Ditopang 3 Lini Berikut, AAUI Catat Premi Asuransi Umum Naik 26% Capai Rp 32,7 Triliun di Kuartal I 2024
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat pendapatan premi industri asuransi umum meningkat 26,1%, dari Rp 25,94 triliun pada kuartal I 2023 menjadi Rp 32,72 triliun di periode yang sama tahun ini. Total premi tersebut masih ditopang oleh tiga lini bisnis utama, yaitu lini harta benda (properti), kendaraan bermotor, dan asuransi kredit.
“Asuransi harta benda dan kendaraan bermotor masih mendominasi dengan pangsa keduanya mencapai 47,4% dari total premi. Diikuti lini asuransi kredit dengan porsi 15,1% dari total premi industri,” ujar Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik dan Riset AAUI, Trinita Situmeang, di Jakarta, Kamis (20/6/2024).
Menurutnya, lini bisnis properti yang menjadi penyumbang terbesar total premi dengan pangsa 29,3%, mengalami pertumbuhan yang signifikan. Premi dari lini bisnis ini melesat 51,0% dari Rp 6,35 triliun di kuartal I tahun lalu menjadi Rp 9,59 triliun di periode yang sama tahun ini.
“Faktor pendorong dari perolehan premi ini salah satunya adalah naiknya harga sewa properti komersial di kuartal I 2024,” kata Trinita.
Baca Juga
Sementara untuk lini bisnis penyumbang premi terbesar kedua, yaitu kendaraan bermotor dengan pangsa 18,1% dari total premi, lanjutnya, masih stabil dengan pertumbuhan 13,8% secara tahunan menjadi Rp 5,92 triliun di kuartal I 2024.
Kemudian, untuk asuransi kredit yang menjadi penyumbang premi terbesar ketiga dengan pangsa 15,1%, mencatatkan kinerja yang positif juga. Dengan raihan premi Rp 4,95 triliun di kuartal I tahun ini atau naik 19,3% secara tahunan.
Baca Juga
AAUI Beberkan Tantangan dan Peluang Industri Asuransi Umum di 2024
“Faktor pendukung pertumbuhan lini usaha ini karena adanya komitmen dari pemerintah untuk terus mendorong pertumbuhan penyaluran kredit kepada masyarakat, serta terjadinya pertumbuhan untuk segala jenis kredit,” ucap Trinita.
Namun di sisi bersamaan, AAUI juga mencatat klaim industri asuransi umum naik 16,9% dari Rp 9,90 triliun di kuartal I 2023 menjadi Rp 11,57 triliun di periode yang sama tahun ini. Hampir semua lini usaha mengalami peningkatan klaim, kecuali lini properti, aviation, satelit, liability, dan personal accident (PA) yang mencatatkan penurunan klaim.

