Empat Strategi Ini Sukses Bikin Kinerja BRI Moncer di Tahun Lalu
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sukses menorehkan kinerja menawan di tahun lalu. Hal ini tercermin dari raihan laba bersih konsolidasi yang mencapai Rp 60,4 triliun di 2023 atau meningkat 17,5% secara tahunan. Hal ini merupakan hasil dari suksesnya empat strategi bisnis yang diterapkan BRI.
Hal tersebut seperti diungkapkan Division Head Planning, Budgeting & Performance Management BRI, A Eddy Tri Wibowo, di Kantor Investortrust.id, The Convergence Indonesia, Jakarta, Jumat (3/5/2024).
“Di tahun 2023 lalu kami memfokuskan diri pada empat strategi untuk mencapai level profitabilitas dan sustainability yang kami targetkan di awal,” ujarnya.
Baca Juga
Indeks Bisnis UMKM BRI Triwulan I-2024: Ekspansi Melambat Namun Tetap Prospektif
Strategi pertama, lanjut Eddy, ialah pengelolaan aset dan liabilitas yang produktif. Hal itu tepatnya dilakukan melalui penghimpunan dana murah atau current account saving account (CASA) yang stabil dan berkelanjutan, ekspansi selektif pada aset dengan tingkat imbal hasil tinggi, serta perbaikan kualitas aset di segmen kecil dan mikro.
“Berikutnya, kita kita lakukan diversifikasi pertumbuhan dimana pada 2023, kalau selama ini kita heavy dan reli di segmen mikro, maka di 2023 kita sedikit membagi arah pertumbuhan menjadi segmen ritel, terutama konsumer dan SME (small, medium and enterprise),” katanya.
Dikatakan Eddy, strategi ketiga ialah mendorong keandalan pendukung operasional yang berfokus pada kompetensi sumber daya manusia dan kapabilitas digital, peningkatan customer experience, pengelolaan risiko dan data analytics, serta operational excellence.
“Dan yang terakhir adalah kita fokus pada prinsip-prinsip penerapan ESG,” ucapnya.
Baca Juga
Berkat KUR BRI, Pelaku UMKM Garut Raup Omzet hingga Rp 300 Juta per Bulan
Ia mengatakan, empat strategi tersebut sukses mendorong kinerja bisnis bank dengan kode emiten BBRI tersebut. Selain dari sisi laba yang meningkat, hal yang sama juga terjadi dari sisi kredit. Total kredit secara konsolidasi yang disalurkan bank berkode emiten BBRI ini meningkat 11,18% secara tahunan menjadi Rp 1.266,43 triliun pada tahun lalu.
“Dari sisi profitability, net interest income (NII) bisa kita jaga level pertumbuhannya di 7,4%, kemudahan dari sisi efisiensi cost to income ratio-nya bisa kita manage di 37,7% (bank only) atau relatif lebih efisien dibandingkan tahun sebelumnya,” jelas Eddy.

