NIM Perbankan Cenderung Menurun? Ini Kata BCA
JAKARTA, investortrust.id - Industri perbankan mencatatkan penurunan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) pada awal 2024. Kondisi ini dinilai menjadi indikasi lesunya raupan laba bank pada tahun ini.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), NIM perbankan pada Maret 2024 berada di level 4,59%, menurun jika dibandingakan Maret 2023 sebesar 4,77%.
Mengomentari hal tersebut, direksi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA pun turut buka suara.
Baca Juga
"Untuk perbankan memang ketika suku bunga naik, memang NIM akan lebih tertekan," ujar Wakil Presiden Direktur BCA, Armand Wahyudi Hartono kepada Investortrust.id saat menghadiri malam anugerah The Best Investortrust Companies 2024 yang digelar oleh portal data dan berita ekonomi independen, Investortrust.id di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (16/5/2024).
Lebih lanjut, Armand menyebut, meskipun NIM cenderung menurun, namun BCA masih dalam kondisi yang stabil hingga kuartal I-2024.
"Untuk (NIM) BCA sendiri stabil, karena struktur bisnisnya, balik lagi infrastrukturnya, kondisinya bagaimana, tetapi secara umum perbankan ketika ada peningkatan suku bunga ya akan berubah," ungkapnya.
Sebagai informasi, BCA masih mencatatkan pertumbuhan NIM pada awal tahun ini dari 5,59% per akhir Maret 2023 menjadi 5,62% per akhir Maret 2024.

