BCA Life Beberkan Tahapan Implementasi PSAK 117 Sejak Tahun 2022
JAKARTA, investortrust.id - Pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) 117 atau IFRS 17 terkait kontrak asuransi, secara resmi akan berlaku pada 1 Januari 2025 mendatang.
Beberapa perusahaan asuransi tengah mempersiapkan implementasi tersebut, salah satunya BCA Life.
“Kami sendiri sudah memulai proses implementasi PSAK 117 sejak 2022, sampai sekarang masih on going,” ujar Chief Financial Officer BCA Life, Sheila Jamila Natadiningrat, dalam sebuah diskusi, belum lama ini.
Pada 2022, ada sejumlah fase yang dilewati BCA Life misalnya melakukan asesmen awal, yang dibantu konsultan internal. Kemudian dilanjut dengan gap assessment, lalu secara paralel melakukan technical position paper (TPP).
Baca Juga
Sheila mengatakan, pihaknya juga melakukan product screening untuk mengetahui impact dari PSAK 117 terhadap suatu produk
“Setelah TPP dan product screening selesai, kita lanjut menentukan implementation roadmap. Dan kita lanjut pitching untuk memilih konsultan yang akan membantu kami untuk proses implementasinya,” kataya.
Kemudian, di tahun lalu ada empat fase yang dilalui BCA Life terkait implementasi PSAK 117. Fase pertama yaitu requirement, diawali dengan pembuatan business requirements document (BRD) untuk mengoperasionalkan business requirement yang akan masuk ke dalam sistem. Kemudian dilanjut dengan analisa kebutuhan financial statement, certified of analysis (COA), dan posting scheme.
Baca Juga
Selesai fase requirement, lanjut Sheila, BCA Life masuk fase design. Di dalamnye terdapat sejumlah poin penting yang dilakukan seperti expense study, merancang financial statement, COA & posting scheme, serta membuat target operating model (TOM) yang berlangsung dari kuartal II dan III tahun lalu.
“Dari fase desain lanjut ke build and test. Saat ini kita masih di fase ini. Jadi fase ini sebenarnya mengimplementasikan apa yang sebenarnya ada di fase desain,” jelasnya.
Dalam fase ini yang memakan waktu dari kuartal III-2023 hingga kuartal I-2024 ini, Sheila mengungkapkan, ada sejumlah poin yang dilakukan pihaknya seperti menyiapkan sistem IFRS 17 termasuk sistem accounting, menyiapkan arus kas liabilitas dan perhitungan contractual service margin (CSM), testing COA terbaru, implementasi TOM, meninjau implementasi transition approach, serta enhance surrounding system yang mendukung pengeluaran data aktual per polis level.
“Next-nya starting di Q2 harapannya kita bisa melakukan paralel run dimana kita bisa melakukan analisa dari laporan keuangan dan disclosure yang ter-generate,” pungkas Sheila. (CR-13)

