Bitcoin Menguat Pasca Halving, Pasar Waspadai Data Ekonomi Pekan ini
Bitcoin (BTC) mulai kembali pulih awal pekan ini dengan melampaui US$ 65.000, berhasil bangkit dari keterpurukan pada perdagangan pekan lalu. Di mana BTC sempat anjlok hingga ke level US$ 60.000.
Selasa (23/4/2024) pukul 11.13 WIB, Bitcoin (BTC) bergerak di US$ 66.573 naik 1,23% dalam 24 jam terakhir dan menguat 6,51% dalam periode tujuh hari terakhir.
Sementara Ethereum (ETH) bertengger di US$ 3.191 turun tipis 0,09% dalam 24 jam terakhir dan menguat 4,87% dalam periode tujuh hari terakhir. Adapun, total kapitalisasi pasar aset kripto naik 1% dalam 24 jam terakhir menjadi US$ 2,44 triliun.
Ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel sempat membawa Bitcoin anjlok ke bawah US$ 61.000 pada hari Jumat (19/4), sehari sebelum Bitcoin halving. Di sisi lain, perdagangan ETF bitcoin spot AS mengalami arus keluar bersih (net outflow) selama dua minggu berturut-turut, dimana periode 15 April hingga 19 April ditutup net outflow sebesar US$ 204 juta.
Jaringan Bitcoin mencatat lonjakan biaya transaksi sebelum halving sebagai akibat dari munculnya Runes Protokol yang dikembangkan oleh penemu Ordinals, Casey Rodarmor.
Baca Juga
Peristiwa Bitcoin halving ke-4 akhirnya sukses terlaksana pada hari Sabtu (20/4/2024) pukul 07.00 WIB. Halving kali ini terjadi pada ketinggian blok 840.000 dan ketika halving terjadi Bitcoin berada di kisaran US$ 64.000.
Financial Expert Ajaib Kripto, Panji Yudha, Bitcoin halving tidak secara langsung menyebabkan lonjakan harga BTC secara instan, BTC kemungkinan dapat bergerak sideways atau turun untuk sementara waktu pasca Halving, namun ini tidak berarti bahwa pasar bullish telah berakhir.
Potensi bullish kemungkinan besar akan kembali berlanjut beberapa bulan pasca Halving hingga dapat mendorong BTC melampaui all time high US$ 73.000 dan alt season akan kembali terjadi.
Total pasokan Bitcoin (BTC) hanya akan ada 21 juta BTC dan saat ini sudah ada 93,76% BTC yang telah ditambang. Bitcoin halving mengacu pada pengurangan separuh imbalan bagi para miner yang berhasil menambahkan blok baru ke blockchain Bitcoin (BTC). Bitcoin halving kali ini membuat reward untuk setiap blok baru dibagi setengah dari 6,25 BTC menjadi 3,125 BTC.
Kedepannya, peristiwa Bitcoin halving akan berlanjut hingga BTC terakhir diperkirakan akan ditambang pada sekitar tahun 2140. Setelah itu, para miner hanya akan memperoleh penghasilan dari biaya transaksi.
Baca Juga
Sementara, jaringan Ethereum melaporkan pendapatan yang kuat sebesar US$ 365 juta pada kuartal satu 2024 dengan pertumbuhan pendapatan 155% secara tahunan. Faktor utama yang berkontribusi terhadap pertumbuhan substansial ini adalah lonjakan aktivitas keuangan terdesentralisasi (DeFi) selama kuartal tersebut.
“Secara teknikal, pekan ini BTC berupaya untuk menuju ke area resistance US$ 69.000 dengan menguji area MA-50 terlebih dahulu di sekitar US$ 67.500. Namun jika mengalami rejection MA-50 maka potensi melemah ke support US$ 64.000,” tulis Panji dalam risetnya, Selasa (23/4/2024).
Setelah disetujui pada pekan lalu, pasar menantikan dimulainya perdagangan ETF Bitcoin dan Ethereum (ETH) di Hong Kong pertama kali diperkirakan dibuka akhir April 2024. Disisi lain, pasar akan memantau data ekonomi AS, antara lain, rilis pertumbuhan GDP Amerika pada Kamis (25/4/2024) serta data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) di AS pada Jumat (26/4/2024) yang merupakan indeks harga The Fed.
Pertumbuhan PDB AS untuk Q1 2024 diperkirakan akan menunjukkan penurunan aktivitas ekonomi. Ekspektasi pasar menunjukkan pertumbuhan PDB akan melambat ke tingkat tahunan sebesar 2,5%, turun dari tingkat tahunan sebesar 3,4% pada kuartal empat 2023 dan 4,9% pada kuartal tiga 2023.
Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) diperkirakan meningkat 0,3% MoM di bulan Maret, sesuai dengan laporan bulan sebelumnya. Sementara, secara tahunan PCE diperkirakan meningkat menjadi 2,6% YoY, naik dari 2,5%YoY dari periode Februari.
Sementara minggu depan The Fed akan mengadakan pertemuan (FOMC) lagi pada 30 April hingga 1 Mei, dan para pejabat kini berada dalam masa tenang menjelang pertemuan tersebut.
“Apabila data GDP dan PCE di atas ekspektasi, maka kemungkinan akan mendorong permintaan terhadap USD karena suku bunga berpotensi tetap tinggi dalam periode lebih lama. Hal ini juga dapat memicu tekanan jangka pendek terhadap Bitcoin, Sebaliknya, data yang sesuai atau lebih rendah dari ekspektasi pasar kemungkinan besar akan berdampak sebaliknya, sehingga The Fed dapat segera memangkas suku bunga dan Bitcoin dapat melanjutkan reli jangka pendek,” ungkap Panji.

