCA Finance (Juara 1), Federal International Finance (Juara 2), dan BFI Finance Indonesia (Juara 3).
Baca Juga
Untuk diketahui, dalam menentukan pemenang dalam penghargaan "Perusahaan Pembiayaan Terbaik" APPI ini, setidaknya ada tiga tahap atau kriteria dalam seleksinya.
Tahap pertama adalah compliance terhadap Peraturan Otoritas Jasa Keuangan,yang telah dilewati oleh 109 perusahaan pembiayaan.
Pada tahap kedua, seleksi dilakukan kembali dilakukan kepada perusahaan memperoleh laba pada tahun berjalan, dengan jumlah 92 perusahaan pembiayaan yang berhasil melewati tahap ini.
Tahap ketiga adalah dilakukan seleksi bahwa perusahaan harus memiliki growth of nett income yang positif dan telah beroperasi minimal tiga tahun. Tahap ini dilewati oleh 74 perusahaan pembiayaan.
Dari 74 perusahaan ini, kemudian dibagi menjadi tiga kategori, yaitu kelompok perusahaan pembiayaan dengan aset di bawah Rp1 triliun, aset di antara Rp1 triliun-Rp5 triliun, dan aset di atas Rp5 triliun.
Setelah melewati beberapa tahap tersebut, barulah dilakukan penilaian dan pembobotan terhadap berbagai indikator, seperti return on asset (ROA), return on equity (ROE), beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO), dan market perception. (CR-2)

