Simak Pandangan Bitget Beberapa Pekan Pasca Bitcoin Halving
Peristiwa besar baru saja terjadi di kalangan investor mata uang kripto yakni Bitcoin Halving. Peristiwa halving Bitcoin adalah peristiwa paling penting dalam pasar mata uang kripto setiap empat tahun sekali.
Secara dasarnya, melalui peristiwa ini, pasokan aset Bitcoin yang tersisa telah bertambah untuk beredar di pasar. Sehingga biasanya para investor memiliki keputusan besar dalam menjual atau menambah amunisi aset Bitcoin mereka.
Chief Analyst Bitget, Ryan Lee berkomentar bahwa saat ini Bitcoin menjadi titik fokus di sektor keuangan. Di mana ekosistem Bitcoin dapat menjadi tren sebagai salah satu instrumen investasi yang dapat mempengaruhi kesejahteraan investor.
Baca Juga
Pencarian Bitcoin Halving Capai Puncak Tertinggi dalam Sejarah Penelusuran Google
“Anda dapat memonitor hal yang terjadi beberapa akhir ini bahwa aktivitas staking aset Bitcoin Layer 2 tengah meningkat saat peristiwa Bitcoin halving oleh para proyek aset kripto. Umumnya, melalui staking BTC ini, maka para pengguna atau investor memiliki kesempatan untuk menerima berbagai macam airdrop (hadiah dalam bentuk aset kripto) saat mengikuti aktivitas yang disediakan,” ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Kamis (2/5/2024).
Selain itu, dapat dilihat faktor lainnya yaitu keputusan moneter Federal Reserve atau The Fed pada suku bunga yang terjadi.
Baca Juga
“Kita melihat bahwa sepertinya secara umum suku bunga bergerak menurun, dan poin pentingnya kita harus memperhatikan kapan waktu pertama penurunan suku bunga tersebut,” ungkap Ryan.
Dalam hal ini maka dengan penurunan suku bunga yang terjadi, maka secara keseluruhan, pasar bullish alias mengalami kenaikan harga secara umum di pasar, setelah halving tidak dapat dilewatkan bagi para investor.
Untuk informasi, Bitget adalah perusahaan jual-beli kripto skala global yang berdiri pada tahun 2018. Saat ini Bitget telah menyediakan 750 lebih aset kripto, beroperasi di 100 negara lebih. Serta memiliki dana perlindungan bagi pengguna hingga di atas US$ 500 juta.

