Hingga Semester I 2024 LAPS SJK Terima 1.083 Pengaduan, Paling Banyak Berasal dari Sektor Perbankan
JAKARTA, investortrust.id - Hingga semester I 2024 Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK) telah menerima dan menangani 1.083 laporan. Dari jumlah tersebut, aduan terbanyak berasal dari sektor perbankan.
Kepala Hubungan Kelembagaan LAPS SJK Raymas Putro merinci, dari jumlah tersebut 1.073 pengaduan berasal dari aplikasi portal perlindungan konsumen (APPK) milik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan 10 pengaduan sisanya non APPK melalui walk in atau mengirim surat langsung ke LAPS SJK.
“Lima besar sektor jasa keuangan yang paling banyak diadukan tahun 2024 adalah sektor perbankan dengan 504 pengaduan, fintech P2P (financial technology peer to peer) lending 264 pengaduan, sektor pembiayaan 170 pengaduan, asuransi 133 pengaduan, dan pasar modal enam pengaduan,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Jumat (26/7/2024).
Menurutnya, tren pengaduan hingga semester I 2024 cenderung tidak mengalami peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Di mana pada periode yang sama tahun lalu, sebanyak 1.071 pengaduan.
”Jika melihat tren pengadun saat ini, prediksi kami hingga akhir tahun 2024 pengaduan yang diterima LAPS SJK meningkat sekitar 8%-10%,” kata Raymas.
Baca Juga
LAPS SJK Terima 2.501 Pengaduan, Aduan di Sektor Asuransi Menurun
LAPS SJK, lanjutnya, menindaklanjuti seluruh pengaduan yang masuk dengan melakukan verifikasi. Di mana, pengaduan yang dapat diselesaikan LAPS SJK adalah pengaduan yang telah melalui proses internal dispute resolution (IDR).
“Atau bukan sedang dalam proses atau pernah diputus oleh lembaga peradilan, arbitrase, atau lembaga alternatif penyelesaian sengketa lain, dan atau bersifat keperdataan,” ucap Raymas.
Baca Juga
OJK Sebut Perbankan Hadapi Berbagai Tantangan dan Isu Struktural, Apa Saja?
Dikatakan dia, sejak 1 Januari 2021 hingga Juni 2024, jumlah pengaduan yang telah diselesaikan sebanyak 2.511 yang terdiri dari 1.442 selesai melalui verifikasi, 1.126 selesai melalui mediasi, dan 22 rampung melalui arbitrase. Sementara ada 2.810 pengaduan yang ditolak karena tidak memenuhi kriteria di LAPS SJK.

