Agar Keseimbangan Industri Paylater Terjaga, OJK Lakukan Sejumlah Hal Ini
JAKARTA, investortrust.id - Pamor dari produk keuangan paylater atau beli sekarang bayar nanti (buy now pay later/BNPL) kian meningkat, seiring dengan kepraktisan yang ditawarkannya. Sebagai regulator, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan sejumlah langkah-langkah berikut untuk menjaga industri ini tetap seimbang.
“OJK terus melakukan langkah-langkah untuk menjaga industri jasa keuangan dan pelaku industri berada dalam sebuah keseimbangan, antara regulasi yang baik dan kebutuhan pasar yang dinamis. Sehingga berdampak pada hadirnya produk-produk yang semakin bervariasi, dibutuhkan masyarakat, efisien dan aman,” ujar Deputi Komisioner Pengawas Lembaga Pembiayaan Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Jasmi, secara virtual, Jumat (26/4/2024).
Salah satunya, lanjut Jasmi, dengan peluncuran Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Pembiayaan 2024-2027 yang bisa dijadikan panduan dan arah terkait pengembangan bisnis di BNPL agar berjalan dengan baik. Selain itu pihaknya juga tengah melakukan kajian terkait BNPL, apakah dibutuhkan penyusunan peraturan yang spesifik atau bersifat umum.
“Kami tentunya berharap dengan adanya kebijakan nantinya yang dapat memberikan panduan kepada BNPL untuk dapat lebih menyeimbangkan kebutuhan masyarakat, industri, dan juga dari sisi keamanannya,” katanya.
Baca Juga
Paylater Booming, OJK: Ada Sejumlah Hal yang Perlu Jadi Perhatian
Dikatakan Jasmi, upaya yang dilakukan pihaknya ini bertujuan untuk menciptakan porsi kue yang sama dari berbagai produk BNPL yang ada sekarang. Sehingga dapat menjamin perlindungan konsumen yang memadai kepada masyarakat.
“Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk memahami dengan lebih baik kontrak perjanjian termasuk besaran cicilan bunga, figur dari penyelenggara apakah itu perbankan, lembaga pembiayaan atau lembaga jasa keuangan lainnya,” jelasnya.
Baca Juga
Di sisi yang bersamaan, mengingat produk BNPL masih tergolong baru di Indonesia, pihaknya mengimbau kepada seluruh penyelenggara produk ini untuk turut berperan aktif meningkatkan literasi kepada masyarakat terkait manfaat dan risiko dari produk yang mereka keluarkan. Salah satunya dengan menyampaikan seluruh informasi produk secara mendetail dan dapat dipahami secara baik di masyarakat.
“Sejalan dengan itu, kami berharap hadirnya produk BNPL ini bisa menjadi solusi pendanaan bagi masyarakat, bukan menjadi sumber masalah baru,” terang Jasmi.

