Starlink Turunkan Harga Perangkat, Pengusaha Internet: Masih Tergolong Tinggi
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) menanggapi harga baru perangkat Starlink di Tanah Air setelah berakhirnya masa promosi pada Senin (10/6/2024) lalu.
Seperti diketahui, harga perangkat Starlink untuk layanan internet residensial (rumah) dan jelajah (bepergian) turun menjadi Rp 5,9 juta dari Rp 7,8 juta. Adapun, selama masa promosi perangkat tersebut dibandrol dengan harga Rp 4,68 juta.
Ketua Umum APJII Muhammad Arif Angga menilai, harga perangkat tersebut masih terbilang tinggi untuk sebagian besar masyarakat Indonesia. Demikian halnya dengan biaya berlangganan Starlink yang ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 750.000 per bulan.
“Harga perangkat segitu masih tergolong tinggi ya,” katanya ketika dihubungi oleh Investortrust pada Rabu (12/6/2024).
Baca Juga
Starlink Tetap Banting Harga Perangkat Meski Masa Promosi Telah Berakhir
Sebelumnya, Arif sempat menyebut ancaman terbesar Starlink bukan datang dari layanan internet yang sudah ditawarkan saat ini. Ancaman tersebut datang dari teknologi yang sedang dikembangkan mereka, yakni Direct to Cell.
Direct to Cell memungkinkan pengguna ponsel terkoneksi dengan jaringan seluler long-term evolution (LTE) langsung dari satelit-satelit orbit bumi rendah atau low earth orbit (LEO) Starlink. Saat ini, teknologi tersebut diketahui masih dalam tahap uji coba.
“Kalau sampai Direct to Cell (diimplementasikan di Indonesia), itu sih benar-benar dari hulu ke hilir (industri telekomunikasi) Indonesia bisa habis. Sekarang saja, sudah ada ISP (internet service provider/penyedia layanan internet) di pinggiran yang ketakutan,” katanya ketika ditemui di Universitas Paramadina, Jakarta Selatan, Jumat (31/5/2024).
Baca Juga
Ingin Saingi Starlink, Kemenkominfo Minta 13.400 Slot Satelit LEO
Saat ini, menurut Arif masa depan operator telekomunikasi nasional berada di tangan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Jika memang Starlink bakal diberikan lampu hijau untuk menghadirkan Direct to Cell di Indonesia, maka kematian mereka tinggal menunggu waktu.
“Kalau kita bicara Direct to Cell pasti butuh alokasi frekuensi baru lagi untuk layanan tersebut. Balik lagi ke pemerintah mau membiarkan masuk ke kita (Indonesia) atau enggak,” ujarnya.
Mengutip laman resmi Starlink pada Rabu (12/6/2024), perangkat Starlink untuk kedua layanan tersebut dijual dengan harga Rp 5,9 juta. Tidak disebutkan batas waktu seperti pada masa promosi sebelumnya.
“Internet berkecepatan tinggi, di mana pun Anda tinggal. Rp 5.900.000 untuk perangkat keras,” tulis Starlink dalam laman resminya.
Harga perangkat keras Starlink ini turun hampir sekitar Rp 2 juta, dari Rp 7,8 juta menjadi Rp 5,9 juta. Walaupun demikian, harga layanan internet Starlink terpantau tidak mengalami perubahan, tetap Rp 750.000 per bulan untuk paket termurah atau untuk rumah (residensial).

