AFTECH Sebut Peningkatan Tata Kelola Jadi Fokus Utama Industri Fintech
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Pandu Sjahrir menyatakan, saat ini peningkatan tata kelola perusahaan atau governance jadi kunci utama bagi keberlanjutan industri financial technology (fintech) saat ini. Oleh karenanya, asosiasi terus mendorong hal tersebut.
“Kalau dulu mungkin karena masih baru, masih banyak sekali (isu) dari sisi customer acquisition maupun marketing. Sekarang ini sudah masuk ke isu governance,” ujarnya, kepada media dalam acara Bulan Fintech Nasional (BFN) dan The 6th Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2024, di Jakarta, Senin (11/11/2024).
Oleh karena itu, lanjut dia, AFTECH selalu berupaya mendorong peningkatan tata kelola atau governance agar keberlanjutan bisnis industri fintech terus berjalan. Hal ini mau tidak mau dilakukan, karena banyak bisnis fintech yang mengelola dana ketiga, serat menyalurkan ke usaha-usaha yang belum bankable, atau kebanyakan masih underbanked ataupun unbankable.
“Jadi ini menurut saya sih sesuatu yang bagus. Bahwa level governance sudah ditingkatkan setiap tahun di perusahaan-perusahaan fintech,” kata Pandu.
Baca Juga
OJK Harap Hadirnya BFN dan IFSE 2024 Bisa Dongkrak Literasi Masyarakat Mengenai Fintech
Di sisi bersamaan, dikatakan dia, kurangnya literasi juga masih menjadi persoalan tersendiri di masyarakat. Karena banyak bisnis fintech yang menyalurkan dana ke masyarakat, perusahaan juga ingin tahu bahwa orang-orang yang diberikan dana bisa mengerti secara jelas mekanismenya.
“Mau tidak mau mereka (fintech) harus bisa fokus kepada literasi ini. Bahwa ada bunga, prinsipal yang harus dibayar, harus disiplin dalam membayar” ucap Pandu.
Kalau itu semua tidak dipatuhi, maka akan berdampak negatif terhadap credit rating atau credit scoring, yang pada akhirnya akan mempersulit masyarakat untuk berkembang karena tidak bisa mengajukan pinjaman kembali.
“Hal-hal seperti itu kadang-kadang orang bilang, oh saya terima uang, ya sudah. Nah itu bagian dari literasi yang harus ada,” ujar dia.
Baca Juga
Bulan Fintech Nasional 2024 Hadir untuk Tingkatkan Literasi Keuangan Digital
Terlepas dari itu, Pandu melihat prospek bisnis industri fintech di Indonesia masih cerah. “Saya rasa bagus, sangat bagus. Karena semua sekarang sudah growing dan juga secara governance jauh lebih baik dibanding dua tahun lalu,” kata dia.

