Diskusi Soal Merger Alot, Bank MNC Pamer Pertumbuhan Laba 13,89%
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) atau MNC Bank melaporkan kinerja kuartal II-2023 dengan mencetak pertumbuhan laba bersih sebesar 13,89% year-on-year (yoy) menjadi Rp39,49 miliar dibanding kuartal II 2022 sebesar Rp34,67 miliar.
Kenaikan laba bersih didorong oleh pertumbuhan penyaluran kredit MNC Bank sebesar 8,80% dari Rp9,68 triliun pada kuartal II 2022 menjadi Rp10,53 triliun pada kuartal II 2023.
Sebagaimana diketahui, MNC Bank sedang jadi sorotan terkait rencana merger dengan PT Bank Nationalnobu Tbk atau NOBU.
Baca Juga
Kepala Eksektufi Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan kedua pemilik bank yaitu James Riady dan Hary Tanoesoedibjo telah menyelesaikan proses evaluasi masing-masing bank.
“Saat ini merupakan proses kritikal, setelah proses evaluasi mereka sedang bicara soal kepemilikan (porsi) saham, mungkin ada komplikasi teknis,’’ ujar Dian dalam Konfresi Pers RDK OJK di Jakarta, Selasa (5/9/2023). Meski begitu OJK menyebut dua pihak belum berniat membatalkan rencana merger.
Kembali pada kinerja MNC Bank, Presiden Direktur MNC Bank Rita Montagna mengatakan, pertumbuhan kredit yang diraih MNC Bank lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan penyaluran kredit nasional sebesar 7,76%.
Kinerja penyaluran kredit yang tumbuh diiringi perbaikan pada kualitas, ditandai dengan rasio non performing loan (NPL) nett pada kuartal II 2023 sebesar 2,20%, membaik dibanding kuartal II 2022 sebesar 2,66%.
Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun tercatat Rp12,31 triliun hingga akhir Juni 2023 atau tumbuh 2,80% yoy dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp11,98 triliun.
Baca Juga
‘’Komposisi DPK MNC Bank pada kuartal II 2023 terutama didorong oleh tabungan yang meningkat 20,93% yoy menjadi Rp2,05 triliun dan deposito yang meningkat 1,98% yoy menjadi Rp9,16 triliun,’’ ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (7/9/2023).
Dikatakan, berbagai pertumbuhan kinerja di atas berhasil mengangkat total aset MNC Bank menjadi Rp16,86 triliun atau naik 14,18% yoy dari Rp14,76 triliun pada Juni 2022.
Kinerja solid MNC Bank di kuartal II 2023 ini juga didukung oleh rasio keuangan yang terjaga. Ditandai dengan rasio kecukupan modal yang berada pada level 30,94%, jauh lebih baik dibanding periode yang sama satu tahun lalu sebesar 21,06%.
Disampaikan, rasio tersebut lebih tinggi dibanding rata-rata rasio kecukupan modal industri perbankan pada Juni 2023 yaitu 25,41%. Sedangkan rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to funding ratio/ LFR) naik hingga 84,58%, diikuti dengan rasio tingkat pengembalian aset (return on assets/ROA) dan rasio tingkat pengembalian ekuitas (return on equity/ROE) yang masing-masing tercatat sebesar 0,62% dan 2,72%.
Layanan Digital
Sementara, menghadapi persaingan bisnis yang semakin menantang, MNC Bank melakukan diversifikasi produk dan layanan sebagai salah satu strategi utamanya.
Selain dikatakan Rita, untuk menarik lebih banyak nasabah, MNC Bank terus berinovasi demi memenuhi beragam kebutuhan finansial dan menjadi top of mind. Selain produk perbankan tradisional seperti tabungan, deposito, dan kartu kredit, MNC Bank juga mengembangkan MotionBank sebagai aplikasi layanan perbankan digital untuk kebutuhan transaksi keuangan sehari-hari.
Sampai dengan Juni 2023, volume transaksi perbankan digital menggunakan aplikasi MotionBank dari MNC Bank bertambah hingga 21,36% yoy, diiringi dengan total nilai transaksi dan jumlah pengguna MotionBank yang masing-masing meningkat sebesar 21,96% dan 14,14% dibandingkan dengan data per Juni 2022.
