BCA Komitmen Kawal Pertumbuhan Ekonomi Lewat Fungsi Intermediasi Dana
JAKARTA, investortrust.id – Komunitas bisnis di Tanah Air kini tengah menanti kebijakan pemerintah baru yang segera terbentuk pascapelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada Oktober 2024 mendatang. Di tengah masa menunggu tersebut, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja menyampaikan harapannya agar perekonomian tetap terus bertumbuh, dan perbankan akan terus mengawal pertumbuhan tersebut dari sisi fungsi intermediasi.
Ïntinya kita harapkan ke depan ekonomi kita terus membaik, dan sebagai bank kita tugasnya mengawal, pertama dari segi financing karena kita adalah financial intermediasi, dapat duit dari masyarakat, kepercayaan masyarakat. “(Sebagai timbal balik) itu, kita kasih kredit yang berkualitas juga. Ini salah satu keunggulan,” kata Jahja dalam kesempatan halal bihalal dengan para pemimpin redaksi media massa di Jakarta, Selasa (30/4/2024).
“Saya bersyukur, pemilu satu putaran sudah selesai, dan kita bisa melihat future itu bersama-sama lebih baik. Dan tentunya menanti siapa nanti menteri-menteri yang akan ditunjuk. Karena dari segi business community, mereka menunggu kebijakan apa yang dibentuk pemerintah ke depan, itu penting sekali,” tutur Jahja menyampaikan harapannya.
Di tengah upaya memberikan akses pendanaan kepada para pelaku industri, Jahja juga menyampaikan bahwa BCA terus meningkatkan level pelayanannya dengan pengembangan layanan digital banking.
Baca Juga
“Kalau kita nggak comply dari awal, nggak berani invest kita akan ketinggalan,”ujarnya, seraya menyebut bahwa sistem pembayaran digital layaknya sebuah aliran darah di dalam tubuh, yang akan menghubungkan sisi pendanaan dengan lini bisnis yang akan bertumbuh.
Coba bayangkan kalau dengan tradisional, itu kan akan lama sekali ya (proses kucuran dana). Dengan digital maka semua itu akan serba instan. Jadi kalau jalan darah kita baik, maka ekonomi kita juga harusnya lebih baik. Paling tidak dari segi payment tidak ada hambatan-hambatan, dan sangat efisien. Itu yg kita harapkan ke depan dan terus kita kembangkan,” kata Jahja.
Bicara pengembangan layanan digital, emiten berkode bursa BBCA ini telah hadir dengan layanan digital banking-nya yang cukup advance lewat anak usahanya, PT Bank Digital BCA dengan brand blu By BCA Digital.
Sementara secara entitas, BCA punya aplikasi MyBCA dan BCA Mobile untuk melayani beragam transaksi nasabah individu. Untuk melayani mitra merchant, telah hadir Merchant BCA, yang menyederhanakan transaksi keuangan, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendukung pertumbuhan penjualan merchant.
BCA juga disebut-sebut akan melansir platform digital baru yang memungkinkan para pengusaha bisa berinteraksi dalam satu ekosistem. Direktur BCA Santoso Liem dalam satu kesempatan kepada media mengatakan, BCA ingin agar nasabah tak hanya bisa menikmati layanan digital banking dari BCA, tapi juga bisa berinteraksi di dalam satu ekosistem usaha.
Tahun ini, BCA menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) di bidang teknologi informasi (TI) lebih dari Rp 8 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk memelihara platfom TI yang sudah dimiliki dan juga pengembangan platform-platform baru.

