APPI Umumkan Perusahaan Pembiayaan Terbaik 2024 di APPI Award
Bagikan
APPI Umumkan Perusahaan Pembiayaan Terbaik 2024 di APPI Award
JAKARTA, investortrust.id- Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) baru saja menggelar acara "Pertemuan Anggota dan Apresiasi APPI" di Ballroom Hotel Sheraton Sheraton Gandaria City, Jakarta, Kamis (5/12/2024).
Rangkaian gelaran tersebut diawali dengan sambutan Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno dan keynote speech oleh Kepala Eksekutif Pengawasan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya (OJK) Agusman.
Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno mengungkapkan, gelaran ini merupakan bentuk apresiasi APPI kepada para anggota, yaitu dalam bentuk memilih perusahaan-perusahaan pembiayaan yang baik.
Menurut Suwandi, penghargaan "Perusahaan Pembiayaan Terbaik" kali ini juga bukan hanya dilihat dari sisi pencapaian, tetapi banyak hal yang perlu dilihat dari sisi kualitatif.
Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno (kiri) saat memberikan plakat kepada Dewan Juri Independen sekaligus CEO Investortrust.id Primus Dorimulu (kanan) dalam acara "Pertemuan Anggota dan Apresiasi Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI)" di Sheraton Grand Jakarta Hotel Gandria City, Jakarta, Kamis (5/12/2024). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa
"Pemenuhan tentang good corporate governance, manajemen risiko dan lain-lain menjadi hal yang paling utama," ujar Suwandi dalam acara 'Pertemuan Anggota dan Apresiasi APPI' di Ballroom Hotel Sheraton Sheraton Gandaria City, Jakarta, Kamis (5/12/2024).
Lebih lanjut, Suwandi menyebut, APPI juga memberikan apresiasi kepada pelanggan yang telah tumbuh dan maju berkat pembiayaan. Di mana, para pelanggan ini telah melalui berbagai tahapan, dan terpilih dua pelanggan terbaik yang akan mendapatkan hadiah dari APPI lewat Penghargaan Pelanggan "Maju Berkat Pembiayaan".
"Pelanggan perusahaan pembiayaan dengan melihat bagaimana banyaknya pelanggan kita yang awalnya tidak punya apa-apa. Hidup di dalam tingkat yang mungkin cukup berat di dalam menghadapi kebutuhan ekonomi, ada yang ditinggal suami, harus membiayai anak-anaknya sekolah dan lain-lainnya. Dan berbagai macam cerita dari pelanggan-pelanggan ini dan akhirnya pelanggan ini mungkin menemukan perusahaan pembiayaan, mendapatkan suatu pencerahan, bisa mendapatkan kredit sepeda motor, apakah itu mobil-mobil produktif yang bisa membantu mereka di dalam mengembangkan usaha. Dan kita melihat bagaimana mereka tumbuh dengan moto perusahaan pembiayaan yang kita kenal dengan 'Maju Berkat Pembiayaan," jelas Suwandi.
Kemudian, dalam kesempatan tersebut APPI Award dalam rangkaiannya selalu memberikan beasiswa kepada karyawan-karyawan perusahaan pembiayaan yang berprestasi anak-anaknya lewat penghargaan "Beasiswa Prestasi APPI". Suwandi menyampaikan bahwa beasiswa ini diberikan kepada karyawan yang membutuhkan, baik karyawan itu sendiri maupun anak-anaknya.
"Siapapun yang berprestasi kita berikan melalui tahapan seleksi, tahun ini ada 216 aplikasi yang masuk. Jadi masuk itu permohonan dan kita teliti, dan akan diberikan kepada 16 penerima atau siswa, dan ini sudah sejak tahun 2008 sudah 232 penerima beasiswa. Dan beasiswa yang dikelola APPI hari ini Rp 1,5 miliar menjadi dana abadi," ungkap Suwandi.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman saat memberikan kata sambutan dalam acara "Pertemuan Anggota dan Apresiasi Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI)" di Sheraton Grand Jakarta Hotel Gandria City, Jakarta, Kamis (5/12/2024). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa
Lebih jauh, APPI Award kali ini memberikan penghargaan kepada "Perusahaan Pembiayaan Terbaik" yang dibagi menjadi tiga kategori, yaitu kelompok perusahaan pembiayaan dengan aset di bawah Rp 1 triliun, aset antara Rp 1 triliun - Rp 5 triliun, dan aset di atas Rp 5 triliun.
Secara rinci, untuk kategori pertama, yaitu pemenang perusahaan pembiayaan terbaik dengan total aset di bawah Rp 1 triliun berhasil diraih oleh Astra Multi Finance (Juara 1), Asiatic Sejahtera Finance (Juara 2), dan Trust Finance Indonesia (Juara 3).
Kemudian untuk kategori kedua, pemenang perusahaan pembiayaan terbaik dengan total aset antara Rp 1 triliun - Rp 5 triliun diraih oleh Kredivo Finance Indonesia (Juara 1), Sarana Global Finance Indonesia (Juara 2), dan Hasjrat Multifinance (Juara 3).
Lalu, untuk kategori ketiga, pemenang perusahaan pembiayaan terbaik dengan total aset di atas Rp 5 triliun adalah BCA Finance (Juara 1), Federal International Finance (Juara 2), dan CIMB Niaga Auto Finance (Juara 3).
Untuk diketahui, pemilihan Perusahaan Pembiayaan Terbaik APPI Tahun 2024 ini dilakukan terhadap 140 perusahaan pembiayaan anggota APPI. CEO PT Investortrust Indonesia Sejahtera sekaligus Juri Independen Primus Dorimulu mengatakan, data diambil dari laporan keuangan publikasi perusahaan tahun 2023.
Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno saat memberikan sambutan pada acara "Pertemuan Anggota dan Apresiasi Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI)" di Sheraton Grand Jakarta Hotel Gandria City, Jakarta, Kamis (5/12/2024). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa
"Ada beberapa kriteria tahapan dalam seleksi pemilihan Perusahaan Pembiayaan Terbaik APPI," kata Primus.
Tahap pertama adalah compliance terhadap Peraturan Otoritas Jasa Keuangan, yang telah dilewati oleh 124 perusahaan pembiayaan.
Pada tahap kedua, seleksi dilakukan kembali dilakukan kepada perusahaan memperoleh laba pada tahun berjalan, dengan jumlah 107 perusahaan pembiayaan yang berhasil melewati tahap ini.
Tahap ketiga adalah dilakukan seleksi bahwa perusahaan harus memiliki growth of nett income yang positif dan telah beroperasi minimal tiga tahun. Tahap ini dilewati oleh 62 perusahaan pembiayaan.
Dari 62 perusahaan ini, kemudian dibagi menjadi tiga kategori, yaitu kelompok perusahaan pembiayaan dengan aset di bawah Rp 1 triliun, aset di antara Rp 1 triliun - Rp 5 triliun, dan aset di atas Rp 5 triliun.
Setelah melewati beberapa tahap tersebut, barulah dilakukan penilaian dan pembobotan terhadap berbagai indikator, seperti return on asset (ROA), return on equity (ROE), beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO), dan market perception.