Harga Minyak dan CPO Berbalik Menguat, Emas Kini Turun
Harga tiga komoditas dunia kembali bergerak variatif. Di mana, harga minyak dan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) justru berbalik menguat. Sebaliknya emas yang menguat sebelumnya kini harganya justru mengalami penurunan.
Mengutip D’Origin Senin (13/5/2024) harga minyak naik di tengah tanda-tanda permintaan yang membaik di Tiongkok sebagai pengimpor terbesar dan potensi gangguan pasokan di Kanada. Hal itu lantas mendorong lonjakan harga dari penurunan US$ 1 per barel pada sesi sebelumnya.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 42 sen atau 0,5% menjadi US$ 83,21 per barel. Sementara harga kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 66 sen atau 0,8% menjadi US$ 78,92 per barel.
Baca Juga
Kontrak berjangka minyak mentah Brent ditutup turun 1,3% menjadi US$ 82,79 per barel. Lalu minyak mentah West Texas Intermediate AS melemah 1,26% menjadi US$ 78,26 per barel, kedua patokan ini mengalami kerugian mingguan.
Sementara untuk CPO kontrak berjangka minyak kelapa sawit Malaysia ditutup lebih tinggi karena pasar mengikuti kekuatan minyak rival di Dalian dan Chicago Board of Trade, sambil menunggu data ekspor untuk petunjuk lebih lanjut.
Kontrak berjangka minyak kelapa sawit patokan untuk pengiriman bulan Juli di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 58 ringgit, atau 1,52%, menjadi 3.867 ringgit US$ 818,07 per metrik ton pada penutupan.
Baca Juga
Harga Emas Antam Masih Parkir di Rp 1.333.000 per Gram Senin Pagi
Sedangkan harga emas turun pada karena aksi ambil untung alias profit taking investor sambil menantikan data inflasi AS pekan ini sebagai petunjuk tentang pemotongan suku bunga AS tahun ini.
Harga emas spot turun hampir 1% menjadi US$ 2.337,04 per ons setelah mencapai level tertinggi sejak 22 April pada hari Jumat. Sementara harga kontrak berjangka emas AS turun 1,3% menjadi US$ 2.343,60.
