OJK: Konsen Terhadap Pengembangan Auditor Internal di Indonesia Tergolong Tinggi
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa konsen terhadap pengembangan auditor internal cukup tinggi di lingkup nasional.
Ketua Dewan Audit OJK merangkap Anggota Dewan Komisioner Sophia Wattimena mengungkapkan, peningkatan ekspektasi stakeholder dapat dirasakan nyata, baik di oraganisasi pemerintahan maupun di swasta.
"Dengan semakin meningkatnya ekspektasi stakeholder terhadap kompetensi dan kualitas fungsi audit internal di berbagai sektor, termasuk sektor publik, maka diperlukan pengembangan kompetensi fungsi audit internal secara berkelanjutan," ujar Sophia dalam Forum Penguatan Fungsi GRC: Diseminasi Standar Audit Internal Terkini yang digelar secara virtual di Jakarta, Jumat (7/6/2024).
Sophia menjelaskan, pengembangan kompetensi fungsi audit internal secara berkelanjutan tersebut salah satunya dapat dilakukan melalui pemahaman atas isu terkini, termasuk penerapan standar baru Global Internal Audit Standard (GIAS).
Lebih lanjut, Sophia menyebut, untuk menghasilkan personil dan fungsi audit internal yang kredibel dan terpercaya, menurutnya diperlukan setidaknya tiga pengembangan fungsi.
"Yang pertama peningkatan kuantitas dan kualitas SDM internal audit yang tepat sasaran," ungkapnya.
Kedua, transformasi proses bisnis audit internal dengan mengedepankan create, protect, and sustain organization's value.
"Serta yang ketiga adalah optimalisasi teknologi dan data analitik," katanya.
Di samping itu, kata Sophia, salah satu auditor big four, yakni KPMG juga menyoroti kemampuan teknologi dalam internal audit untuk mendukung tiga pilar kredibilitas dan kepercayaan stakeholder terhadap fungsi audit internal. Yaitu skills atau capability, agility, dan value atau insight.
"Yang diharapkan akan mendukung kolaborasi tata kelola kapatuhan dalam pertumbuhan industri jasa keuangan.
Untuk menjawab ekspektasi stakeholder tersebut, audit internal diharapkan tetap agile dalam pengelolaan emerging risk melalui analisa yang mendalam untuk mengetahui kelemahan.
"Dengan memaksimalkan kemampuan pada bidang teknologi dan data analitik, serta terus mengedepankan integritas dan profesionalisme," jelasnya.

