GlobalData Perkirakan Premi Lini PA&H Industri Asuransi Australia Tembus Rp 450,5 Triliun di 2028
JAKARTA, investortrust.id - Perusahaan konsultan dan data analytics GlobalData Plc memperkirakan lini bisnis PA&H atau asuransi kecelakaan diri (personal accident/PA) dan kesehatan (health) di Australia akan membukukan pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) untuk premi tertulis langsung (direct written premiums/DWP) sebesar 6,4%. Tepatnya dari US$ 22,1 miliar atau setara Rp 358,18 triliun pada tahun ini menjadi US$ 27,8 miliar atau sekitar Rp 450,57 triliun di tahun 2028.
Analis GlobalData Prasanth Katam mengatakan, pandemi Covid-19 telah mendorong kesadaran masyarakat akan kesehatan, meningkatkan biaya kesehatan, mengubah demografi, dan mendorong permintaan akan asuransi kesehatan swasta atau private health insurance (PHI).
“Industri asuransi PA&H Australia melanjutkan momentum pertumbuhan sejak 2022 dan mencatat pertumbuhan tertinggi pada lima tahun terakhir yakni pada 2023 tumbuh 6,4%,” katanya melansir InsuranceAsia, Selasa (4/6/2024).
Baca Juga
Dorong Penetrasi Asuransi, Zurich Indonesia dan UI Mobile Tawarkan Solusi Inovatif untuk Gen Z
Perubahan demografi negara seperti populasi yang menua serta peningkatan penyakit kronis, lanjut Katam, akan mendorong pula permintaan asuransi kesehatan yang mendukung pertumbuhan bisnis asuransi PA&H.
“Disamping meningkatnya permintaan layanan kesehatan, perusahaan asuransi juga bergulat dengan naiknya biaya klaim akibat meningkatnya inflasi,” katanya.
Akibatnya, perusahaan asuransi perlu mengevaluasi kembali eksposur risikonya dan menyesuaikan tarif premi kesehatan. Pemerintah Australia sendiri telah menyetujui kenaikan rata-rata 3,03% pada premi PHI yang berlaku 1 April yang lalu.
Baca Juga
Bisnis Asuransi Jiwa dan Kesehatan Diyakini Tahun Ini Tumbuh Positif Lewat Dua Hal Berikut
Dikatakan Katam, meningkatnya biaya layanan kesehatan memberi tekanan pada premi yang akan membuat orang lebih selektif ketika membeli asuransi kesehatan.
“Namun, kenaikan premi tersebut diperkirakan tidak akan berdampak negatif yang signifikan terhadap pertumbuhan industri PA&H Australia selama lima tahun ke depan,” ucapnya.

