Produk Asuransi Tradisional Diprediksi Bakal Makin Diminati
JAKARTA, Investortrust.id - Produk asuransi tradisional atau proteksi murni semakin diminati masyarakat. Hal ini tercermin dari catatan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) yang menunjukkan porsi pendapatan premi dari produk tradisional tercatat lebih tinggi dibanding premi dari unitlink.
Hingga kuartal ketiga 2023, total pendapatan premi asuransi jiwa tumbuh negatif 7,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp 132,04 triliun. Dari jumlah tersebut, produk tradisional menggenggam market share pendapatan premi 51,25% atau sebesar Rp 67,67 triliun, sedangkan sisanya atau 48,75% disumbang oleh premi unit link dengan nilai Rp 64,37 triliun.
“Mengenai produk ke depan, kami melihat produk tradisional mulai mengambil porsi sedikit lebih banyak dibandingkan produk unit link,” ujar Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon, kepada media belum lama ini (29/11/2023).
Baca Juga
Premi Asuransi Jiwa Turun, AAJI: Ada ‘Shifting’ dari Unitlink ke Tradisional
Meski begitu, ia mengatakan kondisi ini masih akan tetap berlanjut seiring normalisasi unit link atau produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) pasca diberlakukannya SEOJK tentang PAYDI.
Adapun, lanjut Budi, sebagai dampak dari penerapan SEOJK PAYDI yang mengatur mengenai penjualan unit link membuat besaran pendapatan premi yang biasanya mengungguli produk asuransi tradisional, kini besarannya tidak lagi terpaut jauh dibanding produk tradisional.
Dengan melihat angka pendapatan premi Kuartal III 2023, Budi menyimpulkan setidaknya kebutuhan market terhadap unit link masih tetap besar, namun mulai berpindah sedikit ke asuransi tradisional.
Baca Juga
“Ketika nantinya anggota AAJI semakin banyak yang terbiasa dengan SEOJK PAYDI, saya tidak akan kaget untuk melihat unit link kembali mengambil porsi yang lebih dominan. Tapi kalau ditanya seberapa cepat unit link naik lagi, mungkin masih butuh waktu tiga sampai enam bulan ke depan,” terang Budi. (CR-13)

